11 Februari, berita menyebutkan bahwa Robinhood mengumumkan peluncuran jaringan Layer 2 yang kompatibel dengan Ethereum berbasis teknologi Arbitrum—Robinhood Chain, menandai langkah penting perusahaan fintech ini dari platform perdagangan menuju penyedia infrastruktur blockchain. Jaringan ini berfokus pada kinerja tinggi, biaya rendah, dan skalabilitas tingkat keuangan, dengan penekanan pada aset tokenisasi dan aset dunia nyata (RWA).
Berbeda dengan model tradisional yang hanya menyediakan layanan pencocokan, Robinhood memilih untuk mengendalikan akses pengguna dan arsitektur blockchain dasar secara bersamaan. Desain yang kompatibel dengan Ethereum memungkinkan pengembang langsung menggunakan alat dan kontrak pintar yang ada, secara signifikan menurunkan hambatan migrasi dan penerapan; sementara teknologi matang dari Arbitrum memberikan jaminan throughput tinggi dan stabilitas, membuatnya kompetitif di antara banyak jaringan L2.
Fokus utama Robinhood Chain adalah melayani aplikasi keuangan. Dibandingkan dengan biaya Gas yang tinggi dan kemacetan di mainnet, jaringan ini memproses transaksi secara off-chain dan mengembalikan hasilnya, memberikan penyelesaian yang lebih cepat dan biaya yang lebih dapat diprediksi—ini adalah kondisi kunci yang dibutuhkan aplikasi tingkat institusi. Robinhood juga memanfaatkan pengalaman mereka dalam kepatuhan dan manajemen risiko dengan memasukkan mekanisme identitas, audit, dan pelaporan ke dalam desain jaringan.
Dalam tren percepatan on-chain aset dunia nyata, Robinhood Chain berusaha menjadi jalur utama untuk tokenisasi saham, dana, obligasi, dan aset lainnya. Penerbit dapat menyelesaikan distribusi dan penyelesaian di jaringan, sementara investor ritel dapat memperoleh portofolio diversifikasi dengan biaya lebih rendah, dan institusi dapat mengakses dana secara lintas batas secara efisien.
Bagi pasar, langkah ini menandai bahwa perusahaan fintech mulai bersaing di lapisan infrastruktur blockchain. Kompetisi di ekosistem Ethereum untuk Layer 2 akan semakin ketat, dan aset tokenisasi secara bertahap menjadi jalur utama berikutnya. Dengan semakin banyak platform yang mengembangkan jaringan dasar, kematangan dan kegunaan keuangan blockchain diharapkan dapat meningkat lebih jauh.
Artikel Terkait
Standard Chartered memperkirakan Ethereum akan rebound setelah turun ke $1400, dengan target harga akhir tahun sebesar $4000
Standard Chartered memperingatkan "penurunan terakhir": Bitcoin diperkirakan akan turun ke $50.000 dalam beberapa bulan, Ethereum akan menyentuh $1400
Tom Lee mengatakan ETH sedang bersiap untuk pemulihan bentuk V lainnya
Tingkat staking Ethereum menembus 30% dan mencapai rekor tertinggi! Lebih dari 4,1 juta ETH masih antre untuk masuk, apakah ini pertanda Ethereum akan melambung?
《Strategi Mingguan》12 Februari 2026
ETH menembus 2000 USDT, menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam pasar cryptocurrency. Para investor semakin percaya diri, dan volume perdagangan meningkat secara drastis. Analisis teknikal menunjukkan tren bullish yang kuat, dan banyak ahli memperkirakan bahwa harga ETH akan terus melonjak dalam beberapa minggu ke depan. Jangan lewatkan peluang ini untuk memanfaatkan momentum pasar yang sedang berlangsung!