
Gambar: https://www.gate.com/staking/BTC
Secara tradisional, BTC dipahami hanya dalam satu bentuk: Anda membeli, menyimpan, lalu menunggu pergerakan harga.
Namun, dalam sistem aset berbasis platform, BTC sering diklasifikasikan ke dalam beberapa lapisan fungsional—sebagian untuk perdagangan, sebagian untuk agunan, dan sebagian lagi untuk menghasilkan imbal hasil.
GTBTC merupakan hasil evolusi dari aset tersebut.
Pada ekosistem produk Gate, penghasilan on-chain, manajemen aset, dan perdagangan saling terintegrasi, bukan terpisah. Platform membutuhkan bentuk aset yang memenuhi semua kriteria berikut:
GTBTC secara mendasar memisahkan atribut penghasil imbal hasil dari BTC dan menstandarkannya dalam bentuk token.
GTBTC bukanlah pengganti BTC secara menyeluruh. Dari sisi struktur aset, GTBTC berperan sebagai pemetaan fungsional BTC dalam ekosistem Gate. Saat pengguna melakukan staking BTC, aset tersebut dibungkus menjadi GTBTC yang merepresentasikan hak atas aset terkait. Ketika pengguna keluar dari skenario tersebut, GTBTC dapat dikonversi kembali menjadi BTC.
Keduanya tetap memiliki patokan nilai yang sama, namun masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
Pada struktur produk Gate secara keseluruhan:
GTBTC memungkinkan platform mengelola atribusi imbal hasil, aliran aset, dan hak pengguna secara lebih transparan, serta memberi pengguna gambaran status aset yang lebih intuitif.
Saat ini, referensi imbal hasil tahunan untuk staking BTC melalui GTBTC sekitar 9,99%. Namun, angka ini bukan satu-satunya alasan adanya GTBTC.
Jika hanya mengacu pada pengembalian tahunan, GTBTC memang mirip dengan berbagai produk keuangan. Namun, dari sisi struktur aset, GTBTC merepresentasikan pendekatan yang lebih sistematis dalam memanfaatkan BTC. Dalam ekosistem Gate, GTBTC berperan sebagai antarmuka, memungkinkan BTC digunakan di berbagai skenario tanpa harus membongkar atau menyusun ulang aset dasarnya secara berulang.
Nilai GTBTC bukanlah untuk membuat BTC menjadi lebih agresif, melainkan agar BTC menjadi lebih fleksibel. Ketika aset tidak lagi disimpan secara pasif, melainkan didefinisikan secara jelas berdasarkan peran dan fungsinya, kepemilikan jangka panjang menjadi strategi yang lebih rasional.





