Cerita-cerita ini hanya orang dalam dunia trading yang benar-benar memahami. Melihat gambar ini, bisa dilihat bahwa trading berdasarkan feeling dan spiritual juga tidak kalah hebatnya. Saya juga pernah mengalami masa di mana setiap hari hanya khawatir apakah bisa profit atau tidak, kadang lupa makan dan tidur untuk mengikuti pasar.
Masa Keemasan dan Bitcoin - Ketika Volume terus meningkat
Sekitar 6-7 tahun yang lalu, saya mulai trading Emas dengan harga sekitar 1600-1800 USD, saat itu BTC masih di bawah 10.000 USD. Saat itu, trading Emas dan mata uang adalah fokus utama. Baru pada tahun 2020, saya beralih ke trading lebih banyak koin.
Pada hari-hari awal scalping, saya pernah melakukan ratusan hingga ribuan order setiap hari, dengan volume rata-rata sekitar 2-300 lot. Sangat banyak, hampir setiap kali saya menutup satu posisi, langsung membuka posisi lain. Pada masa itu, saya pernah mengalami kerugian besar hingga puluhan kali. Namun karena saya selalu membagi kecil akun dan terus deposit-withdraw, di luar terlihat saya berada di posisi atas dalam daftar Trader regional, bahkan memenangkan banyak penghargaan.
Terjebak dalam Ilusi Kekuatan - Saat akun terus-menerus hangus
Prestasi ini membuat saya terjebak dalam kondisi “Ilusi Kekuatan” (ATSM). Setiap hari trading, setiap malam begadang, memaksakan posisi tanpa henti, menumpuk order seperti jaring laba-laba. Doa memohon keberuntungan dari dewa kekayaan lebih sering daripada minum air. Setiap malam tidur, saya terbangun dari mimpi buruk tentang trading, setiap membuka posisi hanya berharap keberuntungan akan tersenyum pada saya.
Fase ini berlangsung selama satu tahun, bahkan beberapa tahun. Hingga suatu hari, saat saya hitung ulang akun, tidak tersisa satu rupiah pun. Semua yang saya miliki habis, tidak ada uang lagi untuk deposit. Saat itu, saya benar-benar sadar.
Dari banyaknya order hingga memahami Aliran Uang
Saya bisa bilang dulu saya adalah orang yang “tergila-gila” dengan trading, punya prestasi di atas kertas. Tapi jika dihitung-hitung, sebenarnya tidak ada apa-apa, hanya kebanggaan semu dan keuntungan sementara. Uang semakin menipis dan habis.
Saat itulah saya mulai memahami pentingnya “Investasi”, “Akumulasi”, dan yang terpenting “Aliran Uang”. Trading dalam jumlah besar tidak pernah sebanding dengan trading yang cerdas. Kualitas keputusan trading selalu lebih penting daripada jumlah order yang dibuka. Itu pelajaran yang saya dapat dari masa-masa tersebut, dan itu benar-benar mengubah cara pandang saya terhadap pasar dan pengelolaan keuangan pribadi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Banyak bertransaksi tetapi tidak mendapatkan keuntungan - Pelajaran dari perjalanan seorang Trader
Cerita-cerita ini hanya orang dalam dunia trading yang benar-benar memahami. Melihat gambar ini, bisa dilihat bahwa trading berdasarkan feeling dan spiritual juga tidak kalah hebatnya. Saya juga pernah mengalami masa di mana setiap hari hanya khawatir apakah bisa profit atau tidak, kadang lupa makan dan tidur untuk mengikuti pasar.
Masa Keemasan dan Bitcoin - Ketika Volume terus meningkat
Sekitar 6-7 tahun yang lalu, saya mulai trading Emas dengan harga sekitar 1600-1800 USD, saat itu BTC masih di bawah 10.000 USD. Saat itu, trading Emas dan mata uang adalah fokus utama. Baru pada tahun 2020, saya beralih ke trading lebih banyak koin.
Pada hari-hari awal scalping, saya pernah melakukan ratusan hingga ribuan order setiap hari, dengan volume rata-rata sekitar 2-300 lot. Sangat banyak, hampir setiap kali saya menutup satu posisi, langsung membuka posisi lain. Pada masa itu, saya pernah mengalami kerugian besar hingga puluhan kali. Namun karena saya selalu membagi kecil akun dan terus deposit-withdraw, di luar terlihat saya berada di posisi atas dalam daftar Trader regional, bahkan memenangkan banyak penghargaan.
Terjebak dalam Ilusi Kekuatan - Saat akun terus-menerus hangus
Prestasi ini membuat saya terjebak dalam kondisi “Ilusi Kekuatan” (ATSM). Setiap hari trading, setiap malam begadang, memaksakan posisi tanpa henti, menumpuk order seperti jaring laba-laba. Doa memohon keberuntungan dari dewa kekayaan lebih sering daripada minum air. Setiap malam tidur, saya terbangun dari mimpi buruk tentang trading, setiap membuka posisi hanya berharap keberuntungan akan tersenyum pada saya.
Fase ini berlangsung selama satu tahun, bahkan beberapa tahun. Hingga suatu hari, saat saya hitung ulang akun, tidak tersisa satu rupiah pun. Semua yang saya miliki habis, tidak ada uang lagi untuk deposit. Saat itu, saya benar-benar sadar.
Dari banyaknya order hingga memahami Aliran Uang
Saya bisa bilang dulu saya adalah orang yang “tergila-gila” dengan trading, punya prestasi di atas kertas. Tapi jika dihitung-hitung, sebenarnya tidak ada apa-apa, hanya kebanggaan semu dan keuntungan sementara. Uang semakin menipis dan habis.
Saat itulah saya mulai memahami pentingnya “Investasi”, “Akumulasi”, dan yang terpenting “Aliran Uang”. Trading dalam jumlah besar tidak pernah sebanding dengan trading yang cerdas. Kualitas keputusan trading selalu lebih penting daripada jumlah order yang dibuka. Itu pelajaran yang saya dapat dari masa-masa tersebut, dan itu benar-benar mengubah cara pandang saya terhadap pasar dan pengelolaan keuangan pribadi.