Prinsip ekonomi paling mendasar dalam pasar prediksi adalah bahwa harga kontrak dapat diartikan sebagai estimasi probabilitas terjadinya suatu peristiwa.
Contoh:
Asumsi ini memang kuat, namun terbukti sangat efektif pada berbagai peristiwa historis (pemilu, kebijakan, olahraga, peristiwa on-chain, dan lain-lain).
Terdapat tiga alasan utama:
Peserta didorong oleh kepentingan finansial nyata:
Harga di pasar prediksi bukan sekadar “suara”—melainkan benar-benar taruhan keuangan.
Inti desain mekanisme pasar prediksi adalah memastikan harga menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan sulit dimanipulasi.
Order book sangat mirip dengan struktur pasar bursa tradisional, di mana harga terbentuk melalui pemasangan dan pencocokan order.
Dalam pasar prediksi, operasi order book serupa dengan perdagangan spot atau opsi:
Order book lebih menyerupai mekanisme untuk “pasar prediksi institusional” daripada desain asli Web3.
Di on-chain, order book tidak dapat mengandalkan pencocokan frekuensi tinggi atau likuiditas dalam, sehingga model AMM (Automated Market Maker) menjadi arus utama dalam pasar prediksi. Model paling signifikan adalah LMSR (Logarithmic Market Scoring Rule) yang dikembangkan Robin Hanson—menjadi fondasi matematis pengembangan pasar prediksi on-chain.
LMSR menggunakan fungsi biaya untuk menentukan harga pasar:
C(q) = b · ln(e^(q₁/b) + e^(q₂/b))
Dengan:
Harga ditentukan oleh turunan parsial:
P(Yes) = e^(q₁/b) / (e^(q₁/b) + e^(q₂/b))
Model market making ini membentuk mekanisme yang mulus, kontinu, dan menjamin likuiditas.
Oleh karena itu, pasar prediksi Web3 sering menyesuaikan parameter kurva sesuai jenis peristiwa.

AMM dan order book bukan sekadar alternatif teknis—melainkan pilihan ekonomi untuk pasar prediksi di tahap perkembangan dan komposisi pengguna yang berbeda. Keunggulan utama AMM adalah “tradabilitas kontinu”—bahkan dengan sedikit partisipan atau perhatian terbatas pada peristiwa, sistem dapat membentuk harga secara algoritmik, memungkinkan pasar prediksi mencakup beragam peristiwa long-tail. Desain ini menjadikan AMM alat utama untuk ekspansi pasar awal dan menurunkan hambatan partisipasi, namun membutuhkan modal di muka untuk semua kemungkinan hasil—menyebabkan efisiensi modal lebih rendah dan efek harga nonlinier yang tinggi pada transaksi besar.
Sebaliknya, model order book sangat sesuai dengan logika keuangan tradisional dalam penemuan harga. Harga sepenuhnya ditentukan niat beli/jual, dan modal hanya terkunci pada order aktif—menghasilkan efisiensi modal lebih tinggi dan sinyal suplai-permintaan lebih jelas untuk peristiwa dengan partisipasi tinggi. Namun, model ini sangat sensitif terhadap likuiditas: saat jumlah peserta turun, kedalaman order book menyusut dan risiko volatilitas harga atau manipulasi meningkat tajam—membatasi kelayakan order book untuk peristiwa prediksi long-tail.
Dalam jangka panjang, AMM dan order book bukan sistem yang saling bertentangan—melainkan dua komponen pelengkap sepanjang siklus hidup pasar prediksi. AMM berfungsi sebagai “mekanisme bootstrapping”, memastikan operasional mulus pada tahap awal; order book menjadi “bentuk matang”, menangani penemuan harga utama saat konsensus terkonsentrasi dan permintaan perdagangan tumbuh. Kini, pasar prediksi banyak mengeksplorasi model hybrid: AMM untuk likuiditas dasar dan penawaran harga kontinu, sementara order book menangani transaksi frekuensi tinggi dan arus modal besar. Evolusi ini mencerminkan pergeseran alami dari kemudahan penggunaan ke efisiensi dan kedalaman dalam pasar prediksi.
Pasar prediksi berbeda dari aset tradisional—memiliki desain ekonomi teori permainan yang unik. Untuk membangun pasar prediksi yang sehat, hal-hal berikut harus dipenuhi:
Contoh:
Jadi, manipulasi membawa biaya sangat tinggi—berbeda dengan “pumping” pada aset lain di mana pelaku bisa menjual kembali. Hal ini membuat pasar prediksi sangat kredibel, khususnya pada peristiwa politik.
Jenis arbitrase umum di pasar prediksi antara lain:
Peserta arbitrase secara kontinu memperbaiki kontrak yang salah harga, mendekatkan harga pasar ke probabilitas sebenarnya.
Laporan berita, bocoran, sentimen media sosial—semua langsung menggerakkan harga. Pasar prediksi sangat responsif terhadap informasi baru.
Contoh:
Semua ini memicu “lonjakan harga” yang langsung mencerminkan konsensus pasar.
Setiap platform pasar prediksi memilih kombinasi mekanisme yang berbeda, yang membentuk keunggulan unik masing-masing:
Pilihan mekanisme menentukan:
Memahami mekanisme ini membantu Anda menilai platform mana yang paling berpotensi sukses di masa depan.