Di tengah meningkatnya persaingan likuiditas DeFi, membangun komitmen modal jangka panjang dan tata kelola yang stabil menjadi tantangan utama. Aerodrome mengadopsi model vote escrow locking, mekanisme insentif ve(3,3), serta sistem alokasi voting Gauge untuk mengintegrasikan volume perdagangan, insentif emisi, dan kekuatan tata kelola. Aerodrome juga mengimplementasikan kurva emisi, penyesuaian suplai berbasis rebase, serta kerangka kebijakan moneter Aero Fed. Seluruh komponen ini menyelaraskan nilai token, permintaan likuiditas, dan tata kelola protokol dalam satu siklus ekonomi berkelanjutan, sehingga Aerodrome menjadi lapisan distribusi likuiditas dan nilai utama di ekosistem Base.
Artikel ini mengupas struktur token ganda Aerodrome melalui AERO dan veAERO. Pembahasan meliputi mekanisme penguncian veAERO dan bobot voting, kebijakan suplai dan emisi token, desain rebase dan manajemen moneter, serta alur insentif ve(3,3) dengan bribe. Selain itu, artikel ini mengulas logika penangkapan nilai AERO dan potensi risikonya, sehingga pembaca memahami bagaimana Aerodrome mengoptimalkan tokenomics untuk merevolusi tata kelola DEX dan persaingan likuiditas.

(Sumber: Aerodrome)
AERO merupakan token asli dari Aerodrome Finance. Token ini berperan sebagai utilitas dan tata kelola, namun hak tata kelola tidak diberikan hanya dengan memegang AERO. Aerodrome dibangun di atas Base, jaringan Layer 2 besutan Coinbase, dan berperan sebagai protokol pertukaran terdesentralisasi dan likuiditas utama di ekosistem tersebut. Pengguna dapat mengunci AERO hingga empat tahun untuk mendapatkan veAERO sebagai bukti hak tata kelola. Dengan memegang veAERO, pengguna dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan protokol, voting, memperoleh bagian dari pendapatan biaya platform, dan memengaruhi distribusi insentif likuiditas mingguan, sehingga peserta jangka panjang memiliki peran langsung dalam operasional protokol.
Aerodrome mengadopsi model token ganda untuk memisahkan dua jenis aktivitas:
AERO sendiri tidak memberikan hak tata kelola. Pengguna wajib mengunci AERO untuk memperoleh NFT veAERO, dan hanya dengan itu mereka dapat berpartisipasi dalam tata kelola dan pembagian pendapatan. Desain ini memisahkan spekulasi jangka pendek dari kekuatan pengambilan keputusan jangka panjang, sehingga mencegah dominasi tata kelola oleh arus likuiditas sementara.
veAERO mengikuti model vote escrow klasik. Pengguna harus mengunci token AERO untuk memperoleh hak suara tata kelola dan pengaruh atas alokasi insentif.
Penguncian menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap protokol dan menentukan besarnya pengaruh peserta dalam pengambilan keputusan tata kelola dan insentif likuiditas. Semakin besar dan lama penguncian, bobot veAERO meningkat, memperluas kemampuan pengguna dalam alokasi Gauge, akses pendapatan biaya, dan partisipasi tata kelola. Dengan demikian, veAERO menjadi jembatan antara komitmen modal dan partisipasi tata kelola.
Kekuatan voting bertambah secara linear sesuai durasi penguncian. Semakin lama penguncian, semakin besar bobot tata kelola. Contohnya, mengunci 100 AERO selama empat tahun menghasilkan 100 veAERO, sedangkan mengunci jumlah sama selama satu tahun hanya menghasilkan sekitar 25 veAERO. Struktur ini mendorong modal jangka panjang yang selaras untuk berpartisipasi dalam pengembangan protokol.
Sistem ini juga menyediakan fitur Auto Max Lock yang memungkinkan NFT veAERO secara otomatis mempertahankan status penguncian maksimum empat tahun, menjaga kekuatan voting tetap stabil. Hal ini mendorong partisipasi tata kelola yang konsisten dan memberikan peserta jangka panjang pengaruh berkelanjutan terhadap arah protokol.
AERO diluncurkan dengan suplai awal sebanyak 500 juta token, di mana lebih dari 90 persen dialokasikan untuk komunitas dan likuiditas, bukan untuk pendanaan ventura atau penjualan privat.
Struktur alokasi utama adalah sebagai berikut:
| Item alokasi | Porsi |
|---|---|
| Airdrop untuk pengunci veVELO | 40% |
| Dana barang publik | 21% |
| Tim pengembang, terkunci jangka panjang | 19% |
| Insentif likuiditas dan voting | 10%+ |
Desain ini menunjukkan preferensi kuat pada tata kelola komunitas dibandingkan struktur kepemilikan berbasis modal.
AERO menggunakan model suplai tanpa batas dengan emisi yang dapat dikontrol. Emisi didistribusikan mingguan kepada penyedia likuiditas. Model ini didasarkan pada asumsi tingkat penguncian 40 persen dan skenario Aero Fed mempertahankan emisi.
Emisi dibagi dalam tiga fase:
Model ini dapat dipahami sebagai mekanisme bank sentral berbasis DAO yang terintegrasi dalam kebijakan penerbitan token.

(Sumber: Aerodrome)
Aerodrome memperkenalkan mekanisme rebase untuk menyeimbangkan tekanan inflasi dengan risiko dilusi tata kelola. Ketika penyedia likuiditas menerima emisi dan mungkin menjual token di pasar, protokol membagikan kembali sebagian emisi AERO mingguan kepada pengunci veAERO sebagai kompensasi dampak inflasi. Ini membantu menjaga bobot relatif peserta tata kelola jangka panjang.
Intensitas rebase disesuaikan secara dinamis mengikuti tingkat penguncian keseluruhan. Jika tingkat penguncian turun, alokasi rebase meningkat untuk mendorong lebih banyak modal terkunci dan menjaga stabilitas tata kelola. Desain ini menjadi mekanisme perlindungan terhadap dilusi tata kelola, sekaligus memastikan likuiditas pasar tetap terjaga dan peserta jangka panjang tetap selaras dengan pengembangan protokol.

(Sumber: Aerodrome)
Pada model ve(3,3) Aerodrome, trader, penyedia likuiditas, dan pemilih veAERO membentuk struktur insentif yang saling terhubung. Trader membutuhkan likuiditas dengan slippage rendah. Penyedia likuiditas mengincar hasil berbasis emisi yang lebih tinggi. Pemilih fokus pada pembagian biaya dan imbalan bribe.
Setiap minggu, pemegang veAERO melakukan voting Gauge untuk menentukan alokasi emisi pada berbagai pool likuiditas. Semakin besar bobot voting, semakin banyak emisi AERO yang dialirkan ke pool yang dipilih. Proyek juga dapat menyediakan token tambahan sebagai bribe guna menarik voting ke pool tertentu, sehingga meningkatkan emisi dan kedalaman likuiditas pada pool tersebut.
Alur tipikalnya adalah: protokol membuat pool dan menetapkan bribe. Pemilih mengalokasikan bobot voting. Emisi mengalir ke pool sasaran. Penyedia likuiditas memasok dana. Volume perdagangan tumbuh dan menghasilkan biaya, yang kemudian dibagikan kepada pemilih. Ini membentuk siklus positif yang didorong oleh emisi dan permintaan perdagangan nyata. Pada dasarnya, ini mekanisme pasar untuk menyewa likuiditas.
Aerodrome memungkinkan siapa pun menyediakan token ke kontrak reward pool tertentu sebagai bribe, untuk mendorong pemegang veAERO mengarahkan bobot voting ke pool tersebut. Pemilih akan menerima imbalan tambahan sesuai bobot yang dialokasikan.
Mekanisme ini mengalihkan alokasi likuiditas dari distribusi protokol ke penawaran pasar. Proyek menggunakan reward untuk menarik emisi dan likuiditas. Penyedia likuiditas mendapatkan hasil lebih tinggi. Pemilih menerima pendapatan biaya plus bribe. Alhasil, voting, likuiditas, dan volume perdagangan saling memperkuat, dan Aerodrome dapat menyalurkan emisi ke pool dengan permintaan atau nilai strategis yang lebih tinggi. Ini memperkuat posisi Aerodrome sebagai pusat likuiditas di ekosistem Base.

(Sumber: Kaloh’s Newsletter)
Tokenomics Aerodrome dirancang berdasarkan sumber, distribusi, dan keseimbangan pendapatan protokol terhadap risiko partisipasi jangka panjang.
Salah satu keunggulan utama Aerodrome adalah model distribusi biayanya. Seluruh biaya perdagangan yang dihasilkan protokol didistribusikan sepenuhnya kepada pemegang veAERO. Tidak ada bagian biaya yang disimpan protokol atau dialokasikan ke treasury.
Sumber pendapatan utama protokol antara lain:
Model ini memiliki beberapa risiko utama:
Secara keseluruhan, model ini menawarkan hasil tinggi namun menuntut komitmen jangka panjang yang tinggi pula.
Tokenomics Aerodrome bukan sekadar kerangka mining likuiditas, melainkan mesin tata kelola DeFi yang utuh. Melalui model ve(3,3), voting Gauge, serta desain yang mendistribusikan 100 persen biaya perdagangan ke pengunci tata kelola, Aerodrome mengintegrasikan volume perdagangan, likuiditas, dan kekuatan tata kelola ke dalam flywheel ekonomi yang terus berkembang. Bagi peserta jangka panjang, AERO bukan sekadar token, tapi representasi hak pendapatan yang berkelanjutan. Untuk ekosistem Base, Aerodrome mendefinisikan ulang distribusi nilai DEX dan persaingan likuiditas.





