Dokumen Izin Kerja, yang dikenal dengan singkatan EAD, merupakan salah satu izin terpenting bagi migran yang ingin bekerja secara legal di Amerika Serikat. Baru-baru ini, Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat (USCIS) mengumumkan perubahan signifikan yang mengurangi durasi izin ini. Mulai Desember 2025, EAD yang sebelumnya berlaku hingga lima tahun, menjadi berlaku maksimal 18 bulan untuk enam kategori migran tertentu.
Perubahan kebijakan izin kerja ini secara langsung mempengaruhi ratusan ribu orang dalam berbagai status migrasi, mulai dari pengungsi hingga pemohon suaka. Memahami perubahan ini sangat penting untuk merencanakan pengajuan izin kerja dengan tepat.
Pemendekan masa berlaku EAD: dua fase perubahan
Perubahan masa berlaku EAD diterapkan dalam dua waktu berbeda selama tahun 2025, masing-masing dengan kategori yang terpengaruh. Perlu dicatat bahwa EAD yang diterbitkan sebelum perubahan ini tetap berlaku penuh sesuai aturan sebelumnya.
Fase pertama perubahan dimulai pada Desember 2025 dan mempengaruhi pemohon dalam kategori migrasi tradisional. Dalam hal ini, izin kerja yang sebelumnya berlaku lima tahun, kini hanya 18 bulan. Sementara itu, fase kedua mulai berlaku pada 22 Juli 2025, secara khusus mempengaruhi penerima status pembebasan bersyarat dan Status Perlindungan Sementara (TPS).
Enam kategori yang mengalami pengurangan menjadi 18 bulan
Pengurangan masa berlaku EAD menjadi 18 bulan berlaku untuk permohonan yang diajukan atau masih dalam proses sejak Desember 2025. Kategori yang terpengaruh meliputi pengungsi yang diklasifikasikan sebagai A03, serta pemohon suaka yang teridentifikasi di bawah kategori A05. Penerima penangguhan deportasi (A10) juga terdampak, begitu pula tiga kelompok tambahan pemohon: mereka yang mengajukan suaka atau penangguhan deportasi (C08), yang mengajukan penyesuaian status berdasarkan INA 245 (C09), dan terakhir, pemohon penangguhan deportasi, pembatalan deportasi, atau bantuan di bawah Undang-Undang Penyesuaian Nikaragua dan Bantuan Amerika Tengah (C10).
Pengurangan ini merupakan perubahan administratif signifikan yang mengharuskan migran dalam kategori ini melakukan perpanjangan izin kerja lebih sering.
Perubahan lain pada izin kerja
Selain enam kategori tersebut, USCIS juga melakukan perubahan pada masa berlaku EAD untuk penerima status pembebasan bersyarat dan Status Perlindungan Sementara. Perubahan ini mulai berlaku sejak 22 Juli 2025 dan menetapkan bahwa izin berlaku selama satu tahun atau sampai akhir masa pembebasan bersyarat yang diizinkan, atau durasi TPS, tergantung mana yang lebih singkat.
Kategori yang terpengaruh oleh fase kedua ini meliputi penerima pembebasan bersyarat seperti pengungsi (A04), penerima TPS yang diberikan (A12), mereka yang diberikan pembebasan bersyarat (C11), pemohon dengan TPS yang masih dalam proses (C19), dan terakhir, penerima pembebasan bersyarat untuk pasangan pengusaha (C34).
Cara mengajukan EAD: persyaratan dan formulir penting
Untuk mendapatkan izin kerja, pemohon harus mengajukan Formulir I-765 ke USCIS. Namun, tidak semua migran perlu mengajukan EAD. Hanya mereka yang berada dalam situasi tertentu yang membutuhkannya.
Yang memang memerlukan izin ini termasuk orang dengan status yang mengizinkan bekerja di negara tersebut, seperti pemohon suaka, pengungsi, atau penerima visa U non-imigran. Mereka juga dapat mengajukan permohonan jika memiliki Formulir I-485 yang masih dalam proses (Permohonan Pendaftaran Tinggal Permanen atau Penyesuaian Status), serta yang memiliki Formulir I-589 yang masih dalam proses (Permohonan Suaka dan Penangguhan Deportasi). Selain itu, pelajar dengan visa F-1 atau M-1 yang tidak memiliki izin otomatis untuk bekerja dapat mengajukan EAD.
Sebaliknya, orang yang status migrasinya tidak memerlukan EAD tidak wajib mengajukannya. Ini berlaku untuk penduduk tetap dan mereka yang memiliki status non-imigran dengan izin otomatis bekerja, seperti pemegang visa H-1B, L-1B, O, atau P.
Apa yang terjadi jika bekerja tanpa izin?
Semua migran yang ingin bekerja di wilayah AS harus terlebih dahulu memiliki izin resmi. Mereka yang bekerja secara ilegal tanpa EAD yang berlaku dapat menghadapi konsekuensi serius dan berkepanjangan.
USCIS memperingatkan bahwa mereka yang bekerja tanpa izin dapat dilarang masuk ke Amerika Serikat di masa mendatang, atau permohonan penyesuaian status yang diajukan kemudian dapat ditolak. Lebih parah lagi, melanggar ketentuan izin kerja atau syarat masuk ke negara ini dapat mengakibatkan deportasi langsung atau penolakan masuk kembali ke AS. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami apa itu EAD, menjaga agar tetap berlaku, dan mematuhi semua pembatasan terkait izin kerja yang diberikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu EAD dan mengapa masa berlakunya berubah pada tahun 2025
Dokumen Izin Kerja, yang dikenal dengan singkatan EAD, merupakan salah satu izin terpenting bagi migran yang ingin bekerja secara legal di Amerika Serikat. Baru-baru ini, Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat (USCIS) mengumumkan perubahan signifikan yang mengurangi durasi izin ini. Mulai Desember 2025, EAD yang sebelumnya berlaku hingga lima tahun, menjadi berlaku maksimal 18 bulan untuk enam kategori migran tertentu.
Perubahan kebijakan izin kerja ini secara langsung mempengaruhi ratusan ribu orang dalam berbagai status migrasi, mulai dari pengungsi hingga pemohon suaka. Memahami perubahan ini sangat penting untuk merencanakan pengajuan izin kerja dengan tepat.
Pemendekan masa berlaku EAD: dua fase perubahan
Perubahan masa berlaku EAD diterapkan dalam dua waktu berbeda selama tahun 2025, masing-masing dengan kategori yang terpengaruh. Perlu dicatat bahwa EAD yang diterbitkan sebelum perubahan ini tetap berlaku penuh sesuai aturan sebelumnya.
Fase pertama perubahan dimulai pada Desember 2025 dan mempengaruhi pemohon dalam kategori migrasi tradisional. Dalam hal ini, izin kerja yang sebelumnya berlaku lima tahun, kini hanya 18 bulan. Sementara itu, fase kedua mulai berlaku pada 22 Juli 2025, secara khusus mempengaruhi penerima status pembebasan bersyarat dan Status Perlindungan Sementara (TPS).
Enam kategori yang mengalami pengurangan menjadi 18 bulan
Pengurangan masa berlaku EAD menjadi 18 bulan berlaku untuk permohonan yang diajukan atau masih dalam proses sejak Desember 2025. Kategori yang terpengaruh meliputi pengungsi yang diklasifikasikan sebagai A03, serta pemohon suaka yang teridentifikasi di bawah kategori A05. Penerima penangguhan deportasi (A10) juga terdampak, begitu pula tiga kelompok tambahan pemohon: mereka yang mengajukan suaka atau penangguhan deportasi (C08), yang mengajukan penyesuaian status berdasarkan INA 245 (C09), dan terakhir, pemohon penangguhan deportasi, pembatalan deportasi, atau bantuan di bawah Undang-Undang Penyesuaian Nikaragua dan Bantuan Amerika Tengah (C10).
Pengurangan ini merupakan perubahan administratif signifikan yang mengharuskan migran dalam kategori ini melakukan perpanjangan izin kerja lebih sering.
Perubahan lain pada izin kerja
Selain enam kategori tersebut, USCIS juga melakukan perubahan pada masa berlaku EAD untuk penerima status pembebasan bersyarat dan Status Perlindungan Sementara. Perubahan ini mulai berlaku sejak 22 Juli 2025 dan menetapkan bahwa izin berlaku selama satu tahun atau sampai akhir masa pembebasan bersyarat yang diizinkan, atau durasi TPS, tergantung mana yang lebih singkat.
Kategori yang terpengaruh oleh fase kedua ini meliputi penerima pembebasan bersyarat seperti pengungsi (A04), penerima TPS yang diberikan (A12), mereka yang diberikan pembebasan bersyarat (C11), pemohon dengan TPS yang masih dalam proses (C19), dan terakhir, penerima pembebasan bersyarat untuk pasangan pengusaha (C34).
Cara mengajukan EAD: persyaratan dan formulir penting
Untuk mendapatkan izin kerja, pemohon harus mengajukan Formulir I-765 ke USCIS. Namun, tidak semua migran perlu mengajukan EAD. Hanya mereka yang berada dalam situasi tertentu yang membutuhkannya.
Yang memang memerlukan izin ini termasuk orang dengan status yang mengizinkan bekerja di negara tersebut, seperti pemohon suaka, pengungsi, atau penerima visa U non-imigran. Mereka juga dapat mengajukan permohonan jika memiliki Formulir I-485 yang masih dalam proses (Permohonan Pendaftaran Tinggal Permanen atau Penyesuaian Status), serta yang memiliki Formulir I-589 yang masih dalam proses (Permohonan Suaka dan Penangguhan Deportasi). Selain itu, pelajar dengan visa F-1 atau M-1 yang tidak memiliki izin otomatis untuk bekerja dapat mengajukan EAD.
Sebaliknya, orang yang status migrasinya tidak memerlukan EAD tidak wajib mengajukannya. Ini berlaku untuk penduduk tetap dan mereka yang memiliki status non-imigran dengan izin otomatis bekerja, seperti pemegang visa H-1B, L-1B, O, atau P.
Apa yang terjadi jika bekerja tanpa izin?
Semua migran yang ingin bekerja di wilayah AS harus terlebih dahulu memiliki izin resmi. Mereka yang bekerja secara ilegal tanpa EAD yang berlaku dapat menghadapi konsekuensi serius dan berkepanjangan.
USCIS memperingatkan bahwa mereka yang bekerja tanpa izin dapat dilarang masuk ke Amerika Serikat di masa mendatang, atau permohonan penyesuaian status yang diajukan kemudian dapat ditolak. Lebih parah lagi, melanggar ketentuan izin kerja atau syarat masuk ke negara ini dapat mengakibatkan deportasi langsung atau penolakan masuk kembali ke AS. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami apa itu EAD, menjaga agar tetap berlaku, dan mematuhi semua pembatasan terkait izin kerja yang diberikan.