Belakangan ini, Badan Pengawas Pasar dan Administrasi di Kota Beijing mengadakan pertemuan administratif dengan 12 platform utama yang terlibat dalam penjualan tiket kereta api secara daring, termasuk Ctrip, Qunar, Fliggy, Tongcheng, Meituan, JD.com, TravelSky, High-Speed Rail Housekeeper, Didi, Amap, Baidu Maps, Tencent Maps, dan lainnya, dengan fokus pada masalah utama yang dilaporkan masyarakat terkait penjualan tiket kereta api secara daring.
Dalam pertemuan tersebut, Badan Pengawas Pasar dan Administrasi Kota Beijing secara tegas menyampaikan empat persyaratan operasional yang sesuai dengan regulasi kepada semua platform.
Pertama, menerapkan tanggung jawab utama dan tanggung jawab sosial secara ketat, menanamkan konsep bisnis yang benar, dan berkontribusi untuk memudahkan perjalanan penumpang serta mengurangi hambatan;
Kedua, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap model bisnis dan proses layanan, melarang penjelasan atau isyarat kepada konsumen bahwa mereka dapat memperoleh hak pembelian tiket prioritas melalui layanan berbayar, serta melakukan perbaikan segera terhadap promosi yang menyesatkan seperti “paket percepatan”, “jalur ganda”, dan “monitor tiket tersisa” setelah tiket habis, serta secara sadar menerima pengawasan masyarakat;
Ketiga, melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap halaman platform, menghapus produk yang mengandung promosi menyesatkan, menyesuaikan isi promosi di halaman, dan melarang penggunaan gambar, teks, atau merek dagang 12306 dalam promosi agar tidak menimbulkan kesan bahwa platform tersebut memiliki kerjasama bisnis tertentu dengan 12306;
Keempat, memastikan penetapan harga yang jelas dan transparan, secara mencolok mengingatkan tentang isi dan harga layanan tambahan, serta melakukan perbaikan segera terhadap masalah ketidaksesuaian antara harga yang ditampilkan dan biaya yang sebenarnya dibayar akibat kurangnya perhatian terhadap promosi layanan tambahan, demi melindungi hak pengetahuan konsumen secara nyata.
(Sumber: Aplikasi Berita CCTV)
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Badan Pengawas Pasar Beijing Memanggil 12 Platform Penjualan Tiket Kereta Api Online Pihak Ketiga
Belakangan ini, Badan Pengawas Pasar dan Administrasi di Kota Beijing mengadakan pertemuan administratif dengan 12 platform utama yang terlibat dalam penjualan tiket kereta api secara daring, termasuk Ctrip, Qunar, Fliggy, Tongcheng, Meituan, JD.com, TravelSky, High-Speed Rail Housekeeper, Didi, Amap, Baidu Maps, Tencent Maps, dan lainnya, dengan fokus pada masalah utama yang dilaporkan masyarakat terkait penjualan tiket kereta api secara daring.
Dalam pertemuan tersebut, Badan Pengawas Pasar dan Administrasi Kota Beijing secara tegas menyampaikan empat persyaratan operasional yang sesuai dengan regulasi kepada semua platform.
Pertama, menerapkan tanggung jawab utama dan tanggung jawab sosial secara ketat, menanamkan konsep bisnis yang benar, dan berkontribusi untuk memudahkan perjalanan penumpang serta mengurangi hambatan;
Kedua, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap model bisnis dan proses layanan, melarang penjelasan atau isyarat kepada konsumen bahwa mereka dapat memperoleh hak pembelian tiket prioritas melalui layanan berbayar, serta melakukan perbaikan segera terhadap promosi yang menyesatkan seperti “paket percepatan”, “jalur ganda”, dan “monitor tiket tersisa” setelah tiket habis, serta secara sadar menerima pengawasan masyarakat;
Ketiga, melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap halaman platform, menghapus produk yang mengandung promosi menyesatkan, menyesuaikan isi promosi di halaman, dan melarang penggunaan gambar, teks, atau merek dagang 12306 dalam promosi agar tidak menimbulkan kesan bahwa platform tersebut memiliki kerjasama bisnis tertentu dengan 12306;
Keempat, memastikan penetapan harga yang jelas dan transparan, secara mencolok mengingatkan tentang isi dan harga layanan tambahan, serta melakukan perbaikan segera terhadap masalah ketidaksesuaian antara harga yang ditampilkan dan biaya yang sebenarnya dibayar akibat kurangnya perhatian terhadap promosi layanan tambahan, demi melindungi hak pengetahuan konsumen secara nyata.
(Sumber: Aplikasi Berita CCTV)