Ledakan dot-com yang terjadi dari akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 memberikan banyak pelajaran bagi pasar aset kripto saat ini. Ketika spekulasi terhadap perusahaan internet mencapai puncaknya, banyak investor melewatkan pertanyaan mendasar—“Apakah perusahaan ini benar-benar menghasilkan keuntungan”—yang seharusnya menjadi fokus utama.
Apa yang Dibawa oleh Ekspektasi Berlebihan terhadap Revolusi Internet
Pada akhir 1990-an, harapan terhadap teknologi internet mencapai tingkat jenuh. Dana dari modal ventura mengalir deras, dan gelombang IPO terjadi, sehingga standar penilaian perusahaan mengalami perubahan besar. Bahkan perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan atau pendapatan, jika jumlah penggunanya (disebut “eyeballs” atau jumlah pengunjung) meningkat dan menunjukkan tingkat pertumbuhan yang tinggi, tetap dinilai tinggi.
Media dan investor individu terpesona oleh narasi “ekonomi baru” dan meninggalkan norma bisnis konvensional. Penilaian nilai perusahaan tanpa memperhatikan profitabilitas menjadi simbol optimisme yang menyebar di seluruh pasar.
Keruntuhan Bubble: Terungkapnya Model Bisnis yang Tidak Berkelanjutan
Namun kenyataannya berubah. Ketika suku bunga naik dan pasar mulai menuntut keuntungan nyata, banyak perusahaan dot-com menghadapi krisis manajemen. Dimulai dari perusahaan dengan struktur biaya yang tidak sehat dan sumber pendapatan yang tidak jelas, banyak dari mereka kemudian bangkrut atau berhenti beroperasi.
Dalam proses keruntuhan bubble, terungkap bahwa kemajuan teknologi saja tidak cukup untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Beberapa platform besar berhasil bertahan, tetapi banyak perusahaan yang dianggap menjanjikan menghilang dari pasar.
Apa yang Dapat Dipelajari dari Bubble Dot-Com untuk Pasar Aset Kripto
Sejarah bubble dot-com memberikan peringatan penting bagi pasar aset kripto saat ini. Meskipun aset kripto utama seperti BTC, ETH, dan BNB mendapatkan perhatian besar, standar seleksi proyek bisa menjadi kabur.
Yang paling penting dalam menilai nilai perusahaan adalah profitabilitas jangka panjang, struktur biaya yang sehat, dan kemampuan menghasilkan keuntungan nyata. Teknologi baru tidak menjamin keberhasilan semua proyek, dan kualitas model bisnis menjadi faktor penentu kelangsungan hidup akhir. Pelajaran dari bubble dot-com menunjukkan bahwa dalam pengambilan keputusan investasi, narasi emosional bukanlah hal yang utama; analisis fundamental adalah kunci yang tak tergantikan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Belajar dari gelembung Dotcom: Kriteria penilaian perusahaan teknologi
Ledakan dot-com yang terjadi dari akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 memberikan banyak pelajaran bagi pasar aset kripto saat ini. Ketika spekulasi terhadap perusahaan internet mencapai puncaknya, banyak investor melewatkan pertanyaan mendasar—“Apakah perusahaan ini benar-benar menghasilkan keuntungan”—yang seharusnya menjadi fokus utama.
Apa yang Dibawa oleh Ekspektasi Berlebihan terhadap Revolusi Internet
Pada akhir 1990-an, harapan terhadap teknologi internet mencapai tingkat jenuh. Dana dari modal ventura mengalir deras, dan gelombang IPO terjadi, sehingga standar penilaian perusahaan mengalami perubahan besar. Bahkan perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan atau pendapatan, jika jumlah penggunanya (disebut “eyeballs” atau jumlah pengunjung) meningkat dan menunjukkan tingkat pertumbuhan yang tinggi, tetap dinilai tinggi.
Media dan investor individu terpesona oleh narasi “ekonomi baru” dan meninggalkan norma bisnis konvensional. Penilaian nilai perusahaan tanpa memperhatikan profitabilitas menjadi simbol optimisme yang menyebar di seluruh pasar.
Keruntuhan Bubble: Terungkapnya Model Bisnis yang Tidak Berkelanjutan
Namun kenyataannya berubah. Ketika suku bunga naik dan pasar mulai menuntut keuntungan nyata, banyak perusahaan dot-com menghadapi krisis manajemen. Dimulai dari perusahaan dengan struktur biaya yang tidak sehat dan sumber pendapatan yang tidak jelas, banyak dari mereka kemudian bangkrut atau berhenti beroperasi.
Dalam proses keruntuhan bubble, terungkap bahwa kemajuan teknologi saja tidak cukup untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Beberapa platform besar berhasil bertahan, tetapi banyak perusahaan yang dianggap menjanjikan menghilang dari pasar.
Apa yang Dapat Dipelajari dari Bubble Dot-Com untuk Pasar Aset Kripto
Sejarah bubble dot-com memberikan peringatan penting bagi pasar aset kripto saat ini. Meskipun aset kripto utama seperti BTC, ETH, dan BNB mendapatkan perhatian besar, standar seleksi proyek bisa menjadi kabur.
Yang paling penting dalam menilai nilai perusahaan adalah profitabilitas jangka panjang, struktur biaya yang sehat, dan kemampuan menghasilkan keuntungan nyata. Teknologi baru tidak menjamin keberhasilan semua proyek, dan kualitas model bisnis menjadi faktor penentu kelangsungan hidup akhir. Pelajaran dari bubble dot-com menunjukkan bahwa dalam pengambilan keputusan investasi, narasi emosional bukanlah hal yang utama; analisis fundamental adalah kunci yang tak tergantikan.