Seiring pesatnya perkembangan aset kripto, investor kini menuntut perdagangan 24/7, sementara pasar sekuritas tradisional masih beroperasi hanya lima hari dalam seminggu dengan jam tertentu. Baru-baru ini, perusahaan induk New York Stock Exchange (NYSE), Intercontinental Exchange (ICE), mengonfirmasi sedang mengembangkan platform berbasis blockchain untuk perdagangan saham dan ETF yang ditokenisasi, dengan rencana mendukung perdagangan tanpa henti sepanjang tahun. Pengumuman ini mendapat sorotan besar dari industri keuangan global dan dipandang sebagai titik balik bagi pasar tradisional dalam mengadopsi Web3.
Setelah pengumuman tersebut, konsensus pasar menilai NYSE ingin mengamankan posisi terdepan dalam infrastruktur digitalisasi sekuritas di masa depan. Dengan terus meningkatnya permintaan global terhadap aset yang ditokenisasi, inisiatif ini menunjukkan visi strategis yang jelas.

Saham yang ditokenisasi merupakan saham perusahaan tradisional yang diterbitkan sebagai token on-chain, sehingga memungkinkan perdagangan dan penyelesaian secara real-time di jaringan blockchain.
Platform blockchain terbaru ini menawarkan tiga fitur utama:
(1) Perdagangan sepanjang tahun: Investor dapat membeli atau menjual saham atau ETF kapan saja, tanpa menunggu jam pasar, sehingga potensi partisipasi lintas negara semakin besar.
(2) Penyelesaian instan: Teknologi blockchain memungkinkan kedua pihak menyelesaikan kliring dan settlement dalam hitungan detik, mengatasi delay T+1 pada pasar tradisional.
(3) Stablecoin sebagai alat utama penyelesaian: Platform ini mempertimbangkan penggunaan stablecoin USD untuk settlement transaksi, sehingga jam kerja bank tidak lagi membatasi siklus penyelesaian saham.
Seluruh fitur ini sangat berbeda dengan sistem sekuritas tradisional dan menyoroti arah masa depan digitalisasi sekuritas.
Jika platform blockchain 24/7 milik NYSE diluncurkan, hal ini berpotensi mengubah fundamental struktur perdagangan global:
Pertama, jam perdagangan yang sepenuhnya terbuka: Investor tidak lagi dibatasi oleh zona waktu. Pengalaman trading untuk pengguna di Asia dan Eropa akan meningkat drastis, dan harga global lebih mudah tersinkronisasi.
Kedua, likuiditas dan aktivitas pasar lebih tinggi: Perdagangan tanpa henti menciptakan lebih banyak peluang jual beli, sehingga masalah klasik seperti likuiditas rendah dan spread bid-offer yang lebar dapat diatasi.
Ketiga, dukungan saham fraksional dan efisiensi modal lebih optimal: Sekuritas ditokenisasi memungkinkan kepemilikan fraksional secara alami, sehingga investor dapat masuk ke saham bernilai tinggi dengan modal lebih kecil dan menurunkan hambatan investasi jangka panjang.
Keempat, peningkatan menyeluruh kecepatan dan efisiensi perdagangan: Settlement instan memangkas perantara, menurunkan biaya, dan mengurangi risiko pasar akibat delay settlement.
Arah reformasi ini sangat sejalan dengan tren fintech global terbaru, menandai awal transformasi mendalam pada sistem sekuritas tradisional.
Bagi investor individu, keunggulan utama platform ini meliputi:
Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menarik banyak pengguna kripto ke pasar sekuritas ditokenisasi dan membawa modal baru ke ekosistem.
Walaupun prospeknya menjanjikan, platform ini masih menghadapi sejumlah tantangan struktural:
Pertama, persetujuan SEC belum diperoleh: Regulator tetap berhati-hati terhadap tokenisasi sekuritas, sehingga pasar menunggu kejelasan kebijakan lebih lanjut.
Kedua, kepatuhan stablecoin masih menjadi tanda tanya: Penggunaan stablecoin untuk settlement sekuritas akan mendapat pengawasan ketat, dan cadangan, audit, serta kontrol risikonya harus memenuhi standar sekuritas.
Ketiga, pasar 24/7 membutuhkan kontrol risiko yang kuat: Perdagangan tanpa henti berpotensi meningkatkan volatilitas, sehingga stabilitas dan keamanan sistem menjadi prioritas utama.
Seluruh faktor ini akan memengaruhi jadwal peluncuran dan penerimaan pasar terhadap platform tersebut.
Platform blockchain 24/7 milik NYSE menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam transformasi digital keuangan tradisional. Jika berhasil, hal ini dapat mengubah secara fundamental cara pasar saham global beroperasi, sehingga perdagangan sekuritas menjadi semudah kripto. Meski tantangan regulasi dan teknis masih ada, tidak diragukan lagi tren ini akan menjadi salah satu inovasi fintech paling revolusioner pada 2026.





