Bursa Efek New York memimpin transformasi mendasar dalam perdagangan global dengan mengumumkan pengembangan platform baru berbasis teknologi blockchain. Proyek ini menandai tonggak sejarah: memungkinkan investor memperdagangkan saham dan dana yang diperdagangkan di bursa yang ditokenisasi tanpa gangguan, 24 jam sehari, dengan penyelesaian yang hampir instan. Inisiatif ini mencerminkan komitmen NYSE dan perusahaan induknya, Intercontinental Exchange (ICE), untuk sepenuhnya memodernisasi infrastruktur pasar dan merespons permintaan global yang meningkat terhadap aset AS dengan akses yang lebih luas.
Perubahan ini jauh lebih dari sekadar peningkatan teknologi: mewakili konvergensi antara keuangan tradisional dan ekosistem blockchain, menawarkan jutaan investor internasional akses ke pasar yang secara historis hanya beroperasi selama jam perdagangan tertentu.
Bagaimana revolusi perdagangan aset digital baru?
Platform baru ini akan mengintegrasikan mesin perdagangan Pillar dari ICE dengan sistem post-trade canggih berbasis blockchain. Unsur pentingnya adalah kemampuannya untuk mendukung multiple blockchain, memungkinkan transaksi didanai dan diselesaikan secara real-time menggunakan stablecoin. Ini akan menghilangkan siklus penyelesaian satu hari (T+1) yang telah mendominasi pasar AS selama puluhan tahun.
Saham yang ditokenisasi berfungsi sebagai representasi digital dari saham tradisional yang diterbitkan langsung di blockchain. Bagi investor, ini berarti akses simultan ke tiga keuntungan utama: perdagangan tanpa batas waktu, penyelesaian cepat, dan kepemilikan fraksional atas aset yang sebelumnya sulit dibagi. Fitur-fitur ini membuka pintu terutama bagi investor di zona waktu berbeda, yang sebelumnya tidak dapat beroperasi selama jam puncak Wall Street.
Platform ini memerlukan persetujuan regulasi dan akan mendukung sebuah venue baru NYSE yang dirancang khusus untuk sekuritas yang ditokenisasi, memperkuat posisi New York sebagai pusat inovasi keuangan.
Keuntungan utama dari perdagangan tanpa batas waktu untuk investor global
Langkah NYSE sejalan dengan dorongan industri yang lebih luas untuk memperluas akses perdagangan. Pada Oktober 2024, NYSE telah mengumumkan rencana untuk meminta SEC izin memperpanjang jam perdagangan selama hari kerja hingga pukul 22.00. Nasdaq secara bersamaan mengungkapkan rencana mereka untuk menerapkan perdagangan 24 jam selama hari kerja, menandai perubahan industri menuju pasar yang benar-benar berkelanjutan.
Bagi investor global, ini menghilangkan hambatan historis: kebutuhan untuk bangun di waktu yang tidak nyaman atau kehilangan peluang trading di pasar AS. Ini sangat berharga bagi dana, manajer aset, dan investor ritel di Asia, Eropa, dan wilayah lain.
ICE dan NYSE maju menuju penyelesaian instan di blockchain
ICE memposisikan inisiatif ini sebagai pusat strategi transformasi digital mereka. Perusahaan sedang membangun infrastruktur kliring yang sepenuhnya berbasis blockchain, menyiapkan dukungan untuk perdagangan 24/7, dan mengintegrasikan kolateral tokenized dalam operasi utama mereka.
Aspek yang sangat inovatif adalah kolaborasi dengan bank-bank penting seperti BNY dan Citibank. Institusi-institusi ini sedang mengembangkan solusi deposito tokenized yang memungkinkan peserta pasar mengelola likuiditas bahkan di luar jam kerja bank tradisional. Ini menyelesaikan masalah historis: akses ke dana tunai di luar jam perdagangan.
Lynn Martin, presiden Grup NYSE, menyatakan bahwa tujuan bursa adalah memimpin transformasi industri menuju solusi yang sepenuhnya berbasis blockchain sambil menjaga standar regulasi yang ketat. Para eksekutif ICE menggambarkan proyek ini sebagai fondasi penting untuk menciptakan infrastruktur generasi berikutnya untuk perdagangan, penyelesaian, kustodian, dan pembentukan modal di era keuangan yang benar-benar global.
Evolusi ini menempatkan New York tidak hanya sebagai penjaga pasar tradisional, tetapi juga sebagai pelopor dalam adopsi teknologi yang mendemokratisasi akses pasar modal AS secara global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Revolusi trading 24/7 di blockchain: NYSE bersiap untuk transformasi regulasi terbesar mereka
Bursa Efek New York memimpin transformasi mendasar dalam perdagangan global dengan mengumumkan pengembangan platform baru berbasis teknologi blockchain. Proyek ini menandai tonggak sejarah: memungkinkan investor memperdagangkan saham dan dana yang diperdagangkan di bursa yang ditokenisasi tanpa gangguan, 24 jam sehari, dengan penyelesaian yang hampir instan. Inisiatif ini mencerminkan komitmen NYSE dan perusahaan induknya, Intercontinental Exchange (ICE), untuk sepenuhnya memodernisasi infrastruktur pasar dan merespons permintaan global yang meningkat terhadap aset AS dengan akses yang lebih luas.
Perubahan ini jauh lebih dari sekadar peningkatan teknologi: mewakili konvergensi antara keuangan tradisional dan ekosistem blockchain, menawarkan jutaan investor internasional akses ke pasar yang secara historis hanya beroperasi selama jam perdagangan tertentu.
Bagaimana revolusi perdagangan aset digital baru?
Platform baru ini akan mengintegrasikan mesin perdagangan Pillar dari ICE dengan sistem post-trade canggih berbasis blockchain. Unsur pentingnya adalah kemampuannya untuk mendukung multiple blockchain, memungkinkan transaksi didanai dan diselesaikan secara real-time menggunakan stablecoin. Ini akan menghilangkan siklus penyelesaian satu hari (T+1) yang telah mendominasi pasar AS selama puluhan tahun.
Saham yang ditokenisasi berfungsi sebagai representasi digital dari saham tradisional yang diterbitkan langsung di blockchain. Bagi investor, ini berarti akses simultan ke tiga keuntungan utama: perdagangan tanpa batas waktu, penyelesaian cepat, dan kepemilikan fraksional atas aset yang sebelumnya sulit dibagi. Fitur-fitur ini membuka pintu terutama bagi investor di zona waktu berbeda, yang sebelumnya tidak dapat beroperasi selama jam puncak Wall Street.
Platform ini memerlukan persetujuan regulasi dan akan mendukung sebuah venue baru NYSE yang dirancang khusus untuk sekuritas yang ditokenisasi, memperkuat posisi New York sebagai pusat inovasi keuangan.
Keuntungan utama dari perdagangan tanpa batas waktu untuk investor global
Langkah NYSE sejalan dengan dorongan industri yang lebih luas untuk memperluas akses perdagangan. Pada Oktober 2024, NYSE telah mengumumkan rencana untuk meminta SEC izin memperpanjang jam perdagangan selama hari kerja hingga pukul 22.00. Nasdaq secara bersamaan mengungkapkan rencana mereka untuk menerapkan perdagangan 24 jam selama hari kerja, menandai perubahan industri menuju pasar yang benar-benar berkelanjutan.
Bagi investor global, ini menghilangkan hambatan historis: kebutuhan untuk bangun di waktu yang tidak nyaman atau kehilangan peluang trading di pasar AS. Ini sangat berharga bagi dana, manajer aset, dan investor ritel di Asia, Eropa, dan wilayah lain.
ICE dan NYSE maju menuju penyelesaian instan di blockchain
ICE memposisikan inisiatif ini sebagai pusat strategi transformasi digital mereka. Perusahaan sedang membangun infrastruktur kliring yang sepenuhnya berbasis blockchain, menyiapkan dukungan untuk perdagangan 24/7, dan mengintegrasikan kolateral tokenized dalam operasi utama mereka.
Aspek yang sangat inovatif adalah kolaborasi dengan bank-bank penting seperti BNY dan Citibank. Institusi-institusi ini sedang mengembangkan solusi deposito tokenized yang memungkinkan peserta pasar mengelola likuiditas bahkan di luar jam kerja bank tradisional. Ini menyelesaikan masalah historis: akses ke dana tunai di luar jam perdagangan.
Lynn Martin, presiden Grup NYSE, menyatakan bahwa tujuan bursa adalah memimpin transformasi industri menuju solusi yang sepenuhnya berbasis blockchain sambil menjaga standar regulasi yang ketat. Para eksekutif ICE menggambarkan proyek ini sebagai fondasi penting untuk menciptakan infrastruktur generasi berikutnya untuk perdagangan, penyelesaian, kustodian, dan pembentukan modal di era keuangan yang benar-benar global.
Evolusi ini menempatkan New York tidak hanya sebagai penjaga pasar tradisional, tetapi juga sebagai pelopor dalam adopsi teknologi yang mendemokratisasi akses pasar modal AS secara global.