Salah satu tantangan besar yang dihadapi sistem AI saat ini adalah apa yang disebut “Lupa AI”. Ini merujuk pada fenomena di mana setiap sesi berfungsi secara independen dan tidak dapat membawa riwayat interaksi masa lalu. Akibatnya, platform AI harus memproses informasi pengguna dari nol setiap kali, yang menyebabkan ketidakefisienan yang besar.
Tantangan Praktis yang Disebabkan oleh Keterputusan Antar Sesi
Dalam sistem AI konvensional, informasi konteks penting yang terkumpul dari sesi sebelumnya tidak digunakan. Hal ini meningkatkan beban pengguna untuk memasukkan informasi yang sama berulang kali, dan secara signifikan mengurangi kemudahan penggunaan layanan. Selain itu, penyediaan layanan yang dipersonalisasi juga menjadi sulit, dan kegunaan AI terbatas.
Lapisan Memori Permanen yang Direalisasikan oleh Blockchain
Latar belakang ini membuat lembaga penelitian seperti NS3.AI tertarik pada pemanfaatan teknologi blockchain. Blockchain memiliki fitur utama yang dapat menyediakan lapisan memori yang permanen, dapat diverifikasi, dan dimiliki sepenuhnya oleh pengguna. Dengan arsitektur ini, platform AI dapat berbagi dan memanfaatkan data secara aman dan sesuai konteks melampaui batas sesi.
Yang juga penting adalah pengguna dapat mengendalikan sepenuhnya hak kepemilikan data dan izin penggunaannya. Ini memungkinkan perlindungan privasi sambil memungkinkan sistem AI mengakses informasi pengguna secara berkelanjutan, yang merupakan solusi mendasar untuk masalah Lupa AI.
Kolaborasi Multi-Agen dan Potensi AI Baru
Jika infrastruktur memori berbasis blockchain ini diimplementasikan, manfaatnya tidak hanya sebatas mengatasi lupa. Akan muncul aplikasi AI baru yang memungkinkan kolaborasi mulus antar beberapa agen AI, pembelajaran vertikal yang lebih canggih, dan kemampuan audit yang lengkap.
Perkembangan ini berpotensi melampaui sektor keuangan dan menjadi bidang penting berikutnya dalam pemanfaatan teknologi blockchain. Perpaduan AI dan blockchain mungkin bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga menjadi titik balik yang secara fundamental mengubah cara sistem AI itu sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kemungkinan blockchain untuk mengatasi AI amnesia
Salah satu tantangan besar yang dihadapi sistem AI saat ini adalah apa yang disebut “Lupa AI”. Ini merujuk pada fenomena di mana setiap sesi berfungsi secara independen dan tidak dapat membawa riwayat interaksi masa lalu. Akibatnya, platform AI harus memproses informasi pengguna dari nol setiap kali, yang menyebabkan ketidakefisienan yang besar.
Tantangan Praktis yang Disebabkan oleh Keterputusan Antar Sesi
Dalam sistem AI konvensional, informasi konteks penting yang terkumpul dari sesi sebelumnya tidak digunakan. Hal ini meningkatkan beban pengguna untuk memasukkan informasi yang sama berulang kali, dan secara signifikan mengurangi kemudahan penggunaan layanan. Selain itu, penyediaan layanan yang dipersonalisasi juga menjadi sulit, dan kegunaan AI terbatas.
Lapisan Memori Permanen yang Direalisasikan oleh Blockchain
Latar belakang ini membuat lembaga penelitian seperti NS3.AI tertarik pada pemanfaatan teknologi blockchain. Blockchain memiliki fitur utama yang dapat menyediakan lapisan memori yang permanen, dapat diverifikasi, dan dimiliki sepenuhnya oleh pengguna. Dengan arsitektur ini, platform AI dapat berbagi dan memanfaatkan data secara aman dan sesuai konteks melampaui batas sesi.
Yang juga penting adalah pengguna dapat mengendalikan sepenuhnya hak kepemilikan data dan izin penggunaannya. Ini memungkinkan perlindungan privasi sambil memungkinkan sistem AI mengakses informasi pengguna secara berkelanjutan, yang merupakan solusi mendasar untuk masalah Lupa AI.
Kolaborasi Multi-Agen dan Potensi AI Baru
Jika infrastruktur memori berbasis blockchain ini diimplementasikan, manfaatnya tidak hanya sebatas mengatasi lupa. Akan muncul aplikasi AI baru yang memungkinkan kolaborasi mulus antar beberapa agen AI, pembelajaran vertikal yang lebih canggih, dan kemampuan audit yang lengkap.
Perkembangan ini berpotensi melampaui sektor keuangan dan menjadi bidang penting berikutnya dalam pemanfaatan teknologi blockchain. Perpaduan AI dan blockchain mungkin bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga menjadi titik balik yang secara fundamental mengubah cara sistem AI itu sendiri.