Pengurangan kuota sebesar 70%! Tambang nikel terbesar di dunia terkena pembatasan produksi oleh Indonesia, harga nickel London langsung melonjak saat perdagangan berlangsung

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pada sesi pasar Eropa tanggal 11 Februari, harga nikel di London Metal Exchange (LME) mengalami kenaikan singkat di tengah perdagangan, dengan kenaikan harian mencapai 2,6%. Pergerakan pasar langsung dipicu oleh pengurangan kuota besar-besaran terhadap PT Weda Bay Nickel, tambang nikel terbesar di dunia yang dikelola oleh pemerintah Indonesia.

Menurut media yang mengutip sumber terpercaya, kuota produksi bijih Weda Bay Nickel tahun ini akan turun drastis dari 42 juta ton pada 2025 menjadi 12 juta ton, penurunan sebesar 71%, jauh melampaui ekspektasi pasar. Tambang ini terletak di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, dimiliki bersama oleh perusahaan Prancis Eramet SA dan PT Aneka Tambang Indonesia. Pengurangan kuota secara besar-besaran ini akan langsung mempengaruhi rencana ekspansi mereka yang sebelumnya ditargetkan mencapai lebih dari 60 juta ton, serta mengganggu pasokan kawasan industri terkait yang bergantung pada tambang ini.

Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia menyatakan bahwa kuota terkait masih dalam proses evaluasi. Langkah pembatasan produksi ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap struktur pasokan nikel global.

Indonesia Perkuat Pengendalian Pasokan

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia sedang mengendalikan pasokan secara aktif untuk menstabilkan harga pasar. Pengurangan kuota besar terhadap PT Weda Bay Nickel merupakan langkah terbaru pemerintah Indonesia untuk mendukung harga nikel yang terus tertekan. Dalam beberapa tahun terakhir, harga nikel global cenderung rendah akibat ekspansi kapasitas domestik Indonesia yang terus berlangsung. Pengurangan pasokan dari tambang utama ini bertujuan memberikan dukungan nyata terhadap harga.

Sebagai tambang nikel tunggal terbesar di dunia, perubahan produksi Weda Bay Nickel memiliki pengaruh besar terhadap pasokan global. Penurunan kuota dari 42 juta ton menjadi 12 juta ton berarti produksi tahunan tambang ini akan menyusut secara signifikan, yang berpotensi mengubah pola penawaran dan permintaan pasar nikel global, terutama di tengah permintaan yang terus meningkat dari industri baterai kendaraan listrik dan sektor terkait lainnya.

Langkah ini juga secara langsung mempengaruhi operasi dan rencana ekspansi tambang tersebut. Sebelumnya, perusahaan berencana meningkatkan produksi tahunan menjadi lebih dari 60 juta ton untuk mendukung kapasitas peleburan di kawasan industri sekitarnya. Kini, dengan kuota yang menyusut secara drastis, perusahaan dan pemegang sahamnya harus meninjau kembali strategi investasi dan produksi mereka.

Peringatan Risiko dan Ketentuan Pembebasan Tanggung Jawab

Pasar memiliki risiko, investasi harus dilakukan dengan hati-hati. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi, dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, atau kebutuhan khusus pengguna. Pengguna harus menilai apakah pendapat, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan kondisi mereka. Segala risiko dan tanggung jawab atas keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pengguna.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)