Lanskap cryptocurrency saat ini berada di titik kritis. Beberapa analis pasar terkemuka telah mengidentifikasi skenario mengkhawatirkan yang menunjukkan potensi penurunan besar-besaran di pasar crypto. Analis teknikal Peter Brandt menarik perhatian khusus dengan meramalkan koreksi yang berpotensi drastis untuk Bitcoin – namun suasana pasar tetap ambigu.
Pola Teknikal: Mengapa Peter Brandt Memperingatkan Tekanan Penurunan
Peter Brandt, seorang trader berpengalaman dengan keahlian analisis pasar selama puluhan tahun, memaparkan skenario mengkhawatirkan di platform X (dulu Twitter). Menurut analisisnya, Bitcoin bisa turun ke kisaran antara 58.000 dan 62.000 USD. Berdasarkan harga saat analisis dilakukan sekitar 92.400 USD, ini berarti penurunan sekitar 33 hingga 37 persen.
Dasar dari peringatan Brandt adalah pola segitiga naik yang terbentuk selama dua bulan terakhir. Pola teknikal ini muncul ketika harga bergerak di antara dua garis tren naik yang saling mendekat. Yang menarik: garis tren bawah naik lebih tajam daripada garis tren atas, yang sering menunjukkan menurunnya dinamika pembelian. Pola seperti ini dianggap oleh para teknisi sebagai indikator klasik potensi penurunan.
Namun, Brandt sendiri menekankan batasan dari prediksi. Ia mengakui bahwa analisis teknikal bukanlah dasar yang pasti untuk perkembangan di masa depan. Selain Brandt, pengamat pasar lain juga menyampaikan kekhawatiran mereka. Seorang analis menunjukkan adanya kemiripan mencolok antara struktur harga Bitcoin saat ini dan siklus pasar tahun 2022. Kemiripan ini cukup mencolok: di kedua periode, terjadi reli pemulihan yang berhenti di bawah resistance horizontal. Gerakan ini kemudian berujung pada jebakan bull trap, sebelum harga menembus garis support yang meningkat. Pada 2022, pelanggaran ini mempercepat penurunan harga secara signifikan. Siklus pasar saat ini diduga bisa mengikuti pola serupa, demikian kekhawatiran yang berkembang.
BeInCrypto juga mengidentifikasi lima indikator penurunan utama yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penurunan besar di pasar crypto dan mendukung kekhawatiran analis lain.
Aktivitas Whale Mengungkap Sentimen Pasar yang Terbelah
Di tengah sinyal peringatan teknikal ini, data on-chain menunjukkan gambaran berbeda tentang suasana pasar. Platform analisis blockchain Lookonchain mengamati bahwa whale Bitcoin—investor awal dengan kepemilikan besar—kembali aktif. Seorang whale jangka panjang tiba-tiba memindahkan 909,38 BTC senilai sekitar 84,62 juta USD ke wallet baru setelah tidak aktif selama 13 tahun. Bitcoin ini dulu dibeli dengan harga di bawah 7 USD per koin, yang berarti kenaikan nilai sekitar 13.900 kali lipat.
Transaksi whale seperti ini sering menarik perhatian besar karena bisa menandakan rencana penjualan besar atau penyesuaian posisi strategis dari investor awal. Kasus lain menunjukkan seorang investor OG yang membeli 5.000 Bitcoin 12 tahun lalu dengan harga 332 USD per BTC. Whale ini mulai menjual pada Desember 2024 dan baru-baru ini menjual 500 BTC senilai 47,77 juta USD. Rangkaian penjualan ini berlanjut dan bisa menjadi sinyal ekspektasi harga turun dari para investor awal.
Argumen Bullish: Likuiditas Lebih Baik sebagai Cahaya Harapan
Namun, ada juga suara yang menentang prediksi pesimis pasar. Analis Ted Pillows menunjuk pada kondisi makroekonomi yang berubah: likuiditas AS mencapai titik terendah pada November 2025—waktu yang bertepatan dengan titik terendah lokal Bitcoin. Sejak saat itu, kondisi likuiditas di AS membaik secara signifikan. Pillows berargumen bahwa kondisi likuiditas yang membaik biasanya mendukung reli crypto baru.
Argumen bullish ini merupakan posisi kontra yang signifikan terhadap peringatan teknikal. Sementara pola teknikal dan perbandingan historis menunjukkan risiko penurunan besar, perbaikan makroekonomi dalam likuiditas bisa membawa kekuatan beli baru ke pasar dan mengurangi tekanan yang menekan.
Bitcoin di Persimpangan: Ketidakpastian sebagai Satu-satunya Kepastian
Bitcoin saat ini berada di titik balik yang kritis, di mana kekuatan yang berlawanan saling bertemu. Di satu sisi, pola teknikal dan perbandingan siklus historis memberikan argumen kuat untuk risiko koreksi besar. Di sisi lain, kondisi likuiditas yang membaik di AS menawarkan potensi kenaikan. Aktivitas whale tetap ambigu: bisa menjadi pertanda penjualan besar atau sekadar penyesuaian posisi jangka panjang dari investor.
Apa yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan masih menjadi misteri. Penurunan pasar crypto bisa terwujud, atau faktor bullish bisa mendominasi. Konstelasi pasar saat ini menunjukkan sekali lagi bahwa pasar kripto dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor teknikal, makroekonomi, dan psikologis—dan bahkan analis berpengalaman pun harus menghadapi ketidakpastian.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ancaman penurunan crypto? Analis Bitcoin melihat sinyal peringatan ganda
Lanskap cryptocurrency saat ini berada di titik kritis. Beberapa analis pasar terkemuka telah mengidentifikasi skenario mengkhawatirkan yang menunjukkan potensi penurunan besar-besaran di pasar crypto. Analis teknikal Peter Brandt menarik perhatian khusus dengan meramalkan koreksi yang berpotensi drastis untuk Bitcoin – namun suasana pasar tetap ambigu.
Pola Teknikal: Mengapa Peter Brandt Memperingatkan Tekanan Penurunan
Peter Brandt, seorang trader berpengalaman dengan keahlian analisis pasar selama puluhan tahun, memaparkan skenario mengkhawatirkan di platform X (dulu Twitter). Menurut analisisnya, Bitcoin bisa turun ke kisaran antara 58.000 dan 62.000 USD. Berdasarkan harga saat analisis dilakukan sekitar 92.400 USD, ini berarti penurunan sekitar 33 hingga 37 persen.
Dasar dari peringatan Brandt adalah pola segitiga naik yang terbentuk selama dua bulan terakhir. Pola teknikal ini muncul ketika harga bergerak di antara dua garis tren naik yang saling mendekat. Yang menarik: garis tren bawah naik lebih tajam daripada garis tren atas, yang sering menunjukkan menurunnya dinamika pembelian. Pola seperti ini dianggap oleh para teknisi sebagai indikator klasik potensi penurunan.
Namun, Brandt sendiri menekankan batasan dari prediksi. Ia mengakui bahwa analisis teknikal bukanlah dasar yang pasti untuk perkembangan di masa depan. Selain Brandt, pengamat pasar lain juga menyampaikan kekhawatiran mereka. Seorang analis menunjukkan adanya kemiripan mencolok antara struktur harga Bitcoin saat ini dan siklus pasar tahun 2022. Kemiripan ini cukup mencolok: di kedua periode, terjadi reli pemulihan yang berhenti di bawah resistance horizontal. Gerakan ini kemudian berujung pada jebakan bull trap, sebelum harga menembus garis support yang meningkat. Pada 2022, pelanggaran ini mempercepat penurunan harga secara signifikan. Siklus pasar saat ini diduga bisa mengikuti pola serupa, demikian kekhawatiran yang berkembang.
BeInCrypto juga mengidentifikasi lima indikator penurunan utama yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penurunan besar di pasar crypto dan mendukung kekhawatiran analis lain.
Aktivitas Whale Mengungkap Sentimen Pasar yang Terbelah
Di tengah sinyal peringatan teknikal ini, data on-chain menunjukkan gambaran berbeda tentang suasana pasar. Platform analisis blockchain Lookonchain mengamati bahwa whale Bitcoin—investor awal dengan kepemilikan besar—kembali aktif. Seorang whale jangka panjang tiba-tiba memindahkan 909,38 BTC senilai sekitar 84,62 juta USD ke wallet baru setelah tidak aktif selama 13 tahun. Bitcoin ini dulu dibeli dengan harga di bawah 7 USD per koin, yang berarti kenaikan nilai sekitar 13.900 kali lipat.
Transaksi whale seperti ini sering menarik perhatian besar karena bisa menandakan rencana penjualan besar atau penyesuaian posisi strategis dari investor awal. Kasus lain menunjukkan seorang investor OG yang membeli 5.000 Bitcoin 12 tahun lalu dengan harga 332 USD per BTC. Whale ini mulai menjual pada Desember 2024 dan baru-baru ini menjual 500 BTC senilai 47,77 juta USD. Rangkaian penjualan ini berlanjut dan bisa menjadi sinyal ekspektasi harga turun dari para investor awal.
Argumen Bullish: Likuiditas Lebih Baik sebagai Cahaya Harapan
Namun, ada juga suara yang menentang prediksi pesimis pasar. Analis Ted Pillows menunjuk pada kondisi makroekonomi yang berubah: likuiditas AS mencapai titik terendah pada November 2025—waktu yang bertepatan dengan titik terendah lokal Bitcoin. Sejak saat itu, kondisi likuiditas di AS membaik secara signifikan. Pillows berargumen bahwa kondisi likuiditas yang membaik biasanya mendukung reli crypto baru.
Argumen bullish ini merupakan posisi kontra yang signifikan terhadap peringatan teknikal. Sementara pola teknikal dan perbandingan historis menunjukkan risiko penurunan besar, perbaikan makroekonomi dalam likuiditas bisa membawa kekuatan beli baru ke pasar dan mengurangi tekanan yang menekan.
Bitcoin di Persimpangan: Ketidakpastian sebagai Satu-satunya Kepastian
Bitcoin saat ini berada di titik balik yang kritis, di mana kekuatan yang berlawanan saling bertemu. Di satu sisi, pola teknikal dan perbandingan siklus historis memberikan argumen kuat untuk risiko koreksi besar. Di sisi lain, kondisi likuiditas yang membaik di AS menawarkan potensi kenaikan. Aktivitas whale tetap ambigu: bisa menjadi pertanda penjualan besar atau sekadar penyesuaian posisi jangka panjang dari investor.
Apa yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan masih menjadi misteri. Penurunan pasar crypto bisa terwujud, atau faktor bullish bisa mendominasi. Konstelasi pasar saat ini menunjukkan sekali lagi bahwa pasar kripto dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor teknikal, makroekonomi, dan psikologis—dan bahkan analis berpengalaman pun harus menghadapi ketidakpastian.