Selasa lalu, departemen militer Amerika Serikat kembali menunjukkan kemampuan pertahanan mereka di wilayah Timur Tengah. Sebuah pesawat tempur siluman F-35C berhasil menembak jatuh drone Shahed-139 buatan Iran, yang terjadi di perairan Arab Laut. Menurut berbagai laporan media, tindakan ini diambil sebagai langkah pertahanan untuk menghadapi potensi ancaman dari drone terhadap kelompok kapal induk Amerika.
Ancaman Drone dan Operasi Penangkapan
Pada saat kejadian, drone Shahed-139 dari Iran mendekat dengan sikap mengancam ke kapal induk Amerika “Lincoln” (USS Abraham Lincoln). Departemen militer AS menilai bahwa pendekatan drone tersebut bersifat provokatif, sehingga memutuskan untuk melakukan tindakan pertahanan. Komandan Angkatan Udara AS kemudian mengumumkan bahwa pesawat F-35C berhasil menyelesaikan misi penangkapan, dan drone tersebut ditembak jatuh saat kontak. Dalam seluruh kejadian, tidak ada tentara AS yang terluka maupun peralatan AS yang rusak, menunjukkan bahwa tindakan pertahanan ini tepat dan efisien.
Kinerja Operasi Pesawat F-35C
Operasi penangkapan ini menyoroti keunggulan pesawat tempur siluman F-35C dalam situasi nyata. Sebagai pesawat utama Angkatan Laut AS, F-35C dilengkapi dengan sistem sensor canggih dan kemampuan respons cepat, mampu dengan cepat mendeteksi, melacak, dan mengatasi ancaman di lingkungan laut yang kompleks. Penempatan pesawat ini di wilayah Timur Tengah telah menjadi bagian penting dari kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut. Fitur siluman dan sistem kendali tembaknya menjadikannya alat yang efektif dalam menghadapi berbagai ancaman drone dari berbagai pihak.
Cerminan Pola Pertahanan Regional
Peristiwa ini mencerminkan penempatan militer Amerika yang rutin dan sikap pertahanan di wilayah Laut Arab. Sistem pertahanan terpadu dari kelompok kapal induk dan pesawat tempur yang menyertainya memastikan keberlanjutan operasi Angkatan Laut AS. Tindakan ini kembali menegaskan bahwa keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut dan perlindungan kepentingan militer Amerika tetap menjadi bagian penting dari kebijakan Timur Tengah mereka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Insiden penembakan drone Iran oleh pesawat tempur F-35C Angkatan Udara Amerika Serikat di Laut Arab
Selasa lalu, departemen militer Amerika Serikat kembali menunjukkan kemampuan pertahanan mereka di wilayah Timur Tengah. Sebuah pesawat tempur siluman F-35C berhasil menembak jatuh drone Shahed-139 buatan Iran, yang terjadi di perairan Arab Laut. Menurut berbagai laporan media, tindakan ini diambil sebagai langkah pertahanan untuk menghadapi potensi ancaman dari drone terhadap kelompok kapal induk Amerika.
Ancaman Drone dan Operasi Penangkapan
Pada saat kejadian, drone Shahed-139 dari Iran mendekat dengan sikap mengancam ke kapal induk Amerika “Lincoln” (USS Abraham Lincoln). Departemen militer AS menilai bahwa pendekatan drone tersebut bersifat provokatif, sehingga memutuskan untuk melakukan tindakan pertahanan. Komandan Angkatan Udara AS kemudian mengumumkan bahwa pesawat F-35C berhasil menyelesaikan misi penangkapan, dan drone tersebut ditembak jatuh saat kontak. Dalam seluruh kejadian, tidak ada tentara AS yang terluka maupun peralatan AS yang rusak, menunjukkan bahwa tindakan pertahanan ini tepat dan efisien.
Kinerja Operasi Pesawat F-35C
Operasi penangkapan ini menyoroti keunggulan pesawat tempur siluman F-35C dalam situasi nyata. Sebagai pesawat utama Angkatan Laut AS, F-35C dilengkapi dengan sistem sensor canggih dan kemampuan respons cepat, mampu dengan cepat mendeteksi, melacak, dan mengatasi ancaman di lingkungan laut yang kompleks. Penempatan pesawat ini di wilayah Timur Tengah telah menjadi bagian penting dari kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut. Fitur siluman dan sistem kendali tembaknya menjadikannya alat yang efektif dalam menghadapi berbagai ancaman drone dari berbagai pihak.
Cerminan Pola Pertahanan Regional
Peristiwa ini mencerminkan penempatan militer Amerika yang rutin dan sikap pertahanan di wilayah Laut Arab. Sistem pertahanan terpadu dari kelompok kapal induk dan pesawat tempur yang menyertainya memastikan keberlanjutan operasi Angkatan Laut AS. Tindakan ini kembali menegaskan bahwa keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut dan perlindungan kepentingan militer Amerika tetap menjadi bagian penting dari kebijakan Timur Tengah mereka.