Bagi kebanyakan pengguna, pasar prediksi tampak seperti produk “taruhan peristiwa” atau “perdagangan probabilitas”: Anda membeli hasil tertentu dan memperoleh keuntungan jika prediksi Anda benar. Namun, di dunia blockchain, inti sesungguhnya dari pasar prediksi bukan pada transaksi, melainkan pada bagaimana hasil ditentukan dan diselesaikan secara kredibel.
Berbeda dengan perdagangan spot atau kontrak perpetual, pasar prediksi tidak didasarkan pada aset on-chain—melainkan pada peristiwa nyata. Peristiwa tersebut biasanya terjadi di luar rantai, sering kali melibatkan penundaan waktu, asimetri informasi, dan bahkan interpretasi subjektif. Jika penentuan hasil menjadi kontroversial, kredibilitas pasar bisa runtuh sepenuhnya.
Karena itu, tantangan utama pasar prediksi on-chain bukanlah soal “cara mencocokkan perdagangan”, melainkan tiga pertanyaan mendasar:
Inilah alasan pasar prediksi sering disebut sebagai “oracle harga untuk dunia nyata,” bukan sekadar aplikasi keuangan.
Di pasar prediksi on-chain, peristiwa adalah objek data terstruktur. Peristiwa yang dirancang dengan baik harus jelas dan dapat diselesaikan baik secara teknis maupun ekonomi.
Peristiwa prediksi yang valid biasanya harus menjawab tiga poin berikut:
Semakin ambigu suatu peristiwa, semakin tinggi risiko sistemik. Inilah salah satu alasan utama kegagalan pasar prediksi awal.
Contoh, pernyataan seperti “Apakah kebijakan tertentu berhasil?” atau “Apakah proyek tertentu diterima pasar?” memang relevan di dunia nyata, tetapi hampir mustahil diselesaikan secara on-chain. Pasar prediksi on-chain cenderung memilih peristiwa yang dapat diverifikasi, diukur, dan dikonfirmasi oleh pihak ketiga.
Platform pasar prediksi yang matang sering mengorbankan “daya tarik narasi makro” demi kepastian penyelesaian. Trade-off ini bukan konservatif, melainkan rasional secara teknologi.
Setelah peristiwa didefinisikan dengan jelas, pertanyaan krusial berikutnya adalah: Siapa yang memberi tahu dunia blockchain tentang apa yang benar-benar terjadi? Inilah peran utama oracle.
Di pasar prediksi, oracle tidak “memprediksi”—mereka memasukkan fakta akhir. Oracle menentukan:
Oracle adalah titik paling krusial sekaligus paling rentan dalam pasar prediksi.
Hasil disediakan langsung oleh platform, tim, atau sumber data yang ditunjuk.
Kelebihan:
Kekurangan:
Model ini umum digunakan pada pasar prediksi tahap awal atau semi-terpusat.
Konsensus dicapai melalui node, sumber data, atau mekanisme insentif ekonomi yang beragam.
Kelebihan:
Kekurangan:
Pendekatan ini cocok untuk peristiwa bernilai tinggi dengan risiko sengketa tinggi.
Pengguna dapat mengirimkan hasil, dengan keputusan akhir dibentuk melalui staking, tantangan, dan voting.
Fitur:
Model ini banyak digunakan di berbagai pasar prediksi on-chain, khususnya untuk peristiwa dunia nyata yang sulit diverifikasi otomatis.
Meski definisi peristiwa sudah jelas dan desain oracle sudah kokoh, sengketa tetap tak terhindarkan. Karena itu, pasar prediksi yang matang harus memiliki mekanisme penyelesaian sengketa bawaan.
Kebanyakan pasar prediksi menerapkan jendela sengketa setelah hasil diumumkan:
Desain ini pada dasarnya menggunakan biaya ekonomi untuk menyaring sengketa tidak berdasar dan insentif ekonomi untuk mendorong koreksi kesalahan nyata.
Pasar prediksi tidak berupaya mencapai “kebenaran absolut”; mereka menargetkan “biaya koreksi kesalahan yang melebihi potensi keuntungan jahat.” Selama biaya manipulasi hasil lebih besar daripada potensi imbalan, sistem tetap aman secara ekonomi.
Inilah juga alasan pasar prediksi mirip dengan mekanisme tata kelola—keduanya adalah sistem konsensus yang digerakkan oleh teori permainan.
Setelah hasil peristiwa ditetapkan, sistem memasuki fase penyelesaian. Walau tampak sederhana, proses ini sering kali melibatkan penanganan berbagai kasus edge.
Berbagai jenis peristiwa sering membutuhkan jalur penyelesaian berbeda.
Pasar prediksi yang matang biasanya memperhitungkan status khusus seperti:
Pada skenario ini, solusi paling umum adalah pengembalian dana proporsional atau refund ke sumber asli untuk mencegah krisis kepercayaan sistemik.
Tidak ada “arsitektur sempurna” untuk pasar prediksi—hanya trade-off rekayasa yang terus berkembang.
Setiap platform akan mengambil keputusan berbeda sesuai target penggunanya.
Seiring biaya Layer 2 semakin rendah, pasar prediksi dapat:
Di masa depan, pasar prediksi mungkin akan mengintegrasikan:
Pasar prediksi dapat menjadi titik temu utama antara AI, keuangan, dan sinyal sosial.