Ketika Bitcoin mencapai angka $126,000 pada Oktober 2025, tampaknya kenaikan akan berlanjut. Namun bulan-bulan berikutnya membawa koreksi yang signifikan, memperburuk suasana hati di komunitas. Saat ini, koin diperdagangkan sekitar $93,010, mencerminkan penurunan sebesar 2.24% dalam 24 jam terakhir. Penurunan yang lambat namun gigih ini mempengaruhi tidak hanya investor biasa, tetapi juga analis terkemuka yang mengubah posisi mereka di pasar.
Ketika optimisme berubah menjadi skeptisisme: siapa yang pertama kali mengubah pendapat?
Pendiri platform analitik CryptoQuant, Кі Янг Джу, menggambarkan situasi saat ini sebagai perubahan yang menakjubkan. Menurutnya, suara utama di industri kripto yang sebelumnya aktif mempromosikan kenaikan, kini berposisi sebagai bearish. “Analisis favorit saya menjadi bearish. Saya merasa sendiri,” tulisnya di media sosial.
Perubahan yang paling mencolok adalah pergeseran Robert Kiyosaki — penulis terkenal buku best-seller “Rich Dad, Poor Dad,” yang selama bertahun-tahun aktif mempromosikan Bitcoin sebagai alat perlindungan terhadap inflasi. Baru-baru ini, ia memutuskan untuk menjual sebagian BTC-nya dan mengalihkan dana ke instrumen investasi lain. Tetapi yang paling mencolok adalah diamnya di media sosial — sebelumnya Robert Kiyosaki secara rutin berbagi pandangannya tentang cryptocurrency, dan sekarang berusaha menghindari topik ini.
Sinyal teknikal memperkuat ketidakpercayaan terhadap pasar
Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir menurun sebesar 16.9% menjadi $27.8 miliar, menandakan berkurangnya aktivitas peserta pasar. Dari sudut pandang analisis teknikal, situasi terlihat semakin buruk. Pada grafik Bitcoin terbentuk potensi “death cross” — indikator klasik suasana bearish yang banyak trader interpretasikan sebagai sinyal penurunan lebih lanjut.
Jika teori para analis terbukti benar, Bitcoin bisa turun ke angka $67,000. Namun penurunan ini tidak akan bersifat bebas. Di jalur ini, koin akan mendapatkan dukungan di level $80,600 dan $74,111, yang dapat menahan koreksi lebih lanjut.
Optimis tetap minoritas, tetapi tidak menyerah
Meskipun tekanan dari suasana negatif, Кі Янг Джу tidak siap mendukung konsensus bearish. Meski ia tidak secara tegas meramalkan kenaikan Bitcoin, posisinya tetap optimis bullish. Posisi serupa dipegang oleh para optimis lain di komunitas, yang memandang konsolidasi saat ini bukan sebagai akhir, tetapi sebagai fase akumulasi. Mereka percaya bahwa penurunan saat ini memberi peluang bagi investor untuk membeli aset dengan harga yang lebih menarik.
Data historis mendukung hipotesis ini — konsensus bearish sering kali diikuti oleh kenaikan yang signifikan. Tinggal menunggu waktu dan kesabaran bagi mereka yang masih percaya pada pemulihan Bitcoin.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kekecewaan komunitas kripto: analis kehilangan kepercayaan di tengah stagnasi Bitcoin
Ketika Bitcoin mencapai angka $126,000 pada Oktober 2025, tampaknya kenaikan akan berlanjut. Namun bulan-bulan berikutnya membawa koreksi yang signifikan, memperburuk suasana hati di komunitas. Saat ini, koin diperdagangkan sekitar $93,010, mencerminkan penurunan sebesar 2.24% dalam 24 jam terakhir. Penurunan yang lambat namun gigih ini mempengaruhi tidak hanya investor biasa, tetapi juga analis terkemuka yang mengubah posisi mereka di pasar.
Ketika optimisme berubah menjadi skeptisisme: siapa yang pertama kali mengubah pendapat?
Pendiri platform analitik CryptoQuant, Кі Янг Джу, menggambarkan situasi saat ini sebagai perubahan yang menakjubkan. Menurutnya, suara utama di industri kripto yang sebelumnya aktif mempromosikan kenaikan, kini berposisi sebagai bearish. “Analisis favorit saya menjadi bearish. Saya merasa sendiri,” tulisnya di media sosial.
Perubahan yang paling mencolok adalah pergeseran Robert Kiyosaki — penulis terkenal buku best-seller “Rich Dad, Poor Dad,” yang selama bertahun-tahun aktif mempromosikan Bitcoin sebagai alat perlindungan terhadap inflasi. Baru-baru ini, ia memutuskan untuk menjual sebagian BTC-nya dan mengalihkan dana ke instrumen investasi lain. Tetapi yang paling mencolok adalah diamnya di media sosial — sebelumnya Robert Kiyosaki secara rutin berbagi pandangannya tentang cryptocurrency, dan sekarang berusaha menghindari topik ini.
Sinyal teknikal memperkuat ketidakpercayaan terhadap pasar
Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir menurun sebesar 16.9% menjadi $27.8 miliar, menandakan berkurangnya aktivitas peserta pasar. Dari sudut pandang analisis teknikal, situasi terlihat semakin buruk. Pada grafik Bitcoin terbentuk potensi “death cross” — indikator klasik suasana bearish yang banyak trader interpretasikan sebagai sinyal penurunan lebih lanjut.
Jika teori para analis terbukti benar, Bitcoin bisa turun ke angka $67,000. Namun penurunan ini tidak akan bersifat bebas. Di jalur ini, koin akan mendapatkan dukungan di level $80,600 dan $74,111, yang dapat menahan koreksi lebih lanjut.
Optimis tetap minoritas, tetapi tidak menyerah
Meskipun tekanan dari suasana negatif, Кі Янг Джу tidak siap mendukung konsensus bearish. Meski ia tidak secara tegas meramalkan kenaikan Bitcoin, posisinya tetap optimis bullish. Posisi serupa dipegang oleh para optimis lain di komunitas, yang memandang konsolidasi saat ini bukan sebagai akhir, tetapi sebagai fase akumulasi. Mereka percaya bahwa penurunan saat ini memberi peluang bagi investor untuk membeli aset dengan harga yang lebih menarik.
Data historis mendukung hipotesis ini — konsensus bearish sering kali diikuti oleh kenaikan yang signifikan. Tinggal menunggu waktu dan kesabaran bagi mereka yang masih percaya pada pemulihan Bitcoin.