Polanya "Tiga Prajurit": cara menentukan pembalikan di pasar cryptocurrency

Pasar kripto dikenal karena ketidakpastiannya, tetapi analisis teknikal memungkinkan untuk menemukan pola dalam kekacauan harga. Salah satu sinyal paling andal dari pergerakan naik adalah pola candlestick yang disebut trader sebagai “tiga tentara”. Alat yang sederhana namun kuat ini membantu menangkap momen ketika para beruang kehilangan kendali, dan para bull bersiap untuk menyerang. Dalam materi ini, kita akan membahas bagaimana pola ini bekerja, mengapa digunakan oleh trader berpengalaman, dan apa saja jebakan yang perlu diketahui.

Mengapa pola “tiga tentara” sangat populer di kalangan analis

Permintaan trader terhadap pola “tiga tentara” tidaklah tanpa alasan. Pola ini muncul di titik pembalikan pasar—ketika tren menurun mencapai dasar dan mulai berbalik ke atas. Ini adalah momen kritis untuk pengambilan keputusan trading.

Pertama, pola ini berfungsi sebagai sinyal yang jelas tentang perubahan suasana hati pasar. Jika sebelumnya didominasi penjualan, munculnya tiga candlestick yang berturut-turut naik menunjukkan kembalinya pembeli. Bahkan trader pemula pun bisa melihatnya—cukup dengan memperhatikan bentuk grafiknya.

Kedua, pola ini cocok untuk berbagai strategi. Mereka yang memegang posisi short mendapatkan sinyal untuk keluar. Mereka yang menunggu masuk ke pasar menemukan titik untuk membuka posisi long setelah penurunan yang panjang. Jadi, satu pola menyelesaikan beberapa tugas sekaligus.

Mekanisme pembentukan: seperti apa sinyal yang ideal

Pola “tiga tentara” dibangun berdasarkan skema sederhana namun ketat. Setelah harga aset turun dan mencapai titik terendah lokal, muncul tiga candlestick hijau berturut-turut di grafik. Setiap candlestick berikutnya ditutup lebih tinggi dari sebelumnya—terbentuklah tangga naik yang khas.

Ciri utama dari pola ini adalah ekor kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Ini berarti harga tidak mengalami koreksi ke bawah selama pembentukan candlestick. Ekor kecil menunjukkan tekanan beli yang kuat, yang tidak membiarkan harga turun kembali. Jika tekanan lemah, candlestick akan panjang dengan ekor bawah besar.

Setiap candlestick dalam pola ini dibuka kira-kira di tempat di mana candlestick sebelumnya ditutup, dan ditutup jauh lebih tinggi. Ini menciptakan ilusi tiga tentara yang berbaris dan menuju serangan ke level resistance.

Cara menemukan sinyal di grafik: panduan langkah demi langkah

Pencarian pola dimulai dari analisis tren jangka panjang. Pastikan pasar benar-benar dalam tren menurun dan mendekati titik pembalikan.

Langkah pertama: cari titik terendah lokal. Ini adalah titik di mana harga berhenti turun. Setelah itu harus ada dua titik terendah yang lebih tinggi secara berurutan—membentuk pola dasar seperti huruf V atau struktur serupa.

Langkah kedua: tunggu munculnya tiga candlestick hijau. Setiap candlestick harus dibuka lebih tinggi dari sebelumnya dan ditutup lebih tinggi dari maksimum candlestick sebelumnya. Ini adalah kriteria utama pola “tiga tentara”.

Langkah ketiga: periksa panjang ekor. Jika ekor pendek atau tidak ada, ini menguatkan bahwa pembeli mendominasi selama pembentukan pola.

Langkah keempat: nilai volume perdagangan. Idealnya, volume meningkat bersamaan dengan munculnya pola. Ini menunjukkan bahwa pembalikan didukung oleh minat nyata dari pembeli, bukan sekadar pantulan teknikal.

Contoh nyata: bagaimana pola bekerja pada BTC tahun 2023

Untuk memahami bagaimana pola “tiga tentara” bekerja secara praktis, mari kita lihat kasus tertentu. Pada grafik BTC/USD 15 Februari 2023, sinyal ini terlihat jelas. Sebelum pola muncul, terjadi penurunan signifikan—ini adalah akhir dari periode bearish.

Candlestick pertama pola terbentuk dengan ekor minimal. Ini adalah tanda awal bahwa pembeli mulai masuk. Candlestick kedua dan ketiga melanjutkan kenaikan, masing-masing ditutup lebih tinggi dari sebelumnya. Candlestick ketiga menembus level resistance yang sebelumnya menghambat kenaikan—pertama di $21.254, kemudian di $22.266,93.

Indeks kekuatan relatif (RSI) mengonfirmasi pembalikan, naik ke 72,10—nilai yang biasanya menandakan kekuatan pembeli. Setelah pola ini terbentuk, harga benar-benar berbalik ke atas, memungkinkan trader meraih keuntungan dari pergerakan naik.

Contoh ini menunjukkan betapa efektifnya pola ini jika digunakan dengan benar.

Ketika pola ini bisa menipu Anda: jebakan FOMO

Namun, harus jujur: pola “tiga tentara” tidak selalu berhasil. Ada jebakan psikologis serius terkait sinyal ini.

Pola ini selesai hanya setelah terbentuknya candlestick ketiga yang tertinggi. Pada saat itu, pergerakan sudah terjadi, dan harga bisa jauh lebih tinggi dari titik terendah. Trader yang melihat pola dan buru-buru membuka posisi membeli aset di puncaknya. Mereka berharap kenaikan akan berlanjut, tetapi pasar bisa berbalik kapan saja dan turun, membuat posisi mereka merugi.

Jebakan ini disebut FOMO—sindrom takut ketinggalan keuntungan. Trader takut kehilangan peluang dan masuk posisi tanpa analisis cukup, terburu-buru.

Bagaimana sinyal berlawanan bekerja: tiga burung gagak

Menariknya, ada pola cermin—“tiga burung gagak”. Pola ini terbentuk sama seperti “tiga tentara”, tetapi dalam arah berlawanan: tiga candlestick merah berturut-turut, masing-masing lebih rendah dari sebelumnya. Pola ini muncul di puncak tren naik dan menandakan awal penurunan.

Kedua pola ini adalah alat untuk membaca suasana pasar. Mereka membantu menilai keseimbangan kekuatan antara bull dan bear.

Keandalan maksimal: cara menggabungkan pola dengan alat lain

Pola “tiga tentara” jauh lebih efektif jika digunakan bersama alat analisis teknikal lain. Teman terbaiknya adalah RSI.

RSI memantau impuls dan kecepatan perubahan harga. Saat pola “tiga tentara” terbentuk, RSI biasanya bergerak naik ke nilai di atas 70, menunjukkan tekanan kuat dari pembeli. Jika RSI tidak naik bersamaan dengan pola, ini harus menjadi peringatan—pembalikan mungkin tidak dapat diandalkan.

Selain itu, perhatikan volume perdagangan. Jika pola muncul bersamaan dengan volume yang meningkat, ini menguatkan bahwa pembalikan didukung oleh minat nyata dari pelaku pasar.

Indikator lain adalah MACD (Moving Average Convergence Divergence). MACD menunjukkan perubahan dinamika tren. Jika MACD menembus garis sinyal ke atas saat pola terbentuk, ini adalah konfirmasi tambahan perubahan tren.

Konteks pasar: kapan percaya sinyal dan kapan tidak

Konteks adalah segalanya dalam analisis teknikal. Pola yang sama bisa menjadi sinyal yang andal dalam satu situasi dan tidak berguna sama sekali di situasi lain.

Skema yang andal: pola muncul setelah penurunan yang jelas dan panjang, dekat level support utama. Dalam kasus ini, kemungkinan pembalikan tinggi.

Skema yang tidak andal: pola terbentuk selama konsolidasi samping, saat pasar tidak tahu ke mana arah. Dalam situasi ini, “tiga tentara” bisa sekadar fluktuasi dalam rentang, bukan awal tren baru. Harga bisa kembali ke posisi semula.

Oleh karena itu, sebelum bertindak berdasarkan sinyal, tanyakan pada diri sendiri: apakah pasar sedang tren atau sedang konsolidasi? Apakah pola ini sesuai dengan situasi di mana ia biasanya bekerja?

Rekomendasi praktis untuk trading

Jika Anda memutuskan menggunakan pola “tiga tentara” dalam trading, ingat beberapa prinsip berikut:

Pertama: jangan langsung masuk posisi setelah candlestick ketiga terbentuk. Harga sering mengalami koreksi beberapa persen. Tunggu konfirmasi—break level resistance dengan candlestick keempat atau kelima.

Kedua: selalu pasang stop-loss di bawah titik terendah lokal. Jika pembalikan tidak terjadi, Anda harus keluar cepat dari posisi.

Ketiga: gunakan pola ini bukan sebagai satu-satunya sinyal, tetapi sebagai salah satu argumen untuk pembalikan. Bersama RSI, volume, dan level support/resistance, pola ini menjadi alat yang jauh lebih kuat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti jika pola “tiga tentara” muncul saat tren naik?

Ini bisa menjadi kelanjutan tren, bukan pembalikan. Dalam tren naik, pola ini hanya menunjukkan percepatan, bukan perubahan arah. Fungsi utamanya adalah memberi sinyal pembalikan setelah penurunan.

Seberapa andal pola ini sendiri?

Sendirian, pola ini sering memberi sinyal palsu. Keandalannya meningkat secara signifikan jika dikombinasikan dengan RSI, MACD, dan analisis volume.

Bisakah pola ini digunakan di timeframe kecil?

Bisa, tetapi harus hati-hati. Pada timeframe 1-5 menit, noise lebih banyak dan sinyal palsu lebih sering muncul. Pada timeframe satu jam ke atas, pola ini lebih andal.

Berapa level stop-loss yang disarankan saat masuk berdasarkan pola?

Praktik standar adalah menempatkan stop-loss sekitar 2-3% di bawah titik terendah lokal sebelum pola muncul. Ini memberi sedikit ruang gerak pasar, sekaligus melindungi dari kerugian besar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)