Pada awal tahun 2026, investor internasional menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi di pasar obligasi korporasi AS. Menurut data dari para strateg JPMorgan Chase, ini adalah periode aktivitas investasi paling intensif dalam tiga tahun terakhir. Kekuatan utama dari proses ini adalah hasil obligasi yang stabil dan biaya perlindungan terhadap risiko mata uang yang menurun.
Dinamika arus masuk: dari puncak ke koreksi
Analisis JPMorgan yang disusun oleh Nataniel Rosenbaum dan Sylvie Mantri mengungkapkan dinamika yang menarik. Pada minggu terakhir Januari terjadi koreksi yang signifikan: arus masuk bersih harian rata-rata turun sebesar 59% menjadi 240 juta dolar. Namun, penurunan ini tidak membatalkan gambaran positif keseluruhan bulan tersebut. Volume pembelian obligasi korporasi harian rata-rata selama Januari mencapai 332 juta dolar — angka tertinggi sejak Februari 2023.
Apa yang menarik modal ke obligasi Amerika
Daya tarik aset kredit AS, menurut analis Jin10, disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, hasil obligasi yang stabil tetap kompetitif di pasar global. Secara paralel, biaya lindung nilai terhadap risiko mata uang menurun, membuat obligasi Amerika lebih terjangkau bagi manajer portofolio asing.
Risiko di horizon: dilema dolar
Analis Wall Street memantau secara ketat dinamika dolar AS. Secara teori, pelemahan mata uang nasional dapat memicu arus keluar modal asing dari aset Amerika. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum terjadi. Ketahanan investasi asing dalam obligasi korporasi AS menunjukkan bahwa hasil obligasi yang menarik masih lebih penting daripada kekhawatiran mata uang. Investor asing terus melihat aset kredit Amerika sebagai instrumen investasi yang menarik meskipun ada ketidakpastian makroekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Investor portofolio asing mempercepat pembelian obligasi Amerika Serikat di bawah pengaruh imbal hasil obligasi yang menarik
Pada awal tahun 2026, investor internasional menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi di pasar obligasi korporasi AS. Menurut data dari para strateg JPMorgan Chase, ini adalah periode aktivitas investasi paling intensif dalam tiga tahun terakhir. Kekuatan utama dari proses ini adalah hasil obligasi yang stabil dan biaya perlindungan terhadap risiko mata uang yang menurun.
Dinamika arus masuk: dari puncak ke koreksi
Analisis JPMorgan yang disusun oleh Nataniel Rosenbaum dan Sylvie Mantri mengungkapkan dinamika yang menarik. Pada minggu terakhir Januari terjadi koreksi yang signifikan: arus masuk bersih harian rata-rata turun sebesar 59% menjadi 240 juta dolar. Namun, penurunan ini tidak membatalkan gambaran positif keseluruhan bulan tersebut. Volume pembelian obligasi korporasi harian rata-rata selama Januari mencapai 332 juta dolar — angka tertinggi sejak Februari 2023.
Apa yang menarik modal ke obligasi Amerika
Daya tarik aset kredit AS, menurut analis Jin10, disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, hasil obligasi yang stabil tetap kompetitif di pasar global. Secara paralel, biaya lindung nilai terhadap risiko mata uang menurun, membuat obligasi Amerika lebih terjangkau bagi manajer portofolio asing.
Risiko di horizon: dilema dolar
Analis Wall Street memantau secara ketat dinamika dolar AS. Secara teori, pelemahan mata uang nasional dapat memicu arus keluar modal asing dari aset Amerika. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum terjadi. Ketahanan investasi asing dalam obligasi korporasi AS menunjukkan bahwa hasil obligasi yang menarik masih lebih penting daripada kekhawatiran mata uang. Investor asing terus melihat aset kredit Amerika sebagai instrumen investasi yang menarik meskipun ada ketidakpastian makroekonomi.