Ada tokoh legendaris di dunia trading—Ross Cameron, dia membuktikan apa arti sebenarnya tingkat pengembalian melalui rekam jejak yang terverifikasi dan diaudit. Sebuah akun awal kurang dari 600 dolar AS, berkembang menjadi 10,92 juta dolar AS di tangannya, angka ini menarik perhatian lebih dari 1,6 juta investor. Keberhasilannya berulang kali didasarkan pada rahasia utama menguasai satu set strategi trading momentum—dengan menangkap volatilitas tinggi di pasar secara akurat, membangun zona perlindungan risiko, dan mencapai keuntungan yang stabil.
Bagaimana Strategi Momentum Mewujudkan Pertumbuhan Cepat
Untuk memahami logika keberhasilan Cameron, pertama-tama harus memahami tantangan terbesar yang dihadapi akun kecil: dari beberapa ratus dolar menjadi puluhan ribu dolar adalah tahap tersulit, setelah itu keberhasilan lebih banyak bergantung pada waktu dan bunga majemuk. Pendekatannya adalah memanfaatkan trading momentum untuk secara cepat membangun “bantalan keamanan” ini dalam jangka pendek.
Dalam praktiknya, Cameron sering melakukan siaran langsung tantangan akun kecil. Dalam tantangan bulan Maret, dia hanya dalam 20 hari mengubah akun 600 dolar menjadi 16.013 dolar. Lebih mengejutkan lagi, pada hari pertama tantangan, dia menghasilkan 125 dolar dari 600 dolar, dan dalam satu minggu akun tersebut berlipat ganda. Prestasi ini bukan keberuntungan, melainkan didukung oleh sebuah kerangka strategi yang sistematis dan telah teruji melalui puluhan ribu transaksi historis.
Lima Kriteria Inti dalam Penyaringan Target
Langkah paling penting dalam trading momentum adalah memilih target yang tepat, karena ini langsung menentukan probabilitas keberhasilan trading. Berdasarkan data trading Cameron, target dengan hasil tinggi biasanya memenuhi lima karakteristik berikut:
Pertama, kenaikan hari itu lebih dari 10%. Target yang sudah mendapatkan momentum, dibandingkan yang mulai dari nol dan naik, akan lebih mudah untuk terus naik.
Kedua, berada di lima besar daftar kenaikan. Daftar teratas menunjukkan tingkat perhatian pasar tertinggi dan volume transaksi yang paling terkonsentrasi, sehingga likuiditasnya lebih baik dan pola teknikalnya lebih dihormati.
Ketiga, memiliki volume transaksi relatif tinggi. Volume relatif adalah rasio volume transaksi hari itu terhadap rata-rata volume transaksi. Misalnya, sebuah saham dengan rata-rata 150.000 lembar per hari, hari ini transaksi 1.500.000 lembar, maka volume relatifnya adalah 10 kali lipat. Target yang melonjak lebih dari 10% hampir selalu disertai dengan peningkatan volume yang jelas.
Keempat, harga saham di bawah 20 dolar AS. Terutama di tahap awal tantangan, prioritas diberikan pada target di bawah 10 dolar AS. Saham murah yang naik dari 1 dolar ke 2 dolar lebih umum dan lebih mudah dicapai daripada dari 20 dolar ke 40 dolar.
Kelima, jumlah saham yang beredar relatif rendah. Jumlah saham beredar yang sedikit berarti pasokan pasar terbatas, sehingga ketika dana besar masuk, harga saham cenderung naik tajam. Contohnya, saham LUCY, dengan jumlah saham beredar hanya 11,24 juta lembar, tetapi volume transaksi harian mencapai 944 juta lembar, dan hari itu melonjak 428% menempati puncak daftar kenaikan. Inilah target yang selalu dicari—yang paling diperhatikan dan paling aktif.
Faktor Berita yang Mendorong Momentum
Target yang memenuhi kelima karakteristik di atas akan memiliki momentum yang sangat kuat. Tapi untuk benar-benar menangkap fluktuasi besar, perlu dipahami apa yang menggerakkan target tersebut.
Trading momentum sebagian besar didorong oleh reaksi pasar terhadap berita mendadak. Berita ini meliputi: informasi keuangan yang tidak biasa, peluang investasi yang sebelumnya diabaikan pasar, peristiwa penting (penggabungan, kontrak besar, perubahan manajemen, litigasi, dll). Dalam dunia kripto, perkembangan pengajuan ETF, ekspektasi dan pengumuman penurunan suku bunga juga dapat memicu reaksi harga yang kuat.
Pengaruh berita berbeda-beda—ada yang hanya berlangsung beberapa jam, ada yang berlangsung beberapa hari bahkan minggu. Pada awal munculnya berita, harga target sering kali menyimpang jauh dari nilai pasar sebenarnya, dan fluktuasi reaksi ini biasanya cukup besar. Untuk akun kecil yang menggunakan leverage, bahkan dengan leverage rendah, satu transaksi bisa menyebabkan margin call. Oleh karena itu, membangun zona perlindungan risiko saat terjadi guncangan berita menjadi bagian terpenting dalam pengelolaan modal kecil.
Analisis Grafik dan Eksekusi Praktis
Setelah penyaringan target selesai, langkah berikutnya adalah analisis teknikal. Pertama, periksa grafik 5 menit untuk menilai apakah harga sedang koreksi, berada di titik terendah, atau sudah menembus level tertentu. Kemudian beralih ke grafik harian, periksa apakah tren utama tetap utuh atau telah terganggu, dan tandai level support, resistance, serta titik tertinggi dan terendah penting.
Posisi-posisi kunci ini berfungsi ganda: sebagai sinyal masuk dan sebagai acuan untuk menetapkan take profit dan stop loss. Setelah penetapan, harus dilaksanakan secara ketat tanpa operasi yang samar-samar.
Moving Average Eksponensial 200 hari (EMA200) adalah alat penting untuk menilai tren dan posisi kunci. Ketika harga di bawah garis ini, dua kali sentuh posisi tersebut biasanya menghadapi resistensi, dan hanya dengan volume besar harga bisa menembus. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah membeli setelah harga menembus resistance utama di atas garis EMA200.
Jika jarak ke resistance utama cukup jauh, tetapi rasio risiko-imbalan minimal lebih dari 2:1, juga bisa dipertimbangkan untuk masuk posisi. Cameron kadang masuk posisi di grafik 5 menit atau 1 menit saat harga kembali ke level kunci untuk pertama atau kedua kalinya, atau saat pola flag atau puncak datar menembus. Pola-pola ini tidak rumit, tetapi saat digunakan pada target yang tepat, hasilnya sering sangat efektif.
Yang penting dipahami adalah, keberhasilan strategi momentum bukan terletak pada model grafik yang sempurna, melainkan pada seleksi target berkualitas tinggi di pasar yang penuh keserakahan. Target yang bagus tidak harus memiliki pola sempurna seperti di buku teks, tetapi lebih berpeluang memberikan pengembalian nyata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari $583 menjadi $10.92 juta, aturan perdagangan momentum Cameron
Ada tokoh legendaris di dunia trading—Ross Cameron, dia membuktikan apa arti sebenarnya tingkat pengembalian melalui rekam jejak yang terverifikasi dan diaudit. Sebuah akun awal kurang dari 600 dolar AS, berkembang menjadi 10,92 juta dolar AS di tangannya, angka ini menarik perhatian lebih dari 1,6 juta investor. Keberhasilannya berulang kali didasarkan pada rahasia utama menguasai satu set strategi trading momentum—dengan menangkap volatilitas tinggi di pasar secara akurat, membangun zona perlindungan risiko, dan mencapai keuntungan yang stabil.
Bagaimana Strategi Momentum Mewujudkan Pertumbuhan Cepat
Untuk memahami logika keberhasilan Cameron, pertama-tama harus memahami tantangan terbesar yang dihadapi akun kecil: dari beberapa ratus dolar menjadi puluhan ribu dolar adalah tahap tersulit, setelah itu keberhasilan lebih banyak bergantung pada waktu dan bunga majemuk. Pendekatannya adalah memanfaatkan trading momentum untuk secara cepat membangun “bantalan keamanan” ini dalam jangka pendek.
Dalam praktiknya, Cameron sering melakukan siaran langsung tantangan akun kecil. Dalam tantangan bulan Maret, dia hanya dalam 20 hari mengubah akun 600 dolar menjadi 16.013 dolar. Lebih mengejutkan lagi, pada hari pertama tantangan, dia menghasilkan 125 dolar dari 600 dolar, dan dalam satu minggu akun tersebut berlipat ganda. Prestasi ini bukan keberuntungan, melainkan didukung oleh sebuah kerangka strategi yang sistematis dan telah teruji melalui puluhan ribu transaksi historis.
Lima Kriteria Inti dalam Penyaringan Target
Langkah paling penting dalam trading momentum adalah memilih target yang tepat, karena ini langsung menentukan probabilitas keberhasilan trading. Berdasarkan data trading Cameron, target dengan hasil tinggi biasanya memenuhi lima karakteristik berikut:
Pertama, kenaikan hari itu lebih dari 10%. Target yang sudah mendapatkan momentum, dibandingkan yang mulai dari nol dan naik, akan lebih mudah untuk terus naik.
Kedua, berada di lima besar daftar kenaikan. Daftar teratas menunjukkan tingkat perhatian pasar tertinggi dan volume transaksi yang paling terkonsentrasi, sehingga likuiditasnya lebih baik dan pola teknikalnya lebih dihormati.
Ketiga, memiliki volume transaksi relatif tinggi. Volume relatif adalah rasio volume transaksi hari itu terhadap rata-rata volume transaksi. Misalnya, sebuah saham dengan rata-rata 150.000 lembar per hari, hari ini transaksi 1.500.000 lembar, maka volume relatifnya adalah 10 kali lipat. Target yang melonjak lebih dari 10% hampir selalu disertai dengan peningkatan volume yang jelas.
Keempat, harga saham di bawah 20 dolar AS. Terutama di tahap awal tantangan, prioritas diberikan pada target di bawah 10 dolar AS. Saham murah yang naik dari 1 dolar ke 2 dolar lebih umum dan lebih mudah dicapai daripada dari 20 dolar ke 40 dolar.
Kelima, jumlah saham yang beredar relatif rendah. Jumlah saham beredar yang sedikit berarti pasokan pasar terbatas, sehingga ketika dana besar masuk, harga saham cenderung naik tajam. Contohnya, saham LUCY, dengan jumlah saham beredar hanya 11,24 juta lembar, tetapi volume transaksi harian mencapai 944 juta lembar, dan hari itu melonjak 428% menempati puncak daftar kenaikan. Inilah target yang selalu dicari—yang paling diperhatikan dan paling aktif.
Faktor Berita yang Mendorong Momentum
Target yang memenuhi kelima karakteristik di atas akan memiliki momentum yang sangat kuat. Tapi untuk benar-benar menangkap fluktuasi besar, perlu dipahami apa yang menggerakkan target tersebut.
Trading momentum sebagian besar didorong oleh reaksi pasar terhadap berita mendadak. Berita ini meliputi: informasi keuangan yang tidak biasa, peluang investasi yang sebelumnya diabaikan pasar, peristiwa penting (penggabungan, kontrak besar, perubahan manajemen, litigasi, dll). Dalam dunia kripto, perkembangan pengajuan ETF, ekspektasi dan pengumuman penurunan suku bunga juga dapat memicu reaksi harga yang kuat.
Pengaruh berita berbeda-beda—ada yang hanya berlangsung beberapa jam, ada yang berlangsung beberapa hari bahkan minggu. Pada awal munculnya berita, harga target sering kali menyimpang jauh dari nilai pasar sebenarnya, dan fluktuasi reaksi ini biasanya cukup besar. Untuk akun kecil yang menggunakan leverage, bahkan dengan leverage rendah, satu transaksi bisa menyebabkan margin call. Oleh karena itu, membangun zona perlindungan risiko saat terjadi guncangan berita menjadi bagian terpenting dalam pengelolaan modal kecil.
Analisis Grafik dan Eksekusi Praktis
Setelah penyaringan target selesai, langkah berikutnya adalah analisis teknikal. Pertama, periksa grafik 5 menit untuk menilai apakah harga sedang koreksi, berada di titik terendah, atau sudah menembus level tertentu. Kemudian beralih ke grafik harian, periksa apakah tren utama tetap utuh atau telah terganggu, dan tandai level support, resistance, serta titik tertinggi dan terendah penting.
Posisi-posisi kunci ini berfungsi ganda: sebagai sinyal masuk dan sebagai acuan untuk menetapkan take profit dan stop loss. Setelah penetapan, harus dilaksanakan secara ketat tanpa operasi yang samar-samar.
Moving Average Eksponensial 200 hari (EMA200) adalah alat penting untuk menilai tren dan posisi kunci. Ketika harga di bawah garis ini, dua kali sentuh posisi tersebut biasanya menghadapi resistensi, dan hanya dengan volume besar harga bisa menembus. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah membeli setelah harga menembus resistance utama di atas garis EMA200.
Jika jarak ke resistance utama cukup jauh, tetapi rasio risiko-imbalan minimal lebih dari 2:1, juga bisa dipertimbangkan untuk masuk posisi. Cameron kadang masuk posisi di grafik 5 menit atau 1 menit saat harga kembali ke level kunci untuk pertama atau kedua kalinya, atau saat pola flag atau puncak datar menembus. Pola-pola ini tidak rumit, tetapi saat digunakan pada target yang tepat, hasilnya sering sangat efektif.
Yang penting dipahami adalah, keberhasilan strategi momentum bukan terletak pada model grafik yang sempurna, melainkan pada seleksi target berkualitas tinggi di pasar yang penuh keserakahan. Target yang bagus tidak harus memiliki pola sempurna seperti di buku teks, tetapi lebih berpeluang memberikan pengembalian nyata.