Pengaruh besar investor Kathy Wood, yang memimpin ARK Invest, baru-baru ini mengungkapkan posisi analitiknya terkait dua aset utama penyimpan nilai - emas dan mata uang kripto. Kesimpulannya menyoroti persimpangan kritis yang dihadapi investor agresif dalam lingkungan makroekonomi saat ini, di mana likuiditas berlebih beredar dan ekspansi moneter berlangsung.
Emas mencapai puncak sejarah - apakah penilaian terlalu tinggi?
Wood menekankan bahwa emas terhadap jumlah uang M2 berada pada level ekstrem, pertama kali melebihi indikator periode inflasi tinggi tahun 1970-an dan bahkan level masa Depresi Besar tahun 1930-an. Namun, analis memperhatikan perbedaan signifikan antara situasi saat ini dan krisis sejarah. Lingkungan makroekonomi ditandai bukan oleh kontraksi, tetapi oleh perluasan basis uang, stabilisasi ekonomi, dan kelimpahan likuiditas keuangan di pasar.
Wood menilai emas sebagai aset yang terintegrasi dalam skenario krisis bencana. Menurutnya, harga logam mulia ini berada dalam fase overheat spekulatif, yang tak terelakkan akan menyebabkan tekanan koreksi. Ini berarti bahwa harga saat ini mencerminkan optimisme irasional terhadap kolaps ekonomi - skenario yang dalam kondisi stabilitas saat ini tampak kurang mungkin.
Tahap awal pengembangan Bitcoin - pilihan investor visioner
Berbeda secara tajam dari penilaian pesimis terhadap emas, Wood menafsirkan Bitcoin secara berbeda. Ia melihat mata uang kripto ini dalam tahap awal institusionalisasi dan transformasi fungsional, jauh dari puncak kedewasaan. Dengan harga saat ini sekitar $67.55K (per Februari 2026), menurutnya Bitcoin memiliki potensi kenaikan yang signifikan.
Strategi Wood sederhana dan logis: jika investor memegang posisi aktif di pasar, saat ini adalah titik optimal untuk rotasi modal - dari emas yang overvalued menuju potensi undervalued Bitcoin. Ini bukan sekadar langkah spekulatif, melainkan transisi ke aset yang berada dalam proses pertumbuhan integratif berkelanjutan ke dalam sistem keuangan global.
Prediksi ambisius: $1,5 juta pada 2030
Wood tidak menyembunyikan optimisme terhadap mata uang kripto ini. Ia mengonfirmasi target harga jangka panjangnya untuk Bitcoin - mencapai $1,5 juta pada 2030. Prediksi ini menunjukkan kenaikan lebih dari 20 kali lipat dari level saat ini, mencerminkan keyakinan analis terhadap peran revolusioner Bitcoin dalam transformasi sistem keuangan.
Kesimpulan akhir Wood terdengar seperti kompas investasi untuk tahap perkembangan makroekonomi saat ini: emas telah memainkan perannya dalam perlindungan dari krisis inflasi, sementara Bitcoin menjadi instrumen adaptasi terhadap masa depan keuangan yang semakin terdigitalisasi. Dalam kondisi risiko depresiasi dan tekanan moneter, mata uang kripto muncul sebagai instrumen yang lebih menarik bagi investor yang siap menghadapi perubahan transformatif di pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Katy Wood lebih memilih Bitcoin dalam kondisi depresi makroekonomi, emas dinilai terlalu tinggi
Pengaruh besar investor Kathy Wood, yang memimpin ARK Invest, baru-baru ini mengungkapkan posisi analitiknya terkait dua aset utama penyimpan nilai - emas dan mata uang kripto. Kesimpulannya menyoroti persimpangan kritis yang dihadapi investor agresif dalam lingkungan makroekonomi saat ini, di mana likuiditas berlebih beredar dan ekspansi moneter berlangsung.
Emas mencapai puncak sejarah - apakah penilaian terlalu tinggi?
Wood menekankan bahwa emas terhadap jumlah uang M2 berada pada level ekstrem, pertama kali melebihi indikator periode inflasi tinggi tahun 1970-an dan bahkan level masa Depresi Besar tahun 1930-an. Namun, analis memperhatikan perbedaan signifikan antara situasi saat ini dan krisis sejarah. Lingkungan makroekonomi ditandai bukan oleh kontraksi, tetapi oleh perluasan basis uang, stabilisasi ekonomi, dan kelimpahan likuiditas keuangan di pasar.
Wood menilai emas sebagai aset yang terintegrasi dalam skenario krisis bencana. Menurutnya, harga logam mulia ini berada dalam fase overheat spekulatif, yang tak terelakkan akan menyebabkan tekanan koreksi. Ini berarti bahwa harga saat ini mencerminkan optimisme irasional terhadap kolaps ekonomi - skenario yang dalam kondisi stabilitas saat ini tampak kurang mungkin.
Tahap awal pengembangan Bitcoin - pilihan investor visioner
Berbeda secara tajam dari penilaian pesimis terhadap emas, Wood menafsirkan Bitcoin secara berbeda. Ia melihat mata uang kripto ini dalam tahap awal institusionalisasi dan transformasi fungsional, jauh dari puncak kedewasaan. Dengan harga saat ini sekitar $67.55K (per Februari 2026), menurutnya Bitcoin memiliki potensi kenaikan yang signifikan.
Strategi Wood sederhana dan logis: jika investor memegang posisi aktif di pasar, saat ini adalah titik optimal untuk rotasi modal - dari emas yang overvalued menuju potensi undervalued Bitcoin. Ini bukan sekadar langkah spekulatif, melainkan transisi ke aset yang berada dalam proses pertumbuhan integratif berkelanjutan ke dalam sistem keuangan global.
Prediksi ambisius: $1,5 juta pada 2030
Wood tidak menyembunyikan optimisme terhadap mata uang kripto ini. Ia mengonfirmasi target harga jangka panjangnya untuk Bitcoin - mencapai $1,5 juta pada 2030. Prediksi ini menunjukkan kenaikan lebih dari 20 kali lipat dari level saat ini, mencerminkan keyakinan analis terhadap peran revolusioner Bitcoin dalam transformasi sistem keuangan.
Kesimpulan akhir Wood terdengar seperti kompas investasi untuk tahap perkembangan makroekonomi saat ini: emas telah memainkan perannya dalam perlindungan dari krisis inflasi, sementara Bitcoin menjadi instrumen adaptasi terhadap masa depan keuangan yang semakin terdigitalisasi. Dalam kondisi risiko depresiasi dan tekanan moneter, mata uang kripto muncul sebagai instrumen yang lebih menarik bagi investor yang siap menghadapi perubahan transformatif di pasar.