Zilliqa 2.0 merupakan tonggak penting yang menandai era baru bagi jaringan Zilliqa, dengan fokus utama pada transisi penuh mekanisme konsensus dan keamanan ke arsitektur Delegated Proof-of-Stake (PoS) tanpa izin. Pada versi ini, staking tidak lagi sekadar mekanisme hadiah tambahan, melainkan menjadi elemen fundamental dalam operasional dan keamanan jaringan. Pemegang ZIL dan validator kini berpartisipasi langsung dalam produksi blok serta proses konsensus, bersama-sama menjaga stabilitas jaringan.
Seiring aplikasi blockchain semakin berkembang, kebutuhan akan efisiensi transaksi, kecepatan finalitas, efisiensi energi, dan desentralisasi terus meningkat, sehingga memperlihatkan keterbatasan arsitektur tradisional berbasis PoW. Dengan mengadopsi konsensus PoS, partisipasi validator tanpa izin, desain kontrak staking dua lapis, serta aturan hadiah dan penalti yang jelas, Zilliqa 2.0 menurunkan hambatan operasional node dan konsumsi energi, sekaligus memastikan aset staking benar-benar memikul tanggung jawab keamanan jaringan. Model keamanan Zilliqa pun bertransformasi dari yang sebelumnya bergantung pada kekuatan komputasi, menjadi model yang didukung insentif ekonomi dan perilaku validator.
Artikel ini mengulas secara sistematis perubahan inti yang dihadirkan Zilliqa 2.0, mulai dari alasan transisi dari PoW ke PoS, cara kerja dan keterbatasan mekanisme staking SSN lama, logika desain arsitektur staking tanpa izin yang baru, mekanisme hadiah dan penalti validator, hingga perbedaan serta use case staking likuid dan non-likuid. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana pengguna, validator, dan operator node dapat berpartisipasi serta bermigrasi pasca upgrade mainnet, sehingga pembaca dapat memahami secara menyeluruh bagaimana Zilliqa 2.0 membentuk ulang arsitektur keamanan jaringan, serta peran dan nilai ZIL dalam fase baru ini.
Zilliqa adalah blockchain Layer 1 berperforma tinggi yang mengedepankan skalabilitas sebagai tujuan utama. Dikembangkan oleh tim asal Singapura, Zilliqa bertujuan mengatasi keterbatasan struktural blockchain tradisional dalam hal kecepatan transaksi dan throughput pada level protokol dasar. Sebagai salah satu blockchain pertama yang menghadirkan sharding secara native di mainnet, Zilliqa merevolusi operasi blockchain dengan membagi jaringan menjadi beberapa shard yang dapat berjalan paralel, sehingga transaksi dapat diproses bersamaan tanpa bergantung pada mekanisme siaran jaringan secara keseluruhan.
Ketika blockchain semakin menjadi fondasi utama bagi sektor keuangan dan aplikasi digital, Zilliqa dibangun dengan asumsi inti bahwa “skala node menentukan kapasitas performa.” Dengan menggabungkan arsitektur sharding native, mekanisme konsensus hibrida, dan desain finalitas instan, Zilliqa mampu memproses ribuan transaksi per detik, memberikan performa lapisan dasar yang stabil dan dapat diprediksi untuk perdagangan frekuensi tinggi, aplikasi korporasi, dan skenario yang membutuhkan kepatuhan, serta memperkuat posisinya sebagai blockchain publik yang mengutamakan rekayasa skalabilitas.

(Sumber: Zilliqa)
Dengan persiapan peluncuran resmi Zilliqa 2.0, arsitektur blockchain secara keseluruhan akan mengalami transformasi utama. Perubahan paling signifikan adalah upgrade menyeluruh mekanisme staking.
Versi terbaru ini memperkenalkan Delegated Proof-of-Stake (PoS) tanpa izin, menggantikan model operasi berbasis PoW sebelumnya. Perubahan ini tidak hanya mengubah cara node diproduksi, tetapi juga menjadikan staking ZIL sebagai elemen utama keamanan jaringan.
Perubahan arsitektur Zilliqa 2.0 memiliki tujuan yang jelas:
Keamanan jaringan Zilliqa ke depan tidak lagi bergantung pada perangkat komputasi berskala besar, melainkan dijaga bersama oleh validator yang memegang dan staking ZIL.
Pada jaringan Zilliqa saat ini, staking berpusat pada Staked Seed Nodes (SSN). Node ini bertugas menyimpan data historis, menyediakan layanan API, dan memperoleh bagian hadiah blok melalui staking.
Karakteristik utama model ini:
Mekanisme ini beroperasi secara permissioned, di mana SSN harus didaftarkan melalui kontrak resmi untuk menjadi node valid.
Pada Zilliqa 2.0, staking menjadi inti konsensus jaringan dengan struktur dua lapis tanpa izin:
Desain ini menghilangkan kebutuhan persetujuan resmi bagi validator, membuka partisipasi bagi semua pihak yang memenuhi syarat.
Zilliqa 2.0 mendistribusikan hadiah per epoch (3.600 blok), dengan total 51.000 ZIL per epoch:
Jika validator menjaga efisiensi rata-rata satu blok per detik, seluruh hadiah epoch dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.
Tim Zilliqa menyediakan dua kontrak delegasi referensi:
Kedua kontrak dikembangkan menggunakan Solidity dan telah diaudit penuh sebelum dirilis ke publik.
Untuk menjaga stabilitas jaringan PoS, Zilliqa 2.0 menghadirkan dua mekanisme penalti:
Masa unlock 14 hari tetap diberlakukan untuk mencegah node berperilaku buruk langsung menarik dana setelah pelanggaran.
Zilliqa akan menghadirkan portal staking berbasis EVM yang memungkinkan pengguna:
Pengguna yang staking melalui SSN harus memigrasikan ZIL ke kontrak baru secara manual setelah upgrade mainnet.
Setelah Zilliqa 2.0 aktif, operator node wajib menerapkan node baru dan staking ke Deposit Contract. Mereka juga dapat membuat kontrak delegasi sendiri untuk membentuk pool staking. Kontrak referensi dan panduan operasional resmi akan disediakan. Seluruh sistem akan pertama kali diuji di testnet proto-mainnet, sehingga komunitas dapat mempelajari alur kerja lebih awal.
Zilliqa 2.0 menghadirkan rekonstruksi fundamental atas logika operasional jaringan. Mekanisme staking kini berperan sebagai komponen inti yang terlibat langsung dalam konsensus dan keamanan, bukan sekadar fungsi tambahan berorientasi hadiah. Peran pemegang ZIL pun berubah, dari pengguna pasif menjadi peserta aktif dalam tata kelola dan keamanan jaringan. Dengan peluncuran validator tanpa izin, staking likuid, serta mekanisme penalti, Zilliqa resmi memasuki fase baru berbasis PoS.





