Dengan pemilihan nasional Jepang yang semakin dekat, para pelaku utama pasar valuta asing meningkatkan posisi mereka ke arah atas terhadap mata uang yen, berharap adanya tekanan pelemahan tambahan. Situasi ini mencerminkan strategi yang semakin terkoordinasi di antara berbagai dana lindung nilai yang melihat volatilitas pemilu sebagai peluang untuk memperbesar keuntungan dari operasi carry trade.
Sinyal Jelas di Pasar Derivatif
Data pasar secara sempurna menangkap perubahan sentimen ini. Menurut laporan Jin10, Perusahaan Deposito dan Likuidasi melaporkan volume perdagangan opsi beli terhadap pasangan dolar-yen dengan nilai $100 juta atau lebih selama awal minggu ini, jauh melampaui aliran opsi jual yang setara. Ketidakseimbangan ini mengungkapkan kepercayaan para pelaku pasar terhadap kelanjutan tren penurunan yen.
Premi perlindungan terhadap penurunan dolar-yen dalam jangka waktu satu bulan telah anjlok ke level yang tidak terlihat dalam sepuluh hari terakhir, indikator tambahan bahwa para investor lebih memprioritaskan perlindungan posisi bullish daripada pengamanan risiko turun. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar telah sebagian mempriskir volatilitas yang diharapkan dari keputusan pemilu.
Strategi Carry Trade Kembali Menjadi Fokus Utama
Setelah periode koreksi di pasar komoditas yang menenangkan spekulasi liar, dana lindung nilai mengalihkan sumber daya mereka ke operasi arbitrase dan, khususnya, ke carry trade klasik. Antony Foster, kepala operasi valuta asing tunai untuk pasar G-10 di kantor Nomura International di London, merangkum situasi ini: “Setelah mencapai stabilisasi tertentu setelah volatilitas ekstrem di emas dan perak, pasar tampaknya kembali ke posisi trading yang menguntungkan. Mengingat pemilihan Jepang yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, ada ekspektasi umum bahwa dolar-yen akan menembus level tertinggi tambahan, terutama jika hasilnya mendukung sektor atau kebijakan yang memperkuat kelemahan yen.”
Carry trade, yang melibatkan meminjam yen dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan dalam aset berimbal hasil lebih tinggi dalam mata uang lain, telah menjadi kendaraan utama bagi dana ini. Konteks pemilihan di Jepang menambah lapisan ketidakpastian yang kemungkinan besar akan membuat para pelaku pasar tetap waspada terhadap sinyal perubahan kebijakan moneter atau fiskal negara.
Dukungan kembali terhadap mata uang yen yang bersifat bearish mencerminkan bagaimana peristiwa pemilu dapat dengan cepat mengubah dinamika trading secara global, dengan data derivatif mengonfirmasi bahwa tren ini baru berada di tahap awal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pemilihan Jepang Menghidupkan Kembali Taruhan Bullish pada Dolar-Yen di Kalangan Operator Lindung Nilai
Dengan pemilihan nasional Jepang yang semakin dekat, para pelaku utama pasar valuta asing meningkatkan posisi mereka ke arah atas terhadap mata uang yen, berharap adanya tekanan pelemahan tambahan. Situasi ini mencerminkan strategi yang semakin terkoordinasi di antara berbagai dana lindung nilai yang melihat volatilitas pemilu sebagai peluang untuk memperbesar keuntungan dari operasi carry trade.
Sinyal Jelas di Pasar Derivatif
Data pasar secara sempurna menangkap perubahan sentimen ini. Menurut laporan Jin10, Perusahaan Deposito dan Likuidasi melaporkan volume perdagangan opsi beli terhadap pasangan dolar-yen dengan nilai $100 juta atau lebih selama awal minggu ini, jauh melampaui aliran opsi jual yang setara. Ketidakseimbangan ini mengungkapkan kepercayaan para pelaku pasar terhadap kelanjutan tren penurunan yen.
Premi perlindungan terhadap penurunan dolar-yen dalam jangka waktu satu bulan telah anjlok ke level yang tidak terlihat dalam sepuluh hari terakhir, indikator tambahan bahwa para investor lebih memprioritaskan perlindungan posisi bullish daripada pengamanan risiko turun. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar telah sebagian mempriskir volatilitas yang diharapkan dari keputusan pemilu.
Strategi Carry Trade Kembali Menjadi Fokus Utama
Setelah periode koreksi di pasar komoditas yang menenangkan spekulasi liar, dana lindung nilai mengalihkan sumber daya mereka ke operasi arbitrase dan, khususnya, ke carry trade klasik. Antony Foster, kepala operasi valuta asing tunai untuk pasar G-10 di kantor Nomura International di London, merangkum situasi ini: “Setelah mencapai stabilisasi tertentu setelah volatilitas ekstrem di emas dan perak, pasar tampaknya kembali ke posisi trading yang menguntungkan. Mengingat pemilihan Jepang yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, ada ekspektasi umum bahwa dolar-yen akan menembus level tertinggi tambahan, terutama jika hasilnya mendukung sektor atau kebijakan yang memperkuat kelemahan yen.”
Carry trade, yang melibatkan meminjam yen dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan dalam aset berimbal hasil lebih tinggi dalam mata uang lain, telah menjadi kendaraan utama bagi dana ini. Konteks pemilihan di Jepang menambah lapisan ketidakpastian yang kemungkinan besar akan membuat para pelaku pasar tetap waspada terhadap sinyal perubahan kebijakan moneter atau fiskal negara.
Dukungan kembali terhadap mata uang yen yang bersifat bearish mencerminkan bagaimana peristiwa pemilu dapat dengan cepat mengubah dinamika trading secara global, dengan data derivatif mengonfirmasi bahwa tren ini baru berada di tahap awal.