Anggota kongres AS, Carlos Giménez, baru-baru ini mengungkapkan bahwa pemerintah Kuba diduga telah mengoordinasikan serangan terhadap Mike Hammer, duta besar AS yang ditunjuk oleh pemerintahan Trump untuk pulau Karibia tersebut. Menurut legislator tersebut, insiden terjadi saat diplomat tersebut melakukan kunjungan resmi ke wilayah pulau, di mana ia menghadapi hostilitas yang direncanakan.
Tuduhan anggota kongres dan rincian dugaan serangan
Giménez menggunakan media sosialnya untuk menyatakan bahwa “rezim Kuba mengoordinasikan dan mengerahkan agen-agen mereka untuk menyerang duta besar AS, Mike Hammer”. Anggota kongres tersebut menyebut kejadian ini sebagai “penindasan yang disengaja” yang melampaui batas-batas konvensi diplomatik tradisional. Pengaduan ini menyoroti tingkat keparahan dari tuduhan terhadap pejabat pemerintahan Trump tersebut.
Pelanggaran protokol internasional menurut otoritas AS
Tuduhan ini menjadi semakin penting mengingat bahwa duta besar AS, seperti halnya duta besar AS yang ditugaskan di negara asing lainnya, memiliki perlindungan khusus berdasarkan hukum internasional. Giménez menegaskan bahwa “insiden ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan tidak akan ditoleransi dalam keadaan apapun”. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan diplomatik dalam hubungan antara Washington dan Havana, terutama dengan penunjukan baru pemerintahan Trump di kawasan Karibia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menggugat rezim Kuba karena menyerang duta besar Amerika Serikat saat kunjungan diplomatik
Anggota kongres AS, Carlos Giménez, baru-baru ini mengungkapkan bahwa pemerintah Kuba diduga telah mengoordinasikan serangan terhadap Mike Hammer, duta besar AS yang ditunjuk oleh pemerintahan Trump untuk pulau Karibia tersebut. Menurut legislator tersebut, insiden terjadi saat diplomat tersebut melakukan kunjungan resmi ke wilayah pulau, di mana ia menghadapi hostilitas yang direncanakan.
Tuduhan anggota kongres dan rincian dugaan serangan
Giménez menggunakan media sosialnya untuk menyatakan bahwa “rezim Kuba mengoordinasikan dan mengerahkan agen-agen mereka untuk menyerang duta besar AS, Mike Hammer”. Anggota kongres tersebut menyebut kejadian ini sebagai “penindasan yang disengaja” yang melampaui batas-batas konvensi diplomatik tradisional. Pengaduan ini menyoroti tingkat keparahan dari tuduhan terhadap pejabat pemerintahan Trump tersebut.
Pelanggaran protokol internasional menurut otoritas AS
Tuduhan ini menjadi semakin penting mengingat bahwa duta besar AS, seperti halnya duta besar AS yang ditugaskan di negara asing lainnya, memiliki perlindungan khusus berdasarkan hukum internasional. Giménez menegaskan bahwa “insiden ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan tidak akan ditoleransi dalam keadaan apapun”. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan diplomatik dalam hubungan antara Washington dan Havana, terutama dengan penunjukan baru pemerintahan Trump di kawasan Karibia.