Selama akhir pekan tanggal 29 dan 30 Januari 2025, wilayah Amerika Serikat mengalami aktivitas gempa yang intens tersebar di berbagai wilayah. Guncangan ini didokumentasikan oleh USGS (Layanan Geologi Amerika Serikat), lembaga yang bertanggung jawab atas pemantauan gempa secara permanen di negara tersebut. Secara total, sekitar 27 gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 2,5 tercatat di wilayah Amerika Utara dan Karibia, di mana sembilan di antaranya terjadi di dalam wilayah Amerika Serikat atau wilayah kekuasaannya. Data yang tercatat menunjukkan bahwa gempa dengan intensitas tertinggi mencapai magnitudo 4,2, yang berlokasi di dekat Black Eagle di Montana.
Catatan gempa di wilayah Amerika Serikat: data resmi dari USGS
Platform pemantauan USGS menyediakan akses ke peta interaktif yang disebut “Latest Earthquakes” (Gempa Terkini), di mana data resmi tentang pergerakan tanah yang terjadi di negara bagian konstituen serta di wilayah Alaska, Hawaii, dan Puerto Rico dipublikasikan. Dalam periode 24 jam yang dievaluasi, lembaga ini melaporkan kejadian gempa yang tersebar secara strategis di seluruh wilayah nasional.
Di Alaska, tercatat gempa berkekuatan 3,7 yang berlokasi 74 kilometer di utara Yakutat, serta satu lagi berkekuatan 3,5 yang terletak 61 kilometer di timur Sand Point. Di wilayah Montana, tercatat gempa paling kuat selama periode tersebut, yaitu gempa berkekuatan 4,2 di dekat Black Eagle, serta satu lagi berkekuatan 2,7 yang terdeteksi 5 kilometer di barat laut Pangkalan Udara Malmstrom.
Colorado mengalami sepasang gempa dengan kekuatan serupa: satu berkekuatan 2,8 yang berlokasi 29 kilometer di selatan Weston dan satu lagi berkekuatan 2,5 di 32 kilometer di barat daya Segundo. Di Texas, tercatat dua gempa dengan magnitudo lebih kecil, satu berkekuatan 2,7 di 12 kilometer di barat Stanton dan satu lagi berkekuatan 2,6 di 10 kilometer di tenggara Pearsall. New Mexico melaporkan gempa berkekuatan 3,9 di 32 kilometer di utara Cimarron, sementara Oregon mendokumentasikan satu pergerakan berkekuatan 3,5 di 259 kilometer di barat daya Pistol River.
Distribusi geografis gempa: analisis pusat gempa berdasarkan wilayah
Aktivitas gempa yang tercatat menunjukkan keberadaan banyak pusat gempa yang tersebar secara strategis di seluruh wilayah nasional. Alaska menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, dengan catatan seperti satu gempa berkekuatan 3,0 di 40 kilometer di timur Pedro Bay, satu lagi berkekuatan 3,1 di 194 kilometer di tenggara Akutan, satu gempa berkekuatan 3,5 di 94 kilometer di utara Yakutat, dan terakhir satu berkekuatan 3,8 di 288 kilometer di barat daya Adak.
Wilayah pulau-pulau juga mencatat aktivitas gempa yang signifikan. Puerto Rico melaporkan gempa berkekuatan 3,1 yang berlokasi 5 kilometer di timur-selatan Maricao dan satu lagi berkekuatan 3,3 di 133 kilometer di timur laut Vieques. Data ini menegaskan pentingnya pemantauan terus-menerus di semua wilayah wilayah Amerika Serikat, termasuk negara bagian di daratan dan wilayah kekuasaan di Atlantik dan Pasifik.
Sesar San Andreas dan fenomena Big One: konteks gempa di California
California memiliki salah satu formasi geologi paling aktif di dunia: Sesar San Andreas. Formasi tektonik ini membentang sekitar 1.300 kilometer melintasi negara bagian dan menandai batas antara lempeng tektonik Pasifik dan lempeng tektonik Amerika Utara. Aktivitas gempa di sekitar fitur geologi ini bersifat konstan dan diawasi secara ilmiah secara permanen.
Para peneliti memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa besar dengan magnitudo lebih dari 8, yang dikenal dalam komunitas ilmiah sebagai “Big One”. Peristiwa ini berpotensi menyebabkan kerusakan parah di wilayah yang luas, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk seperti Los Angeles dan San Francisco. Gempa besar terakhir yang melanda California adalah gempa San Francisco tahun 1906 dengan magnitudo 7,8 dan gempa Fort Tejon yang terjadi tahun 1857 dengan magnitudo 7,9, menurut catatan sejarah USGS.
Mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa besar lagi di wilayah ini, otoritas rutin melakukan latihan simulasi, meninjau ulang protokol keselamatan, dan menjalankan program kesadaran masyarakat yang bertujuan mempersiapkan warga tentang tindakan yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah gempa berkekuatan besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gempa bumi di Amerika Serikat: pusat gempa yang tercatat selama akhir pekan Januari
Selama akhir pekan tanggal 29 dan 30 Januari 2025, wilayah Amerika Serikat mengalami aktivitas gempa yang intens tersebar di berbagai wilayah. Guncangan ini didokumentasikan oleh USGS (Layanan Geologi Amerika Serikat), lembaga yang bertanggung jawab atas pemantauan gempa secara permanen di negara tersebut. Secara total, sekitar 27 gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 2,5 tercatat di wilayah Amerika Utara dan Karibia, di mana sembilan di antaranya terjadi di dalam wilayah Amerika Serikat atau wilayah kekuasaannya. Data yang tercatat menunjukkan bahwa gempa dengan intensitas tertinggi mencapai magnitudo 4,2, yang berlokasi di dekat Black Eagle di Montana.
Catatan gempa di wilayah Amerika Serikat: data resmi dari USGS
Platform pemantauan USGS menyediakan akses ke peta interaktif yang disebut “Latest Earthquakes” (Gempa Terkini), di mana data resmi tentang pergerakan tanah yang terjadi di negara bagian konstituen serta di wilayah Alaska, Hawaii, dan Puerto Rico dipublikasikan. Dalam periode 24 jam yang dievaluasi, lembaga ini melaporkan kejadian gempa yang tersebar secara strategis di seluruh wilayah nasional.
Di Alaska, tercatat gempa berkekuatan 3,7 yang berlokasi 74 kilometer di utara Yakutat, serta satu lagi berkekuatan 3,5 yang terletak 61 kilometer di timur Sand Point. Di wilayah Montana, tercatat gempa paling kuat selama periode tersebut, yaitu gempa berkekuatan 4,2 di dekat Black Eagle, serta satu lagi berkekuatan 2,7 yang terdeteksi 5 kilometer di barat laut Pangkalan Udara Malmstrom.
Colorado mengalami sepasang gempa dengan kekuatan serupa: satu berkekuatan 2,8 yang berlokasi 29 kilometer di selatan Weston dan satu lagi berkekuatan 2,5 di 32 kilometer di barat daya Segundo. Di Texas, tercatat dua gempa dengan magnitudo lebih kecil, satu berkekuatan 2,7 di 12 kilometer di barat Stanton dan satu lagi berkekuatan 2,6 di 10 kilometer di tenggara Pearsall. New Mexico melaporkan gempa berkekuatan 3,9 di 32 kilometer di utara Cimarron, sementara Oregon mendokumentasikan satu pergerakan berkekuatan 3,5 di 259 kilometer di barat daya Pistol River.
Distribusi geografis gempa: analisis pusat gempa berdasarkan wilayah
Aktivitas gempa yang tercatat menunjukkan keberadaan banyak pusat gempa yang tersebar secara strategis di seluruh wilayah nasional. Alaska menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, dengan catatan seperti satu gempa berkekuatan 3,0 di 40 kilometer di timur Pedro Bay, satu lagi berkekuatan 3,1 di 194 kilometer di tenggara Akutan, satu gempa berkekuatan 3,5 di 94 kilometer di utara Yakutat, dan terakhir satu berkekuatan 3,8 di 288 kilometer di barat daya Adak.
Wilayah pulau-pulau juga mencatat aktivitas gempa yang signifikan. Puerto Rico melaporkan gempa berkekuatan 3,1 yang berlokasi 5 kilometer di timur-selatan Maricao dan satu lagi berkekuatan 3,3 di 133 kilometer di timur laut Vieques. Data ini menegaskan pentingnya pemantauan terus-menerus di semua wilayah wilayah Amerika Serikat, termasuk negara bagian di daratan dan wilayah kekuasaan di Atlantik dan Pasifik.
Sesar San Andreas dan fenomena Big One: konteks gempa di California
California memiliki salah satu formasi geologi paling aktif di dunia: Sesar San Andreas. Formasi tektonik ini membentang sekitar 1.300 kilometer melintasi negara bagian dan menandai batas antara lempeng tektonik Pasifik dan lempeng tektonik Amerika Utara. Aktivitas gempa di sekitar fitur geologi ini bersifat konstan dan diawasi secara ilmiah secara permanen.
Para peneliti memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa besar dengan magnitudo lebih dari 8, yang dikenal dalam komunitas ilmiah sebagai “Big One”. Peristiwa ini berpotensi menyebabkan kerusakan parah di wilayah yang luas, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk seperti Los Angeles dan San Francisco. Gempa besar terakhir yang melanda California adalah gempa San Francisco tahun 1906 dengan magnitudo 7,8 dan gempa Fort Tejon yang terjadi tahun 1857 dengan magnitudo 7,9, menurut catatan sejarah USGS.
Mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa besar lagi di wilayah ini, otoritas rutin melakukan latihan simulasi, meninjau ulang protokol keselamatan, dan menjalankan program kesadaran masyarakat yang bertujuan mempersiapkan warga tentang tindakan yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah gempa berkekuatan besar.