Data ketenagakerjaan AS kembali ditunda, penutupan pemerintah mengacaukan ekspektasi pasar

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Kebijakan “penghentian sebagian pemerintahan” Amerika Serikat kembali mengacaukan ekspektasi pasar. Pada awal Februari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa data ketenagakerjaan yang semula dijadwalkan dirilis pada tanggal 6 bulan ini akan ditunda, sekaligus juga menunda laporan lowongan pekerjaan AS yang direncanakan. Akibatnya, pasar memasuki periode kekosongan data penting, dan peserta pasar menghadapi ketidakpastian mendalam.

Pengumuman Resmi: Waktu Rilis Data Non-Angkatan Kerja Menunggu Keputusan

Biro Statistik Tenaga Kerja AS menyatakan dalam pernyataannya bahwa karena gangguan sebagian operasional pemerintah federal, data ketenagakerjaan dan indikator ekonomi terkait yang semula dijadwalkan akan dirilis secara resmi tidak dapat dipublikasikan tepat waktu. Ketidakpastian ini berasal dari kebuntuan administratif di Washington, yang langsung mempengaruhi persepsi pasar global terhadap kondisi ekonomi AS secara real-time.

Sementara itu, pihak Partai Republik di DPR menyatakan akan melanjutkan proses persetujuan RUU pendanaan multi-departemen secara independen, sehingga “penghentian sementara” pemerintahan federal setidaknya akan berlanjut hingga awal bulan ini. Beberapa departemen seperti Pertahanan, Pendidikan, Kesehatan dan Layanan Masyarakat, Tenaga Kerja, Transportasi, serta Perumahan dan Pengembangan Perkotaan terdampak operasionalnya.

Normalisasi Penghentian Pemerintah: Penghentian Data Berulang

Ini bukan kali pertama data ketenagakerjaan AS tertunda karena penghentian pemerintahan. Pada musim gugur tahun lalu, selama 43 hari penghentian pemerintahan yang mencatat rekor, pasar mengalami kekacauan serupa—laporan non-anggkatan kerja September tertunda hingga 20 November baru dirilis, dan data pekerjaan untuk Oktober serta November digabungkan dan dirilis bersamaan pada 16 Desember, sehingga sistem rilis data mengalami kerusakan jangka panjang.

Pengulangan sejarah ini menunjukkan bahwa gangguan politik semacam ini terhadap rilis data ekonomi telah menjadi risiko sistemik bagi pasar keuangan AS. Setiap penghentian pemerintahan selalu meninggalkan periode kekosongan data, yang menimbulkan ruang kosong bagi pengambilan keputusan investor dan pembuat kebijakan.

Pasar Tenaga Kerja yang Kontradiktif: Tantangan Masa Data Kosong

Lebih kompleks lagi, pasar tenaga kerja AS sendiri penuh dengan sinyal kontradiktif, dan ketidaktersediaan data ketenagakerjaan semakin memperumit pemahaman terhadap kontradiksi tersebut. Di satu sisi, Produk Domestik Bruto (PDB) AS dalam satu kuartal terakhir tumbuh dengan kecepatan tercepat dalam dua tahun—menunjukkan kekuatan pertumbuhan ekonomi; namun di sisi lain, pasar tenaga kerja menunjukkan kelemahan—sejak Maret, penambahan pekerjaan bulanan hanya sekitar 28.000 posisi, jauh di bawah rata-rata 400.000 selama masa rekrutmen pasca pandemi 2021-2023.

Fenomena “kesenjangan” antara pertumbuhan dan pekerjaan ini semakin nyata belakangan ini. Perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon dan UPS mengumumkan rencana PHK massal, menimbulkan keraguan mendalam terhadap kekuatan pasar tenaga kerja saat ini. Awalnya, pasar memperkirakan data ketenagakerjaan Januari akan menunjukkan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan (lebih tinggi dari 50.000 di Desember), tetapi prediksi ini sendiri juga menghadapi tantangan verifikasi akibat penundaan data.

Arah Ekonomi AS: Tiga Potensi Perkembangan dan Dialognya

Dalam situasi kekurangan data ini, para ekonom mulai membahas kemungkinan arah perkembangan ekonomi AS. Skenario pertama adalah percepatan rekrutmen yang akhirnya menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat saat ini; skenario kedua adalah perlambatan ekonomi untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan pekerjaan yang lemah.

Namun, skenario ketiga justru lebih menarik. Dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan otomatisasi yang terus berlanjut, ekonomi AS mungkin akan mencapai pola pertumbuhan baru—meningkat secara pesat tanpa menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Ini berarti bahwa sistem ekonomi itu sendiri mungkin sedang mengalami transformasi struktural, dan hubungan antara data pertumbuhan dan data ketenagakerjaan mungkin sedang terputus.

Titik Buta Pembuat Kebijakan: Ketidakpastian dan Penyesuaian Kebijakan

Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam pertemuan bulan lalu mempertahankan kebijakan suku bunga tetap, sekaligus menyatakan bahwa tingkat pengangguran menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan ekonomi meningkat. Namun, penundaan rilis data ketenagakerjaan akan menimbulkan tantangan baru bagi Federal Reserve dan pelaku pasar dalam pengambilan kebijakan—bagaimana para pembuat kebijakan dapat menilai kondisi ekonomi AS secara akurat tanpa indikator pasar tenaga kerja yang real-time, menjadi pertanyaan baru di hadapan Washington.

Penghentian pemerintahan tidak hanya mengacaukan ritme rilis data ketenagakerjaan AS, tetapi juga menimbulkan kesulitan baru dalam penilaian prospek ekonomi AS oleh pasar global.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)