4 Februari, perwakilan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jiang, memberikan komentar lengkap pada konferensi pers rutin kementerian tersebut, menjawab permintaan dari wartawan asing. Alasan pengajuan pertanyaan adalah usulan beberapa menteri luar negeri AS tentang pembentukan format kemitraan baru yang bertujuan untuk mendiversifikasi sumber mineral kritis dan mengurangi ketergantungan global terhadap pasokan dari Tiongkok. Menurut agen keuangan Jin10, Lin Jiang menyampaikan posisi resmi Beijing terkait isu penting ini.
Tanggung jawab bersama dalam memastikan stabilitas rantai pasok global
Lin Jiang menegaskan bahwa posisi Tiongkok terkait peran dalam menjaga keberlanjutan dan keamanan rantai pasok mineral kritis internasional tetap tidak berubah. Diplomat Tiongkok tersebut menunjukkan bahwa stabilitas di sektor ini adalah manfaat bersama yang membutuhkan partisipasi positif dari semua pelaku ekonomi dunia, bukan pendekatan sepihak. Perwakilan Kemenlu Tiongkok menekankan bahwa penyelesaian masalah harus didasarkan pada kontribusi konstruktif dari setiap pihak, yang bertujuan memperkuat, bukan memecah belah arus perdagangan global.
Tiongkok menegaskan pentingnya mematuhi aturan perdagangan internasional
Dalam konteks nota kesepahaman antara Eropa dan Amerika Serikat, Lin Jiang secara rinci menjelaskan posisi prinsipil Tiongkok terkait arah ini. Juru bicara resmi Kemenlu Tiongkok mengonfirmasi bahwa Beijing secara konsisten menegakkan perlunya semua negara mematuhi prinsip ekonomi pasar dan norma hukum perdagangan internasional. Lin Jiang menambahkan bahwa peningkatan komunikasi antara semua pihak terkait dan penguatan dialog bilateral serta multilateral merupakan syarat utama untuk menjaga kelancaran fungsi rantai pasok mineral kritis internasional. Langkah-langkah ini, menurut diplomasi Tiongkok, berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan ekonomi global secara keseluruhan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Posisi Tiongkok tentang mineral kritis: Lin Jiang menyerukan dialog internasional dan stabilitas
4 Februari, perwakilan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jiang, memberikan komentar lengkap pada konferensi pers rutin kementerian tersebut, menjawab permintaan dari wartawan asing. Alasan pengajuan pertanyaan adalah usulan beberapa menteri luar negeri AS tentang pembentukan format kemitraan baru yang bertujuan untuk mendiversifikasi sumber mineral kritis dan mengurangi ketergantungan global terhadap pasokan dari Tiongkok. Menurut agen keuangan Jin10, Lin Jiang menyampaikan posisi resmi Beijing terkait isu penting ini.
Tanggung jawab bersama dalam memastikan stabilitas rantai pasok global
Lin Jiang menegaskan bahwa posisi Tiongkok terkait peran dalam menjaga keberlanjutan dan keamanan rantai pasok mineral kritis internasional tetap tidak berubah. Diplomat Tiongkok tersebut menunjukkan bahwa stabilitas di sektor ini adalah manfaat bersama yang membutuhkan partisipasi positif dari semua pelaku ekonomi dunia, bukan pendekatan sepihak. Perwakilan Kemenlu Tiongkok menekankan bahwa penyelesaian masalah harus didasarkan pada kontribusi konstruktif dari setiap pihak, yang bertujuan memperkuat, bukan memecah belah arus perdagangan global.
Tiongkok menegaskan pentingnya mematuhi aturan perdagangan internasional
Dalam konteks nota kesepahaman antara Eropa dan Amerika Serikat, Lin Jiang secara rinci menjelaskan posisi prinsipil Tiongkok terkait arah ini. Juru bicara resmi Kemenlu Tiongkok mengonfirmasi bahwa Beijing secara konsisten menegakkan perlunya semua negara mematuhi prinsip ekonomi pasar dan norma hukum perdagangan internasional. Lin Jiang menambahkan bahwa peningkatan komunikasi antara semua pihak terkait dan penguatan dialog bilateral serta multilateral merupakan syarat utama untuk menjaga kelancaran fungsi rantai pasok mineral kritis internasional. Langkah-langkah ini, menurut diplomasi Tiongkok, berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan ekonomi global secara keseluruhan.