Riset Reuters terbaru menunjukkan bahwa dua mata uang utama Amerika Latin akan menghadapi tekanan depresiasi dalam 12 bulan ke depan. Di antaranya, peso Meksiko mengalami depresiasi yang lebih signifikan, diperkirakan akan turun dari 18,55 pada Januari menjadi 18,38, dengan ruang fluktuasi sebesar 6,3%. Survei tersebut juga mencakup prediksi pergerakan peso Chili.
Tekanan Depresiasi Peso Meksiko Berlanjut
Pantauan terbaru dari lembaga survei Reuters menunjukkan bahwa peso Meksiko terhadap dolar AS diperkirakan akan mengalami depresiasi yang cukup jelas dalam 12 bulan mendatang. Mengacu pada hasil survei Januari sebesar 18,55, target prediksi baru berada di 18,38, yang berarti depresiasi mencapai 6,3%. Prediksi ini mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap pergerakan mata uang utama pasar berkembang ini.
Peso Chili Menghadapi Tekanan Depresiasi yang Ringan
Sebaliknya, kekuatan depresiasi peso Chili terhadap dolar AS relatif lebih lembut. Data dari Jinshi menunjukkan bahwa peso Chili diperkirakan akan turun sebesar 1,8% dalam periode 12 bulan yang sama, dari 900,0 pada Januari menjadi 876,90. Meskipun tingkat depresiasi ini tidak sebesar peso Meksiko, tetap mencerminkan tekanan umum terhadap mata uang pasar berkembang di kawasan tersebut.
Perbandingan Prospek Mata Uang Amerika Latin
Jika membandingkan prediksi depresiasi kedua mata uang tersebut, peso Meksiko menghadapi tekanan depresiasi sekitar 3,5 kali lipat dari peso Chili. Perbedaan ini mencerminkan kondisi fundamental ekonomi, kebijakan moneter, dan aliran investasi asing yang berbeda di kedua negara. Investor perlu memantau secara ketat kinerja mata uang utama Amerika Latin ini dalam satu tahun ke depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Prediksi terbaru Reuters: Peso Meksiko menghadapi tekanan depresiasi terhadap dolar AS tahun ini
Riset Reuters terbaru menunjukkan bahwa dua mata uang utama Amerika Latin akan menghadapi tekanan depresiasi dalam 12 bulan ke depan. Di antaranya, peso Meksiko mengalami depresiasi yang lebih signifikan, diperkirakan akan turun dari 18,55 pada Januari menjadi 18,38, dengan ruang fluktuasi sebesar 6,3%. Survei tersebut juga mencakup prediksi pergerakan peso Chili.
Tekanan Depresiasi Peso Meksiko Berlanjut
Pantauan terbaru dari lembaga survei Reuters menunjukkan bahwa peso Meksiko terhadap dolar AS diperkirakan akan mengalami depresiasi yang cukup jelas dalam 12 bulan mendatang. Mengacu pada hasil survei Januari sebesar 18,55, target prediksi baru berada di 18,38, yang berarti depresiasi mencapai 6,3%. Prediksi ini mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap pergerakan mata uang utama pasar berkembang ini.
Peso Chili Menghadapi Tekanan Depresiasi yang Ringan
Sebaliknya, kekuatan depresiasi peso Chili terhadap dolar AS relatif lebih lembut. Data dari Jinshi menunjukkan bahwa peso Chili diperkirakan akan turun sebesar 1,8% dalam periode 12 bulan yang sama, dari 900,0 pada Januari menjadi 876,90. Meskipun tingkat depresiasi ini tidak sebesar peso Meksiko, tetap mencerminkan tekanan umum terhadap mata uang pasar berkembang di kawasan tersebut.
Perbandingan Prospek Mata Uang Amerika Latin
Jika membandingkan prediksi depresiasi kedua mata uang tersebut, peso Meksiko menghadapi tekanan depresiasi sekitar 3,5 kali lipat dari peso Chili. Perbedaan ini mencerminkan kondisi fundamental ekonomi, kebijakan moneter, dan aliran investasi asing yang berbeda di kedua negara. Investor perlu memantau secara ketat kinerja mata uang utama Amerika Latin ini dalam satu tahun ke depan.