Rupiah India sedang mengalami kinerja terbaik dalam tujuh tahun, membuka peluang bagi Reserve Bank of India untuk memperkuat cadangan devisa asingnya. Menurut data dari Jin10, pemulihan ini dipicu oleh kesepakatan perdagangan antara AS dan India, yang membatasi kenaikan lebih lanjut dari rupiah dalam jangka pendek.
Strategi Akuisisi Dolar dalam Fokus
Para ahli dari Barclays dan Nomura Holdings mengidentifikasi saat ini sebagai jendela penting bagi RBI untuk melaksanakan strategi pembelian dolar AS. Para analis merekomendasikan strategi short selling rupiah, percaya bahwa ada ruang untuk depresiasi. Nomura memproyeksikan bahwa kurs USD/INR akan mencapai 94 hingga Mei tahun ini, sementara Barclays menetapkan target serupa melalui instrumen offshore dengan jatuh tempo tiga bulan.
Jalur Rupiah Tetap Tidak Pasti
Namun, gambaran ini tidak sesederhana yang terlihat. Joey Chew, koordinator riset valuta asing untuk Asia di HSBC Holdings, memperingatkan tentang tantangan yang masih dihadapi rupiah. Institusi ini menunjukkan bahwa Bank Sentral India telah mengambil posisi impulsif dalam beberapa bulan terakhir, melakukan intervensi yang tidak konsisten di pasar untuk menetralkan taruhan spekulatif sepihak terhadap mata uang India.
Pendekatan pengelolaan valuta asing ini membuat lingkungan menjadi lebih kompleks dan meningkatkan volatilitas bagi para pelaku pasar yang ingin mengambil posisi terhadap rupiah. Perpaduan antara tujuan kebijakan moneter dan pengelolaan arus valuta asing menunjukkan keterbatasan yang membatasi prediksi tentang perilaku masa depan mata uang ini di pasar internasional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penguatan Rupee Menciptakan Peluang bagi RBI untuk Mengembalikan Cadangan
Rupiah India sedang mengalami kinerja terbaik dalam tujuh tahun, membuka peluang bagi Reserve Bank of India untuk memperkuat cadangan devisa asingnya. Menurut data dari Jin10, pemulihan ini dipicu oleh kesepakatan perdagangan antara AS dan India, yang membatasi kenaikan lebih lanjut dari rupiah dalam jangka pendek.
Strategi Akuisisi Dolar dalam Fokus
Para ahli dari Barclays dan Nomura Holdings mengidentifikasi saat ini sebagai jendela penting bagi RBI untuk melaksanakan strategi pembelian dolar AS. Para analis merekomendasikan strategi short selling rupiah, percaya bahwa ada ruang untuk depresiasi. Nomura memproyeksikan bahwa kurs USD/INR akan mencapai 94 hingga Mei tahun ini, sementara Barclays menetapkan target serupa melalui instrumen offshore dengan jatuh tempo tiga bulan.
Jalur Rupiah Tetap Tidak Pasti
Namun, gambaran ini tidak sesederhana yang terlihat. Joey Chew, koordinator riset valuta asing untuk Asia di HSBC Holdings, memperingatkan tentang tantangan yang masih dihadapi rupiah. Institusi ini menunjukkan bahwa Bank Sentral India telah mengambil posisi impulsif dalam beberapa bulan terakhir, melakukan intervensi yang tidak konsisten di pasar untuk menetralkan taruhan spekulatif sepihak terhadap mata uang India.
Pendekatan pengelolaan valuta asing ini membuat lingkungan menjadi lebih kompleks dan meningkatkan volatilitas bagi para pelaku pasar yang ingin mengambil posisi terhadap rupiah. Perpaduan antara tujuan kebijakan moneter dan pengelolaan arus valuta asing menunjukkan keterbatasan yang membatasi prediksi tentang perilaku masa depan mata uang ini di pasar internasional.