Seiring meningkatnya perhatian terhadap perlindungan privasi data, terutama dalam komputasi awan, blockchain, dan kecerdasan buatan, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana melakukan komputasi secara efektif tanpa membuka data asli.
Homomorphic Encryption adalah teknologi kriptografi mutakhir yang memungkinkan komputasi langsung pada data terenkripsi, sehingga menciptakan keseimbangan baru antara perlindungan privasi dan kegunaan data. Baru-baru ini, proyek Zama yang berfokus pada bidang ini telah memperoleh pendanaan besar dan mendapat sorotan industri, mendorong teknologi ini dari teori ke aplikasi nyata.
Homomorphic Encryption merupakan metode enkripsi yang mendukung operasi pada data terenkripsi (ciphertext), sehingga hasil komputasi yang didekripsi identik dengan hasil komputasi pada data asli. Dengan kata lain, Anda dapat memproses ciphertext tanpa mengetahui isi data, dan hasil akhirnya tetap sama seperti jika operasi dilakukan langsung pada plaintext.

Teknologi ini didasari sifat homomorfik dalam teori bilangan dan aljabar abstrak, sehingga memungkinkan data terenkripsi tetap dalam bentuk ciphertext saat mengalami operasi penjumlahan atau perkalian. Tujuan utamanya adalah menciptakan “data terenkripsi yang dapat dikomputasi”, mengatasi keterbatasan enkripsi tradisional yang mengharuskan dekripsi sebelum komputasi.
Teknologi enkripsi tradisional (seperti AES dan RSA) fokus pada kerahasiaan data saat penyimpanan dan transmisi, dengan mengubah data ke bentuk yang tidak langsung dikenali. Namun, dalam aplikasi seperti analisis data dan pemrosesan awan, data terenkripsi harus didekripsi sebelum dapat dikomputasi, misalnya untuk operasi penjumlahan atau perkalian. Artinya, server atau penyedia layanan pihak ketiga dapat mengakses data plaintext saat proses komputasi, sehingga menimbulkan risiko kebocoran privasi.
Secara singkat:
Inti homomorphic encryption terletak pada sifat homomorfik struktur matematika:
Untuk fungsi enkripsi E dan dekripsi D, jika untuk dua plaintext m₁ dan m₂ serta satu operasi (misal penjumlahan atau perkalian), berlaku:
D(E(m₁) ⊕ E(m₂)) = m₁ ✕ m₂
Maka metode enkripsi tersebut termasuk homomorphic encryption. Artinya, saat operasi (⊕) dilakukan pada ciphertext, hasil setelah dekripsi tetap setara dengan operasi asli (✕) pada plaintext.

Sifat tersebut memungkinkan ciphertext menjalankan komputasi kompleks tanpa membuka data asli, sehingga privasi selama pemrosesan data meningkat signifikan.
Homomorphic encryption diklasifikasikan berdasarkan jenis operasi yang didukung:
Salah satu tantangan terbesar penerapan homomorphic encryption, khususnya Fully Homomorphic Encryption (FHE), adalah biaya komputasi yang tinggi. Operasi ciphertext melibatkan struktur aljabar dan mekanisme pengendalian noise yang kompleks, sehingga FHE awal jauh lebih lambat dibandingkan komputasi plaintext dan membatasi penggunaan di sistem nyata. Penelitian terkini pun beralih fokus dari teori ke optimasi rekayasa dan implementasi sistem.

Sumber gambar: Zama
Dalam konteks ini, Zama mengoptimalkan skema FHE yang ada melalui pendekatan rekayasa, tanpa mengubah asumsi kriptografi dasarnya. Fokusnya pada representasi ciphertext, desain sirkuit komputasi, dan pengendalian pertumbuhan noise. Dengan mengurangi kedalaman komputasi dan overhead yang tidak perlu, Zama meningkatkan efisiensi eksekusi tanpa mengorbankan keamanan. Optimasi ini memungkinkan komputasi homomorfik perlahan mencapai performa yang dapat diterima pada aplikasi tertentu.
Pada level implementasi, Zama menyediakan serangkaian alat dan pustaka FHE open source untuk mendukung kebutuhan pengembangan di berbagai level. Alat ini mengenkapsulasi logika pemilihan parameter dan manajemen noise yang kompleks di level bawah, sehingga pengembang dapat memanfaatkan fungsionalitas terkait tanpa harus memahami detail internal homomorphic encryption. Selain itu, Zama juga berupaya memperluas penerapan homomorphic encryption ke lingkungan komputasi umum, agar data terenkripsi dapat berpartisipasi pada logika program yang kompleks, tidak hanya operasi aritmetika tunggal.
Selain itu, karena sifat komputasi intensif dari homomorphic encryption, Zama mengeksplorasi integrasi dengan arsitektur komputasi paralel seperti GPU untuk mengatasi bottleneck performa di lingkungan CPU murni. Pendekatan optimasi perangkat lunak dan perangkat keras secara terintegrasi ini memberikan jalur realistis bagi homomorphic encryption untuk aplikasi berskala besar di masa depan dan menjadi fondasi peningkatan performa lebih lanjut.
Meskipun teori homomorphic encryption sudah matang dan mulai diaplikasikan secara nyata, masih terdapat kendala besar:
Ruang lingkup aplikasi homomorphic encryption terus berkembang dan menunjukkan potensi nyata di berbagai sektor utama:
Dengan penelitian yang semakin mendalam dan investasi industri yang meningkat, homomorphic encryption diperkirakan akan berkembang ke arah berikut:
Sebagai teknologi kriptografi revolusioner, homomorphic encryption menjadi jembatan penting antara privasi dan kegunaan data dengan mendukung komputasi dalam keadaan terenkripsi.
Dibandingkan metode enkripsi tradisional, teknologi ini menawarkan keunggulan perlindungan data yang unik namun menghadapi tantangan seperti performa dan manajemen noise. Proyek Zama, melalui optimasi algoritma, akselerasi eksekusi, dan pembangunan protokol praktis, memimpin penerapan homomorphic encryption dari teori ke dunia nyata. Seiring teknologi semakin matang dan diadopsi industri, homomorphic encryption akan terus mengubah pemrosesan data di berbagai sektor dan memainkan peran kunci dalam masa depan komputasi privasi.
Q1: Apakah homomorphic encryption sudah dapat digunakan secara praktis saat ini? Teknologi ini sudah dapat digunakan pada skenario tertentu seperti komputasi privasi dan inferensi terenkripsi, namun karena overhead performa yang tinggi, masih belum cocok untuk semua komputasi frekuensi tinggi.
Q2: Apa perbedaan antara homomorphic encryption dan zero knowledge proofs? Homomorphic encryption berfokus pada komputasi dalam keadaan terenkripsi, sedangkan zero knowledge proofs digunakan untuk membuktikan kebenaran hasil. Keduanya menyelesaikan masalah yang berbeda.
Q3: Masalah apa yang terutama diatasi oleh solusi Zama? Zama menurunkan hambatan penggunaan homomorphic encryption melalui optimasi rekayasa dan toolchain, serta meningkatkan kegunaan teknologi ini dalam sistem nyata.





