
LiveArt (ART), sebagai protokol RWAfi berbasis AI yang membuka akses ke pasar seni, jam tangan, mobil, wine, dan koleksi bernilai investasi, telah diimplementasikan di 17 blockchain sejak peluncurannya pada 2025. Per Februari 2026, ART memiliki kapitalisasi pasar sekitar $166.205 dengan suplai beredar sekitar 356 juta token, serta harga di kisaran $0,0004668. Aset ini diakui sebagai jembatan antara kekayaan budaya dan likuiditas DeFi, serta semakin vital dalam proses tokenisasi aset dunia nyata dan transformasinya menjadi produk keuangan berimbal hasil yang mudah diakses.
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh perjalanan harga ART dari 2026 hingga 2031, menggabungkan pola historis, dinamika penawaran dan permintaan pasar, pengembangan ekosistem, serta kondisi makroekonomi guna memberikan proyeksi harga profesional dan strategi investasi yang aplikatif bagi investor.
Pada 9 Februari 2026, ART diperdagangkan di $0,0004668, turun 2,15% dalam 24 jam terakhir. Token menunjukkan volatilitas jangka pendek dengan kenaikan 0,24% dalam 1 jam, sementara tren penurunan lebih luas terlihat pada periode 7 hari (-6,37%) dan 30 hari (-11,63%).
Volume perdagangan 24 jam tercatat $45.358,38, dengan fluktuasi harga antara $0,0004663 (terendah) dan $0,0004793 (tertinggi). Suplai beredar berada pada 356.052.795,66 ART, merepresentasikan 31,83% dari total suplai maksimum 1 miliar token. Kapitalisasi pasar saat ini $166.205,45, sedangkan valuasi terdilusi penuh berada di $466.800.
LiveArt beroperasi sebagai protokol RWAfi berbasis AI yang menargetkan pasar seni, jam tangan, mobil, wine, dan koleksi dengan nilai investasi. Platform ini telah terhubung dengan lebih dari 13 juta dompet dan terimplementasi di 17 jaringan blockchain. Dengan pipeline aset lebih dari $200 juta, protokol ini bertujuan mengubah aset fisik blue-chip menjadi instrumen keuangan likuid dan terprogram yang dapat diakses secara on-chain.
Jumlah pemegang token mencapai 36.793 alamat, menunjukkan distribusi kepemilikan yang tersebar. Indikator sentimen pasar menunjukkan situasi hati-hati, dengan indeks fear and greed pasar kripto berada di angka 14, termasuk kategori ketakutan ekstrem. ART memiliki dominasi pasar 0,000018% dan tergolong sebagai token baru yang telah terdaftar di 5 bursa.
Klik untuk melihat harga pasar ART saat ini

Indeks Fear & Greed 09-02-2026: 14 (Ketakutan Ekstrem)
Klik untuk melihat Indeks Fear & Greed terkini
Pasar ART kini sedang berada pada fase ketakutan ekstrem dengan skor indeks Fear & Greed hanya 14. Ini menandakan pesimisme pasar yang mendalam dan kecemasan investor tinggi. Pada tingkat ketakutan ekstrem seperti ini, kerap muncul peluang kontrarian bagi investor jangka panjang yang siap menghadapi volatilitas. Peserta pasar perlu tetap waspada, karena secara historis fase ketakutan ekstrem sering kali mendahului pemulihan pasar. Diversifikasi dan manajemen risiko sangat penting selama periode tekanan pasar yang tajam.

Grafik distribusi kepemilikan mencerminkan konsentrasi kepemilikan token pada berbagai alamat dompet, menjadi metrik utama untuk menilai tingkat desentralisasi dan potensi risiko manipulasi pasar pada proyek mata uang kripto. Dengan menganalisis porsi token yang dimiliki oleh alamat teratas dibandingkan pasar secara luas, investor dapat menilai kesehatan struktur distribusi token serta menemukan potensi risiko sentralisasi yang dapat mempengaruhi stabilitas harga.
Berdasarkan data terkini, ART memperlihatkan pola kepemilikan yang cukup terkonsentrasi. Lima alamat teratas menguasai sekitar 65,95% total suplai token, dengan alamat terbesar memegang 23,22% (223,33 juta token). Pemegang terbesar kedua dan ketiga masing-masing menguasai 15,59% dan 11,91%, sedangkan peringkat keempat dan kelima memegang 9,60% dan 5,63%. Sisa 34,05% tersebar di alamat lainnya, menandakan distribusi yang masih terbatas di luar pemegang utama.
Tingkat konsentrasi ini menawarkan keunggulan struktural sekaligus potensi risiko bagi dinamika pasar ART. Di satu sisi, pemegang utama dapat menunjukkan dukungan institusional atau cadangan strategis yang mampu menopang harga di saat pasar terkoreksi. Namun, konsentrasi tinggi juga menimbulkan risiko volatilitas mendadak jika pemegang utama melakukan likuidasi. Fakta bahwa lebih dari dua pertiga suplai dikuasai lima alamat memungkinkan aksi terkoordinasi yang berdampak signifikan pada sentimen pasar dan pergerakan harga. Bagi investor yang berminat pada ART, memantau perubahan pola distribusi ini sangatlah penting, karena setiap pergeseran besar posisi pemegang utama dapat menjadi indikator perkembangan pasar atau potensi tekanan jual ke depan.
Klik untuk melihat Distribusi Kepemilikan ART terbaru

| Top | Alamat | Jumlah Kepemilikan | Kepemilikan (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | 0xbe58...6e389e | 223330,00K | 23,22% |
| 2 | 0x61bf...789694 | 150000,00K | 15,59% |
| 3 | 0x4e3a...a31b60 | 114599,26K | 11,91% |
| 4 | 0x18b0...281e9f | 92343,42K | 9,60% |
| 5 | 0x19f7...6b7ea1 | 54191,21K | 5,63% |
| - | Lainnya | 327199,72K | 34,05% |
Mekanisme Staking dan Lock-up: Seiring ekosistem berkembang dan semakin banyak aset ditokenisasi serta diperdagangkan di pasar sekunder, penerapan mekanisme staking dan lock-up diperkirakan akan meningkatkan permintaan ART sekaligus memperkecil suplai yang tersedia.
Pola Historis: Di pasar seni tradisional, kelangkaan suplai secara konsisten mendorong kenaikan harga. Ketika karya maestro menjadi langka, harga lelang biasanya melonjak. Pengurangan suplai karya klasik telah terbukti mendongkrak nilai di pasar sekunder.
Ekspektasi Dampak Saat Ini: Dengan berkembangnya platform dan semakin banyak aset seni digital yang ditokenisasi, meningkatnya adopsi lock-up diperkirakan akan mengurangi suplai beredar dan dapat memberikan tekanan kenaikan pada valuasi ART.
Materi yang tersedia tidak memuat informasi spesifik mengenai kepemilikan institusional, adopsi korporasi, atau kebijakan pemerintah terkait ART. Oleh karena itu, bagian ini tidak disertakan dalam analisis.
Dampak Kebijakan Moneter: Pertumbuhan ekonomi dan pergeseran distribusi kekayaan global sangat memengaruhi pasar seni. Data historis menunjukkan bahwa ketika PDB per kapita melebihi ambang tertentu, aktivitas pasar seni meningkat dan harga ikut terangkat. Korelasi antara kemakmuran ekonomi dan valuasi seni kelas atas memperlihatkan bahwa kondisi moneter yang mendukung serta akumulasi kekayaan cenderung menopang apresiasi aset.
Karakteristik Lindung Nilai Inflasi: Aset seni secara tradisional berperan sebagai penyimpan nilai pada masa ketidakpastian ekonomi. Individu dengan kekayaan tinggi kerap mengalokasikan modal ke seni saat inflasi, karena dianggap mampu menjaga daya beli.
Faktor Geopolitik: Pasar seni global mengalami volatilitas besar akibat kondisi geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Ketidakpastian hubungan internasional membuat perilaku pembeli di segmen premium menjadi sangat hati-hati, berdampak ke volume transaksi dan dinamika harga.
Materi yang tersedia tidak memuat informasi spesifik mengenai peningkatan teknis, roadmap pengembangan, atau aplikasi ekosistem pada proyek ART. Oleh sebab itu, bagian ini tidak dibahas dalam analisis.
| Tahun | Harga Tertinggi Prediksi | Harga Rata-rata Prediksi | Harga Terendah Prediksi | Perubahan Harga |
|---|---|---|---|---|
| 2026 | 0,00068 | 0,00047 | 0,00024 | 0 |
| 2027 | 0,00078 | 0,00058 | 0,00056 | 23 |
| 2028 | 0,0008 | 0,00068 | 0,00066 | 45 |
| 2029 | 0,00078 | 0,00074 | 0,00063 | 58 |
| 2030 | 0,00113 | 0,00076 | 0,00048 | 62 |
| 2031 | 0,00106 | 0,00094 | 0,00053 | 101 |
(1) Strategi Tahan Jangka Panjang
(2) Strategi Perdagangan Aktif
(1) Prinsip Alokasi Aset
(2) Solusi Lindung Nilai Risiko
(3) Solusi Penyimpanan Aman
LiveArt (ART) menghadirkan pendekatan inovatif untuk mendemokratisasi akses ke koleksi bernilai investasi melalui blockchain. Dengan pipeline aset yang signifikan dan kehadiran multi-chain, proyek ini menangkap peluang besar di sektor RWA. Namun, investor perlu menimbang tahap awal proyek, likuiditas terbatas, dan tren penurunan harga terakhir terhadap potensi jangka panjang yang menjembatani aset alternatif tradisional dan infrastruktur DeFi.
✅ Pemula: Mulai dengan alokasi kecil (1-2% portofolio kripto) dan prioritaskan edukasi tentang protokol RWA sebelum memperbesar posisi ✅ Investor berpengalaman: Cari titik masuk strategis saat fase konsolidasi, sambil memonitor pencapaian milestone dan onboarding aset ✅ Investor institusi: Lakukan due diligence terhadap kustodi aset, struktur hukum, dan model tokenomics sebelum mengalokasikan modal signifikan
Investasi mata uang kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini bukan saran investasi. Investor harus membuat keputusan bijak sesuai toleransi risiko masing-masing dan disarankan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional. Jangan pernah berinvestasi melebihi batas kemampuan Anda.
Analisis data transaksi historis dan sentimen pasar dengan model statistik. Pantau reputasi seniman, volume perdagangan, dan tren permintaan. Gabungkan analisis teknikal dan fundamental untuk memperkirakan pergerakan harga secara akurat.
Harga karya seni terutama dipengaruhi oleh reputasi seniman, permintaan pasar, volume transaksi, suplai dan kelangkaan, signifikansi historis, serta sentimen pasar di ekosistem seni kripto.
Metode yang biasa digunakan meliputi model regresi (linear, polinomial, decision tree) untuk prediksi harga kontinu, analisis deret waktu untuk identifikasi tren, serta algoritme machine learning untuk mengevaluasi dinamika pasar dan pola data historis.
Data transaksi historis sangat krusial untuk prediksi harga seni. Dengan menganalisis volume transaksi, tren harga, dan pola pasar di masa lalu, model prediktif dapat mengidentifikasi pola dan memperkirakan harga masa depan dengan lebih akurat.
Nilai risiko investasi seni dengan memeriksa keaslian, kondisi pelestarian, serta permintaan pasar. Analisis performa historis dan tren pasar. Diversifikasi portofolio Anda untuk mitigasi risiko yang efektif.











