Joe Arri and sistem peradilan yang membunuhnya

Bayangkan seseorang yang tidak memahami apa itu kematian. Yang tidak mampu menyadari arti kata «pengadilan». Bagi orang ini, seluruh dunia hanyalah hal-hal sederhana dan jelas: mainan, senyuman, es krim. Sekarang bayangkan orang ini dibawa ke hukuman mati karena kejahatan yang tidak dilakukannya. Itulah kenyataan yang dialami Joe Arridy pada tahun 1939 di Colorado — salah satu bab paling kelam dalam sistem peradilan Amerika.

Siapa Joe Arridy dan mengapa suaranya tidak pernah didengar

Joe Arridy lahir dengan gangguan mental serius. Indeks inteligensinya hanya 46 — tingkat di mana seseorang berpikir seperti anak berusia tujuh tahun. Dia akan setuju dengan apa saja, hanya agar menyenangkan orang lain, agar tidak sendirian. Ketika orang berbicara padanya, dia tidak mendengar kata-kata, melainkan nada suara. Ketika mereka menekan dia, dia akan patah.

Joe tidak pernah mendapatkan kesempatan yang adil untuk membela diri. Sistem hukum yang seharusnya melindungi yang tak berdaya, malah berubah menjadi algojo mereka. Dia tidak bisa memahami dokumen-dokumen itu. Dia tidak bisa menjelaskan di mana dia berada. Dia hanya diam atau mengangguk — dan itu sudah cukup.

Bagaimana orang tak bersalah menjadi terpidana

Pada tahun 1936, dekat Denver, terjadi serangan kejam. Kejahatan itu mengguncang masyarakat dan menekan aparat penegak hukum. Mereka harus segera menemukan pelaku. Mereka membutuhkan penyelesaian cepat.

Sheriff memilih korban yang mudah — Joe Arridy. Dia tidak punya perlindungan. Tidak ada orang berpengaruh yang bersedia membelanya. Dia diperiksa, dan dia mengaku. Tapi pengakuan itu palsu — hasil dari tekanan dan ketidakmengertian. Tidak ada sidik jari. Tidak ada saksi yang mengaitkannya dengan tempat kejadian. Tidak ada apa-apa. Hanya kata-katanya, yang diucapkan karena dia tidak tahu harus menjawab apa.

Pengadilan tidak meminta bukti. Hakim tidak memeriksa kondisi mentalnya. Juri mendengar pengakuan itu — dan itu sudah cukup. Joe Arridy dihukum mati.

Senyum yang seharusnya tidak dilihat siapa pun

Tiga tahun kemudian, pada tahun 1939, Joe menjalani hari-harinya yang terakhir di kamar hukuman mati. Penjaga memberinya kereta api mainan. Dia bermain dengan itu, tersenyum. Dia meminta es krim sebagai makanan terakhirnya. Bahkan saat dia dibawa ke kamar gas, dia masih tersenyum — bukan karena keberanian, tetapi karena ketidaktahuan. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi padanya. Dia tidak tahu bahwa dia akan mati.

Banyak dari mereka yang berada di dekatnya malam itu, kemudian mengatakan bahwa mereka tidak bisa tidur. Penjaga menangis. Mereka melihat apa yang sistem peradilan tidak mau lihat: orang tak bersalah yang dikirim ke mati hanya karena dia terlalu lemah untuk membela diri.

Kebenaran terungkap setelah 72 tahun

Pembunuh sebenarnya kemudian ditangkap. Tapi Joe Arridy sudah meninggal. Negara menyadari kesalahannya, tetapi tidak melakukan apa-apa. Puluhan tahun berlalu dalam keheningan.

Hanya pada tahun 2011, Colorado secara resmi menyatakan Joe Arridy tidak bersalah. Pemaafan. Pengakuan. Permintaan maaf yang didengar dari kubur. Namanya dipulihkan, tetapi Joe sendiri tidak pernah tahu hal itu. Tidak ada yang pernah memberitahunya bahwa dunia salah, bahwa dia benar, bahwa keadilan akhirnya menang — meskipun sudah terlambat.

72 tahun antara eksekusi dan pembebasan. Satu generasi orang yang hidup di dunia di mana Joe Arridy dikenal sebagai pembunuh. Dan kemudian satu generasi lagi yang mengetahui kebenarannya.

Pelajaran yang tidak kita pelajari

Sejarah Joe Arridy bukan sekadar kisah sedih tentang kesalahan pengadilan. Ini adalah peringatan. Ketika sistem peradilan rusak, ia tidak merusak prinsip-prinsip keadilan yang abstrak — ia merusak orang-orang nyata. Ia merusak mereka yang tidak mampu membela diri. Mereka yang tidak bisa membalas. Mereka yang suaranya terlalu lemah untuk didengar.

Joe Arridy tidak pernah tahu pembebasannya. Tapi kisahnya tetap hidup — sebagai bukti bahwa keadilan sejati harus menjadi pelindung bagi anggota masyarakat yang paling rentan, jika tidak, ia hanyalah alat penindasan lainnya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)