Pada bulan Januari, investor internasional mengakumulasi volume yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam obligasi korporasi Amerika Serikat, mencapai laju tercepat dalam hampir tiga tahun. Menurut data yang dikumpulkan oleh JPMorgan Chase dan dilaporkan melalui Jin10, pergerakan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset kredit AS dalam konteks kondisi keuangan yang menguntungkan.
Volume Pembelian Memecahkan Rekor Bulanan
Selama bulan Januari, aliran bersih rata-rata harian dari investor asing ke obligasi korporasi mencapai 332 juta dolar, menandai tingkat tertinggi sejak Februari 2023. Meski minggu terakhir bulan menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dengan masuknya dana harian rata-rata 240 juta dolar (penurunan 59% dibandingkan minggu sebelumnya), angka kumulatif bulan ini tetap menjadi yang terkuat dalam tiga tahun terakhir.
Imbal Hasil Menarik dan Biaya Lindung Nilai Lebih Rendah Dorong Permintaan
Para analis JPMorgan, Nathaniel Rosenbaum dan Silvi Mantri, menyoroti dalam laporan mereka bahwa investor asing menemukan obligasi korporasi AS sangat menarik karena kombinasi imbal hasil yang stabil dan biaya lindung nilai yang lebih rendah. Kombinasi faktor ini telah memperkuat posisi aset-aset tersebut dalam portofolio internasional, menjadikannya pilihan yang menguntungkan dibandingkan alternatif pasar lainnya.
Kekhawatiran terhadap Kelemahan Dolar: Apakah Risiko untuk Modal Asing?
Wall Street terus memantau perkembangan dolar AS dengan cermat, menganggap bahwa pelemahan yang berkepanjangan dapat menyebabkan penarikan modal asing yang signifikan. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa alokasi investor ke obligasi korporasi tetap kokoh, yang menunjukkan bahwa hingga saat ini, kelemahan mata uang belum memicu perubahan besar dalam aliran modal. Ketahanan ini dalam aliran internasional menunjukkan bahwa investor lebih menghargai imbal hasil yang menarik daripada risiko nilai tukar jangka pendek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Aliran Investor Asing ke Obligasi Korporasi AS Capai Puncak Tiga Tahun pada Januari
Pada bulan Januari, investor internasional mengakumulasi volume yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam obligasi korporasi Amerika Serikat, mencapai laju tercepat dalam hampir tiga tahun. Menurut data yang dikumpulkan oleh JPMorgan Chase dan dilaporkan melalui Jin10, pergerakan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset kredit AS dalam konteks kondisi keuangan yang menguntungkan.
Volume Pembelian Memecahkan Rekor Bulanan
Selama bulan Januari, aliran bersih rata-rata harian dari investor asing ke obligasi korporasi mencapai 332 juta dolar, menandai tingkat tertinggi sejak Februari 2023. Meski minggu terakhir bulan menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dengan masuknya dana harian rata-rata 240 juta dolar (penurunan 59% dibandingkan minggu sebelumnya), angka kumulatif bulan ini tetap menjadi yang terkuat dalam tiga tahun terakhir.
Imbal Hasil Menarik dan Biaya Lindung Nilai Lebih Rendah Dorong Permintaan
Para analis JPMorgan, Nathaniel Rosenbaum dan Silvi Mantri, menyoroti dalam laporan mereka bahwa investor asing menemukan obligasi korporasi AS sangat menarik karena kombinasi imbal hasil yang stabil dan biaya lindung nilai yang lebih rendah. Kombinasi faktor ini telah memperkuat posisi aset-aset tersebut dalam portofolio internasional, menjadikannya pilihan yang menguntungkan dibandingkan alternatif pasar lainnya.
Kekhawatiran terhadap Kelemahan Dolar: Apakah Risiko untuk Modal Asing?
Wall Street terus memantau perkembangan dolar AS dengan cermat, menganggap bahwa pelemahan yang berkepanjangan dapat menyebabkan penarikan modal asing yang signifikan. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa alokasi investor ke obligasi korporasi tetap kokoh, yang menunjukkan bahwa hingga saat ini, kelemahan mata uang belum memicu perubahan besar dalam aliran modal. Ketahanan ini dalam aliran internasional menunjukkan bahwa investor lebih menghargai imbal hasil yang menarik daripada risiko nilai tukar jangka pendek.