Harga emas turun secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir setelah sebelumnya berhasil mencatatkan rekor tertinggi. Koreksi harga ini memicu spekulasi pasar tentang kapan momentum bullish akan kembali. Kombinasi antara pengambilan keuntungan dari trader dan penguatan nilai dolar menjadi faktor utama yang mendorong penurunan ini, sekaligus meningkatkan biaya akuisisi bagi pembeli emas internasional.
Gelombang Pengambilan Keuntungan Tekan Harga
Setelah meraih pencapaian tertinggi, para trader mulai melakukan strategi profit taking untuk mengamankan keuntungan mereka. Fenomena ini adalah bagian natural dari siklus pasar komoditas, di mana investor yang telah meraup gain signifikan memilih untuk keluar dari posisi. Akumulasi pesanan jual dari berbagai investor menciptakan tekanan downside yang cukup kuat terhadap harga emas secara keseluruhan.
Dolar yang Menguat Memperberat Tekanan
Penguatan nilai dolar Amerika Serikat turut memberikan dampak negatif pada harga emas turun. Ketika dolar mengalami apresiasi, investor asing membutuhkan lebih banyak mata uang lokal mereka untuk membeli emas yang dipricingnya dalam USD. Hal ini mengurangi daya beli internasional dan menciptakan headwind tambahan bagi pasar emas global. Kombinasi faktor ini membuat koreksi harga menjadi lebih dalam dari ekspektasi awal.
Pengumuman Calon Ketua The Fed Dinanti Pasar
Perhatian pelaku pasar kini bergeser ke pengumuman kebijakan moneter yang akan datang, khususnya nominasi calon Ketua Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump. Pengumuman ini dijadwalkan untuk diumumkan pada hari Jumat minggu ini. Menurut laporan dari Odaily, penasihat Trump telah menunjukkan bahwa Kevin Warsh merupakan salah satu kandidat yang kemungkinan besar untuk dipilih.
Analis dari Saxo Bank memberikan perspektif menarik: dibandingkan dengan calon-calon lainnya yang telah dibahas sebelumnya di media, Warsh dipandang sebagai figur yang kurang kontroversial dan memiliki posisi moneter yang tidak sekontras calon lain. Persepsi ini menciptakan harapan pasar bahwa kebijakan Federal Reserve mungkin akan lebih measured dan predictable di periode mendatang. Dampak dari pengumuman ini diperkirakan akan signifikan dalam menentukan arah selanjutnya dari harga emas turun atau naik, mengingat sikap The Fed terhadap suku bunga memiliki korelasi negatif dengan nilai emas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas Turun Dalam Gelombang Profit Taking, Kapan Bisa Kembali Naik?
Harga emas turun secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir setelah sebelumnya berhasil mencatatkan rekor tertinggi. Koreksi harga ini memicu spekulasi pasar tentang kapan momentum bullish akan kembali. Kombinasi antara pengambilan keuntungan dari trader dan penguatan nilai dolar menjadi faktor utama yang mendorong penurunan ini, sekaligus meningkatkan biaya akuisisi bagi pembeli emas internasional.
Gelombang Pengambilan Keuntungan Tekan Harga
Setelah meraih pencapaian tertinggi, para trader mulai melakukan strategi profit taking untuk mengamankan keuntungan mereka. Fenomena ini adalah bagian natural dari siklus pasar komoditas, di mana investor yang telah meraup gain signifikan memilih untuk keluar dari posisi. Akumulasi pesanan jual dari berbagai investor menciptakan tekanan downside yang cukup kuat terhadap harga emas secara keseluruhan.
Dolar yang Menguat Memperberat Tekanan
Penguatan nilai dolar Amerika Serikat turut memberikan dampak negatif pada harga emas turun. Ketika dolar mengalami apresiasi, investor asing membutuhkan lebih banyak mata uang lokal mereka untuk membeli emas yang dipricingnya dalam USD. Hal ini mengurangi daya beli internasional dan menciptakan headwind tambahan bagi pasar emas global. Kombinasi faktor ini membuat koreksi harga menjadi lebih dalam dari ekspektasi awal.
Pengumuman Calon Ketua The Fed Dinanti Pasar
Perhatian pelaku pasar kini bergeser ke pengumuman kebijakan moneter yang akan datang, khususnya nominasi calon Ketua Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump. Pengumuman ini dijadwalkan untuk diumumkan pada hari Jumat minggu ini. Menurut laporan dari Odaily, penasihat Trump telah menunjukkan bahwa Kevin Warsh merupakan salah satu kandidat yang kemungkinan besar untuk dipilih.
Analis dari Saxo Bank memberikan perspektif menarik: dibandingkan dengan calon-calon lainnya yang telah dibahas sebelumnya di media, Warsh dipandang sebagai figur yang kurang kontroversial dan memiliki posisi moneter yang tidak sekontras calon lain. Persepsi ini menciptakan harapan pasar bahwa kebijakan Federal Reserve mungkin akan lebih measured dan predictable di periode mendatang. Dampak dari pengumuman ini diperkirakan akan signifikan dalam menentukan arah selanjutnya dari harga emas turun atau naik, mengingat sikap The Fed terhadap suku bunga memiliki korelasi negatif dengan nilai emas.