Perpetual swap merupakan salah satu jenis derivatif mata uang kripto yang paling populer di kalangan trader. Jika Anda ingin memahami apa itu perpetual dan bagaimana cara kerjanya, langkah pertama adalah membedakan perpetual dari kontrak berjangka tradisional. Keduanya memiliki mekanisme yang serupa, tetapi terdapat perbedaan fundamental yang akan memengaruhi strategi trading Anda.
Perpetual Tidak Memiliki Tanggal Jatuh Tempo — Ini Artinya Apa?
Perbedaan paling mencolok antara perpetual swap dan kontrak berjangka jatuh tempo terletak pada fleksibilitas durasi. Kontrak berjangka jatuh tempo dirancang dengan tanggal kadaluarsa yang telah ditentukan sejak awal, artinya posisi Anda akan ditutup secara otomatis pada waktu tertentu, terlepas dari kondisi pasar.
Sebaliknya, perpetual tidak memiliki batasan waktu kadaluarsa. Trader dapat terus mempertahankan posisi mereka selama akun mereka memiliki margin yang cukup untuk mengcover kerugian dan mencegah likuidasi. Ini memberi Anda kebebasan untuk hold posisi selamanya, asalkan risk management berjalan dengan baik. Konsekuensinya, Anda bertanggung jawab penuh atas manajemen risiko dan keputusan kapan menutup posisi.
Biaya Pendanaan: Mekanisme yang Menjaga Harga Tetap Stabil
Karena perpetual swap tidak memiliki tanggal kadaluarsa seperti kontrak jatuh tempo, pasar memerlukan mekanisme khusus untuk mencegah penyimpangan harga yang drastis. Di sinilah peran biaya pendanaan (funding fee) menjadi krusial.
Biaya pendanaan adalah pembayaran yang ditukarkan antara pihak yang membuka posisi long (pembeli) dan posisi short (penjual). Perlu diperhatikan bahwa ini bukan biaya yang dipungut oleh bursa, melainkan transfer nilai antar trader. Tingkat pendanaan akan berfluktuasi berdasarkan supply dan demand pasar. Ketika lebih banyak trader membuka posisi long, tingkat pendanaan biasanya akan positif dan pembeli akan membayar penjual. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga harga perpetual tetap selaras dengan harga spot aset di pasar.
Memilih antara Perpetual dan Kontrak Jatuh Tempo
Setiap jenis kontrak derivatif memiliki keunggulan tersendiri tergantung gaya dan tujuan trading Anda. Kontrak jatuh tempo lebih cocok untuk trader yang ingin melakukan transaksi dalam jangka waktu pendek atau dengan strategi yang terikat timeline. Perpetual lebih fleksibel dan ideal untuk trader yang menginginkan kontrol penuh atas durasi posisi mereka dan lebih fokus pada analisis long-term.
Memahami perbedaan ini sangat penting sebelum memulai trading dengan derivatif. Perpetual memberikan fleksibilitas maksimal, tetapi juga membutuhkan disiplin dalam manajemen risiko yang lebih ketat untuk menghindari likuidasi posisi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perpetual Swap Adalah? Perbedaan Utama dengan Kontrak Berjangka Jatuh Tempo
Perpetual swap merupakan salah satu jenis derivatif mata uang kripto yang paling populer di kalangan trader. Jika Anda ingin memahami apa itu perpetual dan bagaimana cara kerjanya, langkah pertama adalah membedakan perpetual dari kontrak berjangka tradisional. Keduanya memiliki mekanisme yang serupa, tetapi terdapat perbedaan fundamental yang akan memengaruhi strategi trading Anda.
Perpetual Tidak Memiliki Tanggal Jatuh Tempo — Ini Artinya Apa?
Perbedaan paling mencolok antara perpetual swap dan kontrak berjangka jatuh tempo terletak pada fleksibilitas durasi. Kontrak berjangka jatuh tempo dirancang dengan tanggal kadaluarsa yang telah ditentukan sejak awal, artinya posisi Anda akan ditutup secara otomatis pada waktu tertentu, terlepas dari kondisi pasar.
Sebaliknya, perpetual tidak memiliki batasan waktu kadaluarsa. Trader dapat terus mempertahankan posisi mereka selama akun mereka memiliki margin yang cukup untuk mengcover kerugian dan mencegah likuidasi. Ini memberi Anda kebebasan untuk hold posisi selamanya, asalkan risk management berjalan dengan baik. Konsekuensinya, Anda bertanggung jawab penuh atas manajemen risiko dan keputusan kapan menutup posisi.
Biaya Pendanaan: Mekanisme yang Menjaga Harga Tetap Stabil
Karena perpetual swap tidak memiliki tanggal kadaluarsa seperti kontrak jatuh tempo, pasar memerlukan mekanisme khusus untuk mencegah penyimpangan harga yang drastis. Di sinilah peran biaya pendanaan (funding fee) menjadi krusial.
Biaya pendanaan adalah pembayaran yang ditukarkan antara pihak yang membuka posisi long (pembeli) dan posisi short (penjual). Perlu diperhatikan bahwa ini bukan biaya yang dipungut oleh bursa, melainkan transfer nilai antar trader. Tingkat pendanaan akan berfluktuasi berdasarkan supply dan demand pasar. Ketika lebih banyak trader membuka posisi long, tingkat pendanaan biasanya akan positif dan pembeli akan membayar penjual. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga harga perpetual tetap selaras dengan harga spot aset di pasar.
Memilih antara Perpetual dan Kontrak Jatuh Tempo
Setiap jenis kontrak derivatif memiliki keunggulan tersendiri tergantung gaya dan tujuan trading Anda. Kontrak jatuh tempo lebih cocok untuk trader yang ingin melakukan transaksi dalam jangka waktu pendek atau dengan strategi yang terikat timeline. Perpetual lebih fleksibel dan ideal untuk trader yang menginginkan kontrol penuh atas durasi posisi mereka dan lebih fokus pada analisis long-term.
Memahami perbedaan ini sangat penting sebelum memulai trading dengan derivatif. Perpetual memberikan fleksibilitas maksimal, tetapi juga membutuhkan disiplin dalam manajemen risiko yang lebih ketat untuk menghindari likuidasi posisi.