Pasar kripto mengalami penjualan besar-besaran dalam beberapa jam terakhir. Kapitalisasi pasar total turun sebanyak enam persen, sementara Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mencatat kerugian dua digit. Namun, dampaknya tidak terbatas pada aset digital itu sendiri – saham-saham kripto besar yang memegang sejumlah besar Bitcoin dan Ethereum juga terdampak oleh penurunan ini. Terutama perusahaan treasury terkemuka seperti MicroStrategy dan BitMine menunjukkan betapa rentannya saham kripto terhadap volatilitas pasar.
Saham MicroStrategy anjlok: Pembelian Bitcoin strategis tidak membuahkan hasil
MicroStrategy telah menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan paling menonjol dengan cadangan Bitcoin yang besar. Namun, pada hari Kamis perusahaan harus menanggung kerugian besar. Harga sahamnya turun sebesar 9,63 persen menjadi 143,19 USD dan menandai level terendah sejak September 2024. Dalam perdagangan setelah jam pasar, situasi semakin memburuk dengan kerugian tambahan sebesar 0,13 persen.
Perkembangan harga MicroStrategy mencerminkan konflik yang lebih dalam: sementara Bitcoin dalam 24 jam terakhir turun sekitar 6,7 persen dan mencapai level terendah dua bulan di Asia, perusahaan tetap melanjutkan pembelian Bitcoin secara agresif. Pada 26 Januari, MicroStrategy mengumumkan pembelian terbaru – Bitcoin senilai 264,1 juta USD dengan harga rata-rata 90.061 USD per koin. Ini sudah menjadi pembelian besar keempat di bulan Januari. Secara total, perusahaan kini memegang 712.647 Bitcoin, yang diperkirakan bernilai sekitar 59,1 miliar USD.
Kritikus seperti ahli ekonomi Peter Schiff memperingatkan tentang risiko strategi ini. Schiff menunjukkan bahwa saham MicroStrategy hampir 70 persen di bawah puncaknya. Ketergantungan yang semakin besar dari saham kripto terhadap pergerakan harga Bitcoin terlihat jelas dari dinamika ini: semakin besar tekanan pasar, semakin keras perusahaan terdampak, terutama yang model bisnisnya bergantung pada cadangan kripto yang besar.
BitMine berjuang dengan eksposur Ethereum dan kerugian
Seperti MicroStrategy, BitMine (BMNR) juga mengalami penurunan signifikan. Sahamnya turun sebesar 9,89 persen menjadi 26,70 USD, level terendah sejak November 2025. Situasi ini sangat kritis bagi BitMine: minggu ini perusahaan melakukan pembelian Ethereum terbesar tahun ini, membeli 40.000 ETH, sementara Ethereum sendiri kehilangan nilai sebesar 7,6 persen.
Perusahaan saat ini mengelola sekitar 4,24 juta Ethereum dengan nilai total sekitar 11,68 miliar USD – sekitar 3,5 persen dari total pasokan Ethereum. Lebih dari separuh token ini di-stake. Namun, data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: BitMine menunjukkan kerugian tidak terealisasi sekitar 3,8 miliar USD. Angka-angka ini menegaskan dilema saham kripto modern – meskipun memiliki cadangan besar, mereka tetap rentan terhadap penurunan pasar.
Dampak industri secara luas: Lebih dari sekadar kerugian kecil
Penjualan besar-besaran di MicroStrategy dan BitMine bukanlah kasus tunggal. Perusahaan lain seperti Metaplanet, Strive, dan Sharplink juga melaporkan kerugian signifikan, meskipun dalam skala yang lebih kecil. Kesamaan utamanya jelas: saham kripto berada di bawah tekanan karena aset dasar mereka mengalami penurunan.
Masalah utama terletak pada ketidakseimbangan antara strategi pembelian dan mekanisme pasar. Sementara perusahaan terus berinvestasi dalam Bitcoin dan Ethereum untuk memperkuat posisi treasury mereka, volatilitas pasar kripto menyebabkan kerugian langsung di bursa. Penilaian saham kripto ini semakin bergantung pada harga Bitcoin dan Ethereum, bukan lagi pada fundamental perusahaan itu sendiri.
Selama pasar kripto tetap di bawah tekanan, saham kripto akan terus mengalami dampak dari pergerakan harga cadangan digital mereka. Strategi menggunakan cadangan kripto besar sebagai bagian dari strategi perusahaan tetap menjadi pedang bermata dua.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saham kripto di bawah tekanan: Penjualan pasar menarik perusahaan ke dalam jurang
Pasar kripto mengalami penjualan besar-besaran dalam beberapa jam terakhir. Kapitalisasi pasar total turun sebanyak enam persen, sementara Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mencatat kerugian dua digit. Namun, dampaknya tidak terbatas pada aset digital itu sendiri – saham-saham kripto besar yang memegang sejumlah besar Bitcoin dan Ethereum juga terdampak oleh penurunan ini. Terutama perusahaan treasury terkemuka seperti MicroStrategy dan BitMine menunjukkan betapa rentannya saham kripto terhadap volatilitas pasar.
Saham MicroStrategy anjlok: Pembelian Bitcoin strategis tidak membuahkan hasil
MicroStrategy telah menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan paling menonjol dengan cadangan Bitcoin yang besar. Namun, pada hari Kamis perusahaan harus menanggung kerugian besar. Harga sahamnya turun sebesar 9,63 persen menjadi 143,19 USD dan menandai level terendah sejak September 2024. Dalam perdagangan setelah jam pasar, situasi semakin memburuk dengan kerugian tambahan sebesar 0,13 persen.
Perkembangan harga MicroStrategy mencerminkan konflik yang lebih dalam: sementara Bitcoin dalam 24 jam terakhir turun sekitar 6,7 persen dan mencapai level terendah dua bulan di Asia, perusahaan tetap melanjutkan pembelian Bitcoin secara agresif. Pada 26 Januari, MicroStrategy mengumumkan pembelian terbaru – Bitcoin senilai 264,1 juta USD dengan harga rata-rata 90.061 USD per koin. Ini sudah menjadi pembelian besar keempat di bulan Januari. Secara total, perusahaan kini memegang 712.647 Bitcoin, yang diperkirakan bernilai sekitar 59,1 miliar USD.
Kritikus seperti ahli ekonomi Peter Schiff memperingatkan tentang risiko strategi ini. Schiff menunjukkan bahwa saham MicroStrategy hampir 70 persen di bawah puncaknya. Ketergantungan yang semakin besar dari saham kripto terhadap pergerakan harga Bitcoin terlihat jelas dari dinamika ini: semakin besar tekanan pasar, semakin keras perusahaan terdampak, terutama yang model bisnisnya bergantung pada cadangan kripto yang besar.
BitMine berjuang dengan eksposur Ethereum dan kerugian
Seperti MicroStrategy, BitMine (BMNR) juga mengalami penurunan signifikan. Sahamnya turun sebesar 9,89 persen menjadi 26,70 USD, level terendah sejak November 2025. Situasi ini sangat kritis bagi BitMine: minggu ini perusahaan melakukan pembelian Ethereum terbesar tahun ini, membeli 40.000 ETH, sementara Ethereum sendiri kehilangan nilai sebesar 7,6 persen.
Perusahaan saat ini mengelola sekitar 4,24 juta Ethereum dengan nilai total sekitar 11,68 miliar USD – sekitar 3,5 persen dari total pasokan Ethereum. Lebih dari separuh token ini di-stake. Namun, data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: BitMine menunjukkan kerugian tidak terealisasi sekitar 3,8 miliar USD. Angka-angka ini menegaskan dilema saham kripto modern – meskipun memiliki cadangan besar, mereka tetap rentan terhadap penurunan pasar.
Dampak industri secara luas: Lebih dari sekadar kerugian kecil
Penjualan besar-besaran di MicroStrategy dan BitMine bukanlah kasus tunggal. Perusahaan lain seperti Metaplanet, Strive, dan Sharplink juga melaporkan kerugian signifikan, meskipun dalam skala yang lebih kecil. Kesamaan utamanya jelas: saham kripto berada di bawah tekanan karena aset dasar mereka mengalami penurunan.
Masalah utama terletak pada ketidakseimbangan antara strategi pembelian dan mekanisme pasar. Sementara perusahaan terus berinvestasi dalam Bitcoin dan Ethereum untuk memperkuat posisi treasury mereka, volatilitas pasar kripto menyebabkan kerugian langsung di bursa. Penilaian saham kripto ini semakin bergantung pada harga Bitcoin dan Ethereum, bukan lagi pada fundamental perusahaan itu sendiri.
Selama pasar kripto tetap di bawah tekanan, saham kripto akan terus mengalami dampak dari pergerakan harga cadangan digital mereka. Strategi menggunakan cadangan kripto besar sebagai bagian dari strategi perusahaan tetap menjadi pedang bermata dua.