Salah satu pendiri Ethereum Buterin kembali ke diskusi tentang kelayakan token untuk konten yang ditulis, menunjukkan bahwa pendekatan saat ini untuk implementasinya memerlukan penilaian ulang yang serius. Menurut NS3.AI, kritiknya berfokus pada masalah mendasar dengan ekosistem - bahwa sebagian besar platform berfokus pada insentif kuantitas konten, daripada pada penyaringan dan pemilihan kualitasnya. Masalah ini, menurut Buterin, menyebabkan kelebihan konten berkualitas rendah dan perilaku spekulatif peserta.
Tantangan Sejati: Mengkurasi Alih-alih Kuantitas
Buterin menyarankan untuk memfokuskan kembali pada model yang digunakan Substack. Perusahaan menggunakan kombinasi mekanisme kuratorial dan alat praktis untuk mendukung kreator mencapai keseimbangan antara merangsang kreativitas dan menjaga kualitas. Menurutnya, ini adalah cara yang lebih efektif daripada distribusi token sederhana, yang sering menjadi objek spekulasi.
Arsitektur Alternatif: DAO Kecil dan Pasar Prediktif
Alih-alih pendekatan tradisional, Buterin mengusulkan penggunaan organisasi kecil, non-token, dan terdesentralisasi untuk memilih dan memilih pembuat konten berdasarkan kualitas. Pada saat yang sama, koin pembuat sendiri tidak boleh berfungsi sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai pasar prediksi penuh, di mana peserta dapat menilai potensi konten di masa depan. Model semacam itu mengarahkan ulang ekosistem ke arah nilai jangka panjang alih-alih permainan jangka pendek dengan fluktuasi harga.
Proposal Buterin mencerminkan kesadaran yang berkembang bahwa teknologi saja tidak cukup — insentif ekonomi dan struktur tata kelola yang tepat diperlukan untuk menciptakan ekosistem konten yang berkelanjutan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Buterin meragukan efektivitas koin spekulatif yang dibuat oleh pencipta
Salah satu pendiri Ethereum Buterin kembali ke diskusi tentang kelayakan token untuk konten yang ditulis, menunjukkan bahwa pendekatan saat ini untuk implementasinya memerlukan penilaian ulang yang serius. Menurut NS3.AI, kritiknya berfokus pada masalah mendasar dengan ekosistem - bahwa sebagian besar platform berfokus pada insentif kuantitas konten, daripada pada penyaringan dan pemilihan kualitasnya. Masalah ini, menurut Buterin, menyebabkan kelebihan konten berkualitas rendah dan perilaku spekulatif peserta.
Tantangan Sejati: Mengkurasi Alih-alih Kuantitas
Buterin menyarankan untuk memfokuskan kembali pada model yang digunakan Substack. Perusahaan menggunakan kombinasi mekanisme kuratorial dan alat praktis untuk mendukung kreator mencapai keseimbangan antara merangsang kreativitas dan menjaga kualitas. Menurutnya, ini adalah cara yang lebih efektif daripada distribusi token sederhana, yang sering menjadi objek spekulasi.
Arsitektur Alternatif: DAO Kecil dan Pasar Prediktif
Alih-alih pendekatan tradisional, Buterin mengusulkan penggunaan organisasi kecil, non-token, dan terdesentralisasi untuk memilih dan memilih pembuat konten berdasarkan kualitas. Pada saat yang sama, koin pembuat sendiri tidak boleh berfungsi sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai pasar prediksi penuh, di mana peserta dapat menilai potensi konten di masa depan. Model semacam itu mengarahkan ulang ekosistem ke arah nilai jangka panjang alih-alih permainan jangka pendek dengan fluktuasi harga.
Proposal Buterin mencerminkan kesadaran yang berkembang bahwa teknologi saja tidak cukup — insentif ekonomi dan struktur tata kelola yang tepat diperlukan untuk menciptakan ekosistem konten yang berkelanjutan.